Category Archives: Kisah Sukses Wirausaha Alumni Smada

Ibrahim, Merintis Dari Nol, Kini Produknya Sudah Menembus Eropa dan Amerika

ibrahimIbrahim Mochamad merupakan salah satu sosok wirausahawan sukses alumni Smada Kediri yang merintis usahanya dari nol, namun kini produknya sudah berhasil diterima pasar Eropa dan Amerika serta sejumlah negara Asia.  Bahkan Ibrahim sekarang sudah mempunyai 50 karyawan lebih, serta omzet dalam sebulan mencapai ratusan juta rupiah, sebuah pencapaian yang mengagumkan di usianya yang masih 28 tahun.

Ibrahim lulus dari Smada Kediri di tahun 2001, pengusaha muda yang di Smada terakhir duduk di kelas 3 IPA 3 ini kemudian melanjutkan kuliah di ITB Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Sipil. Selepas menamatkan kuliahnya di akhir tahun 2005, pada 2006 Ibrahim kemudian merintis usaha sendiri di bidang kerajinan (handycraft), namun usaha pertamanya ini masih belum mendapat respon yang bagus dari pasar, pemasukan sedikit sekali. Akhirnya Ibrahim memutuskan bekerja part-time sambil tetap menjalankan usahanya.

Sekitar satu tahun menjalankan usaha sambil bekerja part-time di sebuah kantor konsultan konstruksi, Ibrahim lalu memutuskan untuk fokus menekuni usahanya dan pada tahun 2007 Ibrahim mendirikan http://www.bipstuff.com  (CV Bina Indo Pratama), tetap di bidang industri kreatif namun kali ini lebih terspesialisai untuk memproduksi miniatur instrumen musik seperti miniatur gitar, biola, piano, drum, mandolin dan juga miniatur musik sesuai pesanan pelanggan.

Ketika ditanya darimana ide dalam membuat produk-produknya tersebut, ia menjawab “Berproses, awalnya saya munculkan sebuah ide kemudian pasar menolak, saya belajar dari permintaan pasar, akhirnya muncul ide baru lagi, apakah responnya bagus atau tidak, jika bagus, sepertinya idenya perlu ditingkatkan lagi dan lagi, jadi tidak pernah berhenti untuk mendapat dan mengaplikasikan ide”

Pada awal mendirikan usaha tersebut semuanya dikerjakan oleh Ibrahim sendiri, pada waktu itu dia belum mempunyai karyawan. Seperti ketika memulai usaha yang sebelumnya, setengah tahun pertama sejak ia mendirikan bipstuff penjualan tidak ada sama sekali, padahal semua modalnya ia dapat dari investor, ia hanya bermodal keberanian untuk menawarkan proposal bisnisnya ke beberapa investor, dari para investor itulah dia mendapat modal awal sekitar Rp12 juta.

Masa-masa awal mendirikan usaha bipstuff disebut Ibrahim sebagai masa survival, dimana pada masa itu dia harus berjuang agar bisa tetap survive, masa dua tahun pertama yang penuh perjuangan, ‘berdarah-darah’ tanpa kejelasan pendapatan, tanpa kepastian adanya penjualan. Seringkali dia bekerja lebih dari 16 jam sehari, bahkan minggu dan hari liburpun ia tetap mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk kelangsungan usahanya tersebut.

Tantangan pada awal-awal membuka usaha tidak hanya karena sepinya penjualan, tapi ketika itu orang tua Ibrahim sebenarnya menginginkan anaknya tersebut bisa berkarir di perusahaan di Jakarta. Namun dengan memberikan pengertian yang baik pada orang tua, meyakinkan orang tua bahwa dia sangat ber-passion dalam dunia entrepreneurship, dan dia benar-benar ingin serius mengembangkannya, lambat laun orang tuanyapun merestuinya.

Passion dan minat yang besar akan dunia kewirausahaan yang ada dalam diri Ibrahim didapat sejak ia kuliah di kampus ITB dulu, ketika itu ia rajin mengikuti seminar-seminar entrepreneurship. Ibrahim, sosok pebisnis muda yang mengidolakan pengusaha nasional Chairul Tanjung serta pengusaha kelas dunia yang juga seorang filantropis Warren Buffet, ini juga aktif di beberapa komunitas bisnis seperti TDA (Tangan Di Atas), EA (Entrepreneur Association), HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), diakuinya dengan bergabung di komunitas-komunitas pengusaha sangat mendukung untuk pertumbuhan perusahaan.

Kembali ke masa-masa awal bipstuff berdiri, setelah berjalan kurang lebih dua tahun dan hasilnya masih belum seperti yang diharapkan, penjualan masih sepi, sementara biaya operasional terus berjalan, terlebih pada tahun 2008, setahun setelah bipstuff berdiri, dia sudah merekrut karyawan, disitu jiwa entrepreneur Ibrahim ditempa untuk tidak mudah menyerah, Ibrahim tetap yakin melangkah karena melihat prospek usaha ini yang masih sangat terbuka, kompetitor sangat jarang, sedikit sekali yang terjun di usaha miniatur instrumen musik. Disamping itu juga pertimbangan akan nasib para karyawannya dan mengingat amanah dari para investornya untuk membuat apa yang sudah mereka investasikan bisa berkembanglah yang tetap memacu Ibrahim pantang surut melangkah meski keuntungan penjualan tidak sebanding dengan pengeluaran usaha.

Namun pelan tapi pasti, pesanan miniatur instrumen musik mulai berdatangan dari mana-mana, mengandalkan online marketing lewat situs sendiri di http://www.bipstuff.com, juga lewat global marketplace seperti http://www.alibaba.com, http://www.wholesaler.com serta sosial media seperti facebook dan twitter, yang memungkinkan target konsumen dapat diraih dari seluruh penjuru dunia. Dengan kemudahan cara pembayaran yang ditawarkan, seperti bisa menggunakan credit card, paypal, wire transfer, dan L/C, buyer luar negeri utamanya dari Eropa dan Amerikapun mudah diraih, terlebih lagi karena memang Ibrahim begitu menekankan pada kualitas produknya yang benar-benar harus berkualitas nomor satu. Kini bipstuff memiliki kapasitas produksi puluhan ribu items perbulannya dan terus meningkat seiring dengan pesanan yang terus mengalir dari berbagai negara.

Perjuangan yang akhirnya menuai kesuksesan dalam mendirikan bipstuff tersebut memacu daya kreatif dan semangat optimisme Ibrahim untuk menelorkan usahanya yang berikutnya, ia juga mencoba terjun dalam dunia fashion dengan mendirikan TUNEECA (www.tuneeca.com) yang memproduksi dan memasarkan model-model busana alternatif  khusus wanita yang bernuansa modern dan etnik. Dan di tahun 2010 lalu ia juga merambah dunia IT dengan mendirikan bippo (www.bippo.co.id) yang berfokus pada penyediaan jasa solusi ERP (Enterprise Resource Planning) bagi perusahaan baik skala kecil maupun menengah yang bergerak dalam bidang penjualan barang, baik itu retail maupun grosir.

Brand-brand-nya bisa semakin lebih dikenal oleh dunia internasional serta produknya makin bisa tersebar di berbagai penjuru dunia adalah salah satu impian yang ingin digapai oleh Ibrahim. “Dulu, saya memulai usaha dari nol, sangat sulit sekali mencari investor. Akan tetapi sekarang, mudah sekali mencarinya, bahkan lebih seringnya datang sendiri, karena saya sudah mempunyai track record yang bagus” terang Ibrahim ketika menjelaskan kondisinya kini dibanding awal-awal memulai usaha dulu.
“Jangan setengah-setengah dalam memulai usaha” pungkasnya ketika ditanya pesan yang bisa disampaikan kepada para wirausaha muda pemula.
Ibrahim Mochamad bisa dihubungi di:

ibrahim@bippo.co.id

Telp:  022-5228987

http://www.bipstuff.com

bipstuff

 

 

 

 

 

http://www.tuneeca.com

 

tuneca

 

 

 

 

http://www.bippo.co.id

 

bippo

 

 

 

 

 

*Seperti yang dituturkan kepada Wirasmada via online interview*

Dino, Sukses Berpindah Kuadran Dari Karyawan Menjadi Pengusaha Muda

dino wicaksonoDino, pemilik Dream Design Creative ini awalnya karyawan di sebuah perusahaan percetakan dan desain ternama di Surabaya, dari tahun 2002 hingga 2005 Dino menjadi desainer tetap di perusahaan tersebut, lalu pada akhir 2005 Dino memutuskan resign sebagai karyawan dan mendirikan DD Creative. Dino Wicaksono begitu nama lengkapnya adalah alumni SMA 2 Kediri tahun 2000 yang kini sukses membuka usaha sendiri sebuah studio desain yang sekarang berkembang pesat di Surabaya. Usahanya sudah merambah ke percetakan, dari mulai cetak brosur, kalender, sticker, buku, undangan, packaging, majalah, dan semua jenis cetakan lainnya.

Pengusaha muda kelahiran 29 tahun silam ini begitu mencintai dunia desain. Sempat mengenyam kuliah hukum selama empat semester di Ubaya, namun karena merasa dunia desain begitu menarik baginya, akhirnya memutuskan untuk terjun sepenuhnya sebagai desainer grafis dan lebih memilih meninggalkan bangku kuliah untuk serius menggeluti bidang desain.

Berkarir selama tiga tahun sebagai graphic designer tetap di sebuah perusahaan desain dan percetakan ternama, memberi bekal pengalaman desain yang dirasa cukup bagi Dino untuk kemudian memutuskan membuka usaha sendiri di bidang desain. Kecintaan pada dunia desain, jiwa usaha yang sudah dimiliki, idealisme untuk mandiri bisa membuka usaha sendiri yang mendorong Dino berani melangkah keluar sebagai karyawan dan mulai merintis studio desain miliknya.

Dino yang sudah dikaruniai dua anak ini menuturkan, bahwa di awal-awal membuka usaha, tantangannya cukup berat, “yang paling berat adalah meyakinkan istri kalau ini jalan Dino untuk maju… karena istri masih belum yakin akan kemampuan Dino tapi akhirnya mengijinkan” begitu tuturnya. Tantangan lainnya ialah modal yang sangat terbatas, uang untuk bertahan hidup tidak ada, hanya cukup untuk sebulan karena itu adalah gaji terakhir. Namun dibalik keterbatasan modal yang dihadapi, Dino terus maju melangkah. Mulai dari memasang iklan di koran sampai dia bergerilya mencari pelanggan lewat Yellow Pages dan menawari mereka jasa desainnya lewat SMS, “aku ambil acak nomor dari Yellow Pages, dari sekitar 100 SMS nyantol cuma satu, tapi dari satu ini muncul gunung es..” ungkapnya.

Pelan tapi pasti usaha desainnya mulai dikenal banyak orang, dan pesananpun datang dari mana-mana.  Kini tak kurang dari 30 pelanggan setiap bulan mempercayakan desainnya pada Dino. Pelanggan tak hanya datang dari Surabaya saja dan Jawa Timur, tapi juga datang dari Pangkal Pinang, Pontianak, Banjarmasin, Barabai, Makassar, Maluku, Mataram, Bali, Lombok, Jakarta, Bandung,  Jogja, dan kota-kota lainnya. Portofolio lengkapnya bisa dilihat di http://dd-creative.blogspot.com

Menjalankan usaha di bidang desain memang dituntut kreatifitas dan harus selalu update dengan trend serta perkembangan terbaru, untuk itu Dino selalu mengikuti perkembangan dunia desain baik lewat internet maupun lewat buku-buku.

Dino kini merasa sudah sangat bersyukur sebagian impiannya sudah terwujud untuk dapat memiliki usaha sendiri, bekerja sendiri tanpa paksaan dari orang lain, “bisa dekat anak istri bahkan bisa bantu masak..” selorohnya. Yang jelas kini pendapatannya sebagai pengusaha jauh lebih besar ketimbang dulu masih sebagai karyawan, “..berkali-kali lipat” katanya. Mengenai omzetnya, young entrepreneur yang ketika di Smada terakhir duduk di kelas 3 IPS 1 ini mengatakan, dalam sebulan rata-rata sekitar Rp 60 Juta bisa diraupnya.

Meskipun kini Dino sudah menuai kesuksesan dari bisnisnya, namun bukan berarti dia tidak pernah mengalami kegagalan, sering juga dia mengalaminya, pernah dia tertipu broker percetakan hingga harus menjual mobil satu-satunya untuk menutupi kerugian. Tapi sebagai pengusaha yang sudah tentu harus bermental tahan banting dan tentu menyadari segala resiko Dino tak gentar mengalami kegagalan dan dijadikannya itu sebagai pembelajaran berharga.

Mengenai persaingan, diakuinya banyak sekali kompetitor, “banyak pemainnya… tapi semakin rame semakin asyik….. kayak pasar…… ngga usah takut persaingan karena rejeki itu udah ada yang ngatur… yang penting niatnya baik Insya Allah pasti lancar” terangnya.

Ketika ditanya apa kiat-kiatnya sukses dalam berbisnis, Dino membagikan tips ‘sederhana’ “yang penting berdoa dan jangan patah semangat dan terus berusaha saja pasti jalan itu akan terbuka dengan sendirinya ketika kita berusaha”

Kesuksesan Dino dalam berwirausaha ini sekaligus membuktikan, bahwa untuk membuka usaha sendiri modal uang bukan segalanya, yang penting adalah modal kemauan. Dan meskipun Dino bukan berlatar belakang pendidikan desain grafis namun ia tetap bisa menggeluti usaha di bidang desain grafis, kuncinya adalah SUKA, karena ia suka dan jatuh hati pada dunia desain grafis, apapun dilakukan, belajar dari manapun dan dari siapapun dilakukan.

Dino kini masih mempunyai impian dan berusaha mewujudkannya yaitu untuk mengembangkan studio desainnya bisa memberikan solusi desain terlengkap dan terintegrasi serta bisa membuka kantor cabang di berbagai kota di Indonesia, pada akhirnya impiannya kelak bisa menjadi World Class Design Company. Semoga apa yang diimpikannya bisa segera terwujud. Itulah sosok alumni Smada Kediri yang sukses bertransformasi dari karyawan menjadi pengusaha muda yang sukses.

Dino bisa dihubungi di:

dreamdesigncreative@yahoo.co.id

Telp. +62.31.7100.3300
+62.31.70255.448
+62.81.331.44.0800

http://dd-creative.blogspot.com

ddcreative

 

 

 

 

(sebagaimana diceritakan kepada Wirasmada via online interview)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,427 other followers