Category Archives: Kisah Sukses Wirausaha World Entrepreneur

Reindhold Wurth, Penjual Sekrup Kelas Dunia

KOMPAS.com - Dengan mengantongi kekayaan sebesar 5,2 miliar dollar AS, Reinhold Wurth dinobatkan majalah Forbes sebagai orang nomor 93 terkaya di dunia tahun ini. Majalah yang sama menempatkannya di peringkat 10 dalam daftar orang terkaya di Jerman.

Tapi, siapa pernah menyangka, perusahaan yang membikin Wurth menjadi sangat kaya itu awalnya hanyalah sebuah distributor sekrup. Ia meneruskan usaha yang dirintis sang ayah saat masih 19 tahun.Reinhold Wurth lahir di Ohringen, Jerman, 20 April 1935. Ia tumbuh dan besar di saat negerinya terlibat perang dunia kedua. Wurth baru berusia 10 tahun ketika negaranya menyerah ke pasukan sekutu dan harus membangun kembali ekonomi dari nol.

Ayahnya, Adolf Wurth, merupakan pedagang ritel sekrup, mur, baut dan alat-alat pengunci. Sebelum perang di daratan Eropa mulai berkecamuk, Wurth senior sudah berjualan kebutuhan bangunan selama hampir 20 tahun.

Pasca perang, Wurth senior kembali berdagang sekrup dan alat pengunci lainnya. Berbeda dengan sebelumnya, ia kini menjadi pedagang grosir. Ia pun hijrah ke Kunzelsau, Hohenlohe, wilayah utara Jerman. Di desa kecil itu, pada 1945, ia mendirikan Adolf Wurth GmbH & Co.KG.

Perusahaan ini berkembang pesat. Upaya pemerintah Jerman membangun kembali negeri yang hancur akibat perang, melonjakkan permintaan terhadap komponen semacam sekrup, baut ataupun mur. Di tahun 1950-an, bisnis yang dijalani Wurth tua merupakan satu dari sekian banyak bisnis yang sedang marak di Jerman.

Wurth mulai magang di perusahaan ayahnya ketika ia berumur 14 tahun. Di tahun 1952, saat berumur 17 tahun, ia menyelesaikan pelatihan sebagai penjual grosir dan lulus ujian yang diselenggarakan dewan kamar dagang dan industri Jerman.

Setelah memperoleh lisensi untuk mengadakan perdagangan, baik secara ritel maupun grosir, Wurth muda menjadi agen penjual di perusahaan ayahnya. Ketika baru memulai merintis karir sebagai tenaga pemasar, bencana besar menimpa keluarganya. Pada 1954, ayahnya meninggal akibat serangan jantung. Ini merupakan masa sulit kehidupannya. Ia kehilangan kepala keluarga sekaligus bosnya, di saat perusahaan sedang berkembang.

Sepeninggal sang ayah, Wurth yunior, yang baru berumur 19 tahun, mengambil alih tampuk pimpinan Adolf Wurth GmbH & Co.KG. Pada enam bulan pertama kepemimpinannya, ia tetap mempertahankan bisnis inti, yaitu berjualan sekrup, sambil mencari peluang bisnis baru. Tapi pada semester berikutnya, pemuda berusia belasan tahun itu mengembangkan jaringan distribusi hingga ke luar Kunzeslau.

Wurth yunior berupaya lepas dari bayang-bayang ayahnya. Gaya manajemen lama yang konservatif ia tinggalkan. Ia menerapkan kepemimpinan baru yang lebih dinamis dan tangkas memanfaatkan peluang. Ia pun mendorong anak buahnya untuk berani membuat terobosan dan mengambil keputusan.

Pada 1955, satu tahun pasca kematian pendirinya, Adolf Wurth GmbH & Co.KG berhasil membukukan penjualan sebesar DM 176.000. Sebagai perbandingan, semasa Wurth senior memegang tampuk kepemimpinan, pendapatan perusahaan tertinggi hanya DM 170.000. Sejak itu, Wurth menargetkan perusahaannya mencapai pertumbuhan dua digit per tahun.

Kesuksesan di tahun pertama kepemimpinannya, membuat Wurth agresif dalam berekspansi. Dalam kurun lima tahun ia sudah membangun 80 kantor cabang di seluruh wilayah Jerman Barat.  Ia mendirikan jaringan untuk mengimbangi langkah pemerintah Jerman yang sedang giat membangun negeri. Produk yang didistribusikan Wurth bertambah. Ia tak cuma menjual sekrup, tetapi juga aneka peralatan mesin.

Langkah besar Wurth berikutnya adalah ekspansi ke luar Jerman. Pada 1962 ia mendirikan Würth Nederland B.V, di Belanda. Setelah itu, ia melebarkan sayap bisnisnya ke Italia, Swiss, Austria, dan Belgia. Di tahun 1969, Wurth berekspansi ke Amerika Serikat.

Strategi ekspansi dan akuisisi

Ekspansi dan akuisisi menjadi kata kunci sukses Reinhold Wurth. Lewat dua aksi korporasi itu ia menyulap usahanya menjadi besar dalam waktu singkat. Awal dikendalikan oleh Wurth, pendapatan Adolf Wurth GmbH & Co.KGbaru DM 170.000.

Setelah 15 tahun dikelola Wurth, pendapatannya melejit hingga DM 53 juta. Ketika Wurth mengundurkan diri, penjualan perusahaan ini sudah mencapai 2,2 miliar euro, dengan ratusan kantor cabang di seluruh dunia.

Pada 1969, Reinhold Wurth merambah Amerika Serikat (AS). Di negara yang merupakan pasar terbesar produk kunci di dunia saat itu, Wurth mendirikan perusahaan bernama The Wurth Screw and Fastener Corporation.

Anak usaha yang berbasis di Monsey, New York, tersebut awalnya hanya melayani pembeli di New York, Connecticut, New Jersey, dan Massachusetts. Namun dalam hitungan bulan, wilayah distribusinya sudah menjangkau seluruh Pantai Timur AS.  Selang setahun setelah menjajal pasar AS, Wurth mengincar pasar baru: Afrika. Di Benua Hitam itu Wurth membangun pusat pemasaran di Afrika Utara.

Memasuki tahun 1970, di usianya yang ke-35, penjualan tahunan Group Wurth sudah mencapai DM 53 juta. Artinya selama 15 tahun mengendalikan perusahaan, Wurth berhasil menyulap perusahaan kecil warisan orang tuanya, yang omzet tahunannya paling tinggi DM 170.000, menjadi raksasa dunia.

Di akhir dekade 1970-an penjualan grup Wurth sudah menembus DM 330 juta. Awal 1980, setelah memiliki gurita bisnis di berbagai belahan dunia, Wurth mengumumkan target pendapatan DM 1 miliar.

Ia berhasil mewujudkan target itu di tahun 1985 dengan mencatatkan penjualan sebesar DM 1,3 miliar. Target tersebut dicapai persis pada saat perusahaan berulang tahun ke-40, dan Wurth sendiri merayakan ulang tahunnya yang ke-50.

Pada 1987, untuk menyambut tahun 1990, Wurth menyusun visi baru. Dalam memperbesar bisnisnya, ia memilih pola akuisisi. Ekspansi tetap ia lakukan, namun bukan menjadi fokus utama. Strategi anorganik, menurut Wurth, memungkinkan perusahaan berkembang lebih cepat.

Meski mencanangkan akuisisi besar-besaran mulai 1990, Wurth sejatinya sudah menggelar akuisisi sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada 1986, misalnya, ia membeli Winzer Industrial, perusahaan manufaktur di Inggris. Pada 1987, Wurt membeli perusahaan di Jepang, dan membuka cabang baru di Malaysia.  Dua tahun berikutnya, Wurth membeli Sartorius, di Dusseldorf Jerman. Pada permulaan 1990, Wurth mengakuisisi Monks and Crane, distributor mesin terkemuka di dunia saat itu.

Akuisisi merupakan kunci pertumbuhan kerajaan bisnis Wurth. Ia misalnya membeli L & C Arnold, sebuah pabrik mebel yang berdiri sejak 1898, pada tahun 1994. Ia juga mengakuisisi Mepla-Werka, spesialis di bidang perabotan mebel pada 1997.

Pada tahun 1994, saat usianya menginjak 59 tahun, Wurth mengundurkan diri dari berbagai urusan manajerial. “Saya tidak ingin menghancurkan apa yang telah saya bangun hanya gara-gara sifat keras kepala orang tua,” ujar Wurth menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

Wurth kemudian memegang jabatan sebagai Ketua Dewan Penasihat perusahaan. Penjualan perusahaan Wurth saat itu telah melonjak hingga EUR 2,2 miliar. Pengunduran diri Wurth tidak meredam laju ekspansi. Pada 1996, perusahaannya mulai membuat strategi baru di AS. Di tahun itu, Wurth mengakuisisi Revcar Fasteners, Virginia. Pembelian ini merupakan sinyal Wurth untuk menguasai pasar di AS.

Setelah membeli Revcar, Wurth mengakuisisi Eastern Fastener Corporation, distributor peralatan kapal. Wurth juga mengakuisisi Baer Supply Company, distributor perkakas dan alat kunci mebel serta lima perusahaan lagi.

Keistimewaan akuisisi ala Wurth adalah kemauannya mempertahankan manajemen lama. Ia mendorong karyawan untuk mempertahankan kultur perusahaan. Setelah mengakuisisi nyaris 100 perusahaan, Grup Wurth berhasil membukukan pendapatan sebesar  5 miliar euro. (Herry Prasetyo/Kontan)

Penikmat benda-benda seni

Perjalanan hidup Reinhold Wurth tak bisa lepas dari sosial seni dan budaya. Konglomerat ini menjadi penikmat benda-benda seni dan selalu mencurahkan waktu untuk mengembangkan kebudayaan sejak usia 25 tahun.

Ia juga aktif di bidang sosial dan menjadi sponsor berbagai kegiatan. Publik menganugerahinya banyak penghargaan. Namun, ia tetap manusia biasa. Di usia senjanya, ia melakukan banyak hal yang justru menimbulkan cibiran dari masyarakat.

Reinhold Wurth mulai tertarik kepada benda seni pada 1960, ketika ia membeli lukisan cat air karya Emil Nolde, pelukis ekspresionis Jerman awal abad 20. Koleksi pertamanya itu menjadi titik balik kehidupan Wurth. Ayah tiga anak ini menjadi pemburu benda seni yang agresif.

Wurth telah mengumpulkan 12.000 karya seni. Ia banyak mengumpulkan lukisan dan patung karya berbagai seniman seperti Edvard Munch, Pablo Picasso, Alfred Hrdlicka, Markus Lupertz dan juga Christo.

Di akhir 1991, bersamaan dengan peresmian kantor pusat Grup Wurth yang baru, Komite Seni dan Budaya Jerman memamerkan koleksi seni milik Wurth di museum yang tepat berada di belakang kantor Wurth.

Di bidang sosial dan budaya, Wurth selalu menyempatkan diri menjadi sponsor hampir di setiap kegiatan. Pada tahun 1987, bersama istrinya, Carmen, ia mendirikan Yayasan Amal Wurth.

Apresiasi publik terhadap Wurth tampak dari berbagai penghargaan dan keanggotaannya di lembaga-lembaga bergengsi. Ia menjadi anggota dari berbagai badan penasehat dan dewan pengawas banyak klub serta asosiasi.

Ia duduk sebagai ketua dari Gesellschaft zur Förderung des Landesmuseums Württemberg eV, perkumpulan masyarakat Jerman untuk promosi Museum Nasional Württemberg. Dari tahun 1999 sampai akhir semester musim panas 2003, Würth menjadi Kepala Institut Interdisipliner Kewirausahaan di Universitas Karlsruhe. Di sana, ia mengajar mengenai dasar-dasar kewirausahaan.

Wurth, yang meninggalkan bangku sekolah pada usia 14 tahun, mendapat gelar Doktor Kehomatan dari University of Tübingen. Ayah bagi Marion, Bettina dan Markus tersebut, juga meraih penghargaan Distinguished Service Cross dari Republik Federal Jerman dan Medal of Merit dari negara bagian Baden-Württemberg. Pada 1997, ia diangkat sebagai warga kehormatan di kota Erstein, Prancis.

Pada 27 April 2004, Yayasan Ludwig Erhard di kota Bonn menganugerahkan Medali Ludwig Erhard untuk jasa-jasa Wurth dalam pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Pada upacara penganugerahan, Martin Gruner, Bendahara yayasan, memuji prestasi Wurth sebagai keajaiban ekonomi Jerman setelah Perang Dunia Kedua. “Ia mengubah perusahaan sekrup kecil menjadi korporasi beromzet miliaran euro per tahun,” pujinya.

Sebulan sebelum penganugerahan Ludwig Erhard, Wurth diangkat sebagai Ksatria Legiun Kehormatan. Pada Juni tahun yang sama, grup Wurth mendapat penghargaan German Founder’s Prize. Anugerah bergengsi itu diberikan setahun sekali untuk menghormati perusahaan yang sukses menghadapi tantangan jaman.

Wurth, dengan segala prestasinya, toh bukan manusia sempurna. Ia tidak selalu peka dengan hal-hal yang sensitif. Majalah Spiegel menuturkan, karena krisis ekonomi global, sejak 1 April 2009 Wurth telah memerintahkan 1.250 dari 5.000 karyawannya untuk mengurangi jam kerja.

Pengurangan waktu kerja ini diikuti dengan pemotongan gaji sebesar 15 persen. Sedangkan pekerja yang lain dipaksa potong gaji sebesar 5 persen sebagai bentuk rasa solidaritas.

Sementara di saat yang sama, Wurth merayakan pesta pemberian nama Vibrant Curiosity bagi kapal barunya. Kapal yang dipesannya sejak tahun 2007 itu menelan biaya 100 juta dollar AS.

Aib Wurth yang lain adalah menyerahkan laporan keuangan yang tidak sesuai ke kantor pajak. Akibatnya, pengadilan kota Heilbronn mengenakan sanksi denda ke Wurth. Kasus itu tidak berlanjut karena Wurth mengancam akan memindahkan usahanya dari Jerman.

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/11/12/10241995/Reindhold.Wurth.Penjual.Sekrup.Kelas.Dunia

Jack Ma, Mantan Guru yang Jadi CEO

KOMPAS.com — Ingin membeli kancing baju dari China? Atau mesin-mesin besar? Tinggal masuk ke alamat situs Alibaba.com. Dalam satu kali klik, terpampanglah ratusan, bahkan ribuan produsen China. Mulai dari peraut pensil hingga barang yang besar dan rumit pengejaannya. Minimal ordernya pun cukup besar, ada yang 500 unit atau bahkan 10.000 unit.

Sebagian pemasok di Alibaba.com adalah perusahaan usaha kecil dan menengah (UKM). Alibaba.com telah menjadi situs business to business terbesar yang menghubungkan produsen di China dengan dunia.

Sama seperti dalam hikayat Seribu Satu Malam, ketika Alibaba meniru para perampok mengucapkan mantera ”Sesam, buka pintu”, terbukalah pintu ke negara pengekspor nomor dua terbesar di dunia itu.

Pengguna Alibaba.com sudah mencapai 8 juta dan pendapatannya terus meningkat. Akhir tahun lalu, pendapatan Alibaba.com naik 39 persen menjadi 440 juta dollar AS. Belakangan Alibaba.com juga menyediakan Aliexpress untuk para konsumen yang diperbolehkan memesan satu barang saja.

”Kecil itu indah. UKM menyediakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi di Asia dan mereka adalah masa depan e-commerce,” ujar CEO dan pendiri Alibaba.com, Jack Ma, pada Pertemuan Tingkat Tinggi UKM APEC di Singapura, Kamis (12/11). Ma mengungkapkan, mekanisme pembiayaan atau dukungan kepada UKM belum maksimal karena belum ada mekanisme standar yang dapat digunakan.

”Pada tahun 1999, kita memprediksi bahwa pemenang dalam bisnis internet adalah udang, bukan paus. Delapan tahun kemudian pengalaman membuktikan, perusahaan yang mendapatkan manfaat utama dari e-commerce adalah UKM yang menggunakan internet untuk memasarkan produk mereka atau untuk menemukan relasi bisnisnya di seluruh dunia,” lanjut Ma penuh semangat. Penampilan mantan guru ini tetap sederhana, dengan menggulung lengan panjang bajunya hingga ke siku.

Menurut dia, UKM layak mendapat perhatian karena semua bisnis besar berawal dari langkah kecil. ”Seperti bayi, semua orang tahu bahwa bayi ini akan tumbuh. Semua pelaku bisnis akan sukses karena mereka yakin akan keberhasilannya. Mereka berhasil karena terus menjaga mimpi besarnya. Orang bisa tahan satu minggu tanpa makanan, tiga hari tanpa minuman, tetapi orang akan mati jika kehilangan harapan dalam satu menit saja,” tutur Ma.

Ma sudah mengalami hal ini. Situs Alibaba.com tidak serta-merta besar seperti sekarang ini. Menurut dia, kesuksesan Alibaba.com tidak lain karena ”Kami tidak memiliki uang, teknologi, dan rencana ke depan,” ujarnya suatu ketika. Jack Ma menyatakan tidak pernah sekali pun menyangka akan sukses di bisnis online. Dia mantan guru Bahasa Inggris, bukan seorang teknisi komputer.

Minat Ma pada bahasa Inggris membawa dia keluar China dan memiliki pandangan lebih luas. Pada umur 12 tahun dia sudah tertarik belajar bahasa Inggris. Dalam delapan tahun masa kecilnya dihabiskan dengan bersepeda 40 menit menuju sebuah hotel di dekat Danau Hangzhou, sekitar 160 kilometer dari Shanghai. Ketika itu China baru mulai membuka diri dan mulai banyak turis yang datang ke China. Ma memberanikan diri menjadi pemandu gratis agar dapat cas-cis-cus mempraktikkan bahasa Inggris-nya. Pengalaman selama delapan tahun itu membuat pemikiran Ma lebih terbuka dan lebih mengglobal dibandingkan teman-teman sebayanya.

Ma membulatkan tekadnya belajar bahasa Inggris, tetapi perjalanan masuk menjadi mahasiswa tidaklah mudah. Dia harus mengikuti ujian masuk universitas sampai dua kali. Akhirnya, Ma diterima di Universitas Keguruan Hangzhou, semacam institut keguruan dan ilmu pendidikan pada masa lalu. Ma belajar menjadi guru sekolah menengah. Menurut dia, universitas tempatnya bekerja tidak begitu bagus kualitasnya.

Pinjam uang
Lulus dari universitas, Ma adalah satu-satunya dari 500 mahasiswa seangkatannya yang ditugaskan mengajar di universitas. Ketika itu gaji Ma sebulan sebesar 100-120 renminbi, setara dengan Rp 114.000-Rp 142.500 per bulan. Ma selalu memimpikan, setelah bertugas mengabdikan dirinya selama lima tahun, dia akan memulai bisnis hotel atau yang lain.

”Pada tahun 1992, perekonomian China sudah mulai bertumbuh, saya melamar banyak sekali posisi, tetapi tidak ada yang lolos. Akhirnya saya menjadi sekretaris general manager gerai penjual ayam goreng Kentucky Fried Chicken,” kata Ma. Dia juga menjadi penerjemah sebuah delegasi perdagangan.

Seorang teman kemudian memperlihatkan internet untuk pertama kalinya. Ketika Ma mencari kata beer di mesin pencari Yahoo, dia menemukan kenyataan bahwa tidak ada data tentang China. Mereka lalu membuat situs tentang China.

Ma semakin tertarik pada komputer dan meminjam uang 2.000 dollar AS dari kerabatnya untuk mendirikan perusahaan komputer. Padahal dia tidak mengerti tentang komputer ataupun surat elektronik. Dia bahkan tidak pernah menyentuh keyboard komputer sebelumnya. ”Rasanya seperti orang buta yang menunggangi macan buta,” katanya.

Perusahaan itu bersaing dengan perusahaan telekomunikasi raksasa China, China Telecom, selama satu tahun. Akhirnya, China Telecom menawarkan berinvestasi pada perusahaan Ma sebesar 185.000 dollar AS. ”Itu adalah uang terbanyak yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya,” kenang Ma.

Sayangnya, Ma hanya kebagian satu kursi dewan direksi. Setiap hal yang diusulkan langsung ditolak mentah-mentah. Ma mengandaikan keadaan itu seperti gajah dan semut. Mimpi memiliki perusahaan sendiri tidak juga padam.

Perjalanan Alibaba.com bukannya tidak tanpa hambatan. Pada tahun 2002, dana tunai hanya tersisa untuk bertahan selama 18 bulan. ”Kami memiliki banyak anggota yang menggunakan situs kami, tetapi tidak tahu apakah kami bisa mendapatkan uang. Kami mempertemukan eksportir barang dari China dengan pembeli dari AS. Model ini menyelamatkan kami. Pada akhir 2002 kami berhasil membukukan keuntungan sebesar 1 dollar AS. Setiap tahun keuntungan kami bertambah-tambah,” katanya.

Menjadi perusahaan publik juga titik balik penting. Alibaba.com berhasil meraup dana penawaran saham perdana 1,7 miliar dollar AS di Bursa Saham Hongkong pada November 2007. Itu merupakan penawaran saham perdana (IPO) internet terbesar sejak IPO Google di Nasdaq.

Ma telah berhasil mewujudkan mimpi besarnya menjadi kenyataan walaupun tidak mulus dan selalu ada hambatan.(Orin Basuki dan Joice Tauris Santi)

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/11/20/19465463/Jack.Ma.Mantan.Guru.yang.Jadi.CEO.

Anita Roddick – The Body Shop dan Kisah Kepedulian Lingkungan

Produk-produk The Body Shop ® mungkin lebih terkenal daripada seorang Anita Lucia Perilli, nama kecil Anita Roddick. Sang pendiri yang dilahir tahun 1942 di Littlehampton, Sussex, England sebenarnya memiliki nama yang juga fenomenal. Ia adalah jiwa dan DNA dari The Body Shop ® produsen Body Butter, Pepermint Foot Lotion, atau Wild Cerry Body Shower yang menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan.

Kisah fenomenal Anita Roddick dan The Body Shop ® kini banyak mengilhami perusahaan-perusahaan global dalam menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR). Anita menjual produk Body Shop dengan pendekatan berbeda dengan strategi bisnis pada umumnya. Ia mengutamakan keseimbangan antara perkembangan dan keuntungan perusahaan dengan program pro lingkungan dan keadilan sosial. The Body Shop ® menghasilkan produk tanpa uji coba pada hewan dan membeli bahan baku dari para petani pribumi dari negara berkembang dengan perdagangan yang adil (fair trade)  

Cerita legendaris The Body Shop® sebenarnya bisa dikatakan mulai tanpa sebuah kesengajaan. Alasan agar lebih dekat dengan kedua putrinya dan keinginan menciptakan penghasilan yang mandiri. The Body Shop® pertama dibuka dari hasil pinjaman bank senilai £ 4.000 pada 26 Maret 1976 saat Anita Roddick berusia 33. Sesuai tujuan awalnya, toko pertama tersebut berdiri di Brighton – England yang terletak hanya sepuluh menit dari kediamannya.

Di saat yang sama, sang suami Gordon Roddick sedang melakukan perjalanan keliling Amerika dari Boenos Aires menuju New York . Tanpa pengalaman bisnis retail yang memadai, Anita hanya mengandalkan insting dan motivasi tinggi bahwa kewiraswastaan dapat memberi kelangsungan hidup dengan selalu memelihara pikiran positif yang kreatif.

Anita mengawali produksi Body Shop hanya terbatas 15 jenis produk kosmetik alami. Ia memproduksi di garasi sendiri yang dikemas dalam botol-botol kecil daur ulang dengan label tulisan tangan. Setiap orang yang mengembalikan botol kosmetik akan mendapat potongan harga tertentu. Cara ini secara tidak langsung justru menarik pelanggan yang merasakan pengalaman unik saat membeli kosmetik. Toko kosmetik unik berwarna hijau tua pun dirasakan oleh para pengunjung mampu menciptakan nuansa  alam menjadi pembicaraan banyak orang.

Sebenarnya, jujur dikatakan bahwa apa yang dilakukan bukanlah sebagai sebuah kesadaran terhadap lingkungan hidup. Pemakaian botol daur ulang hanyalah untuk efisiensi biaya. Warna hijau yang dominan sekedar menutupi noda-noda lembab di dinding toko dengan cat hijau. Namun, hati nuraninya yang peka segera menangkap bahwa banyak orang sebenarnya memiliki peduli terhadap keberlangsungan ekologi. Ia mulai menyadari bahwa Body Shop bisa menjadi sebuah kekuatan yang berdampak positif bagi dunia, jika menjadi entiti bisnis global dan memiliki basis pelanggan loyal.

Merek dan produk The Body Shop® menjadi fenomenal karena didasarkan pada filosofi bisnis yang unik dan berbeda. Tujuan bisnisnya tidak terbatas pada keuntungan semata, namun juga  mencakup prinsip-prinsip kesetaraan dan tanggung jawab sosial. Anita Roddick menggunakan teknik iklan yang berbeda. Ia melapisi trotoar menuju tokonya dengan parfum Body Shop dan memasang bunga-bunga rampai gantung yang alami. The Body Shop® ikut berkampanye menyelamatkan hutan tropis Brasil dan berjuang untuk aturan perdagangan yang lebih adil. Ia benar-benar telah mendedikasikan segenap jiwa dan perusahaannya untuk aktivitas sosial di dalam maupun luar negeri.

The Body Shop® menjadi satu dari sedikit perusahaan di dunia yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan. Tahun 1990, Anita Roddick membantu pendirian majalah The Big Issue yang keuntungan penjualannya digunakan untuk membantu tunawisma. Ia juga mendirikan yayasan amal Children On The Edge untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung di beberapa negara Asia dan Eropa Timur.
Program-program The Body Shop® yang terkenal dalam menyampaikan pesan sosial yang positif dan mengkampanyekan perubahan, antara lain : Against Animal Testing, Active Self Esteem, Defend Human Rights, Protect Our Planet dan Support Community Trade. Bersama organisasi nirlaba pro lingkungan  Green Peace, Amnesty International dan Friend of the Earth melakukan upaya-upaya melindungi kelestarian alam secara jangka panjang.

Anita Roddick telah bekerja keras demi mimpi dan visinya untuk memastikan bahwa perusahaannya, The Body Shop® lebih dari sekedar mencari keuntungan finansial belaka. “Ini tentang pelayanan, melayani yang lemah dan rapuh, membawa konsep-konsep keadilan sosial ke dalam bisnis. Benar-benar menempatkan mereka dalam praktek (bisnis) adalah kuncinya. Mereka tidak hanya mendapat retorika belaka, tetapi keadilan yang nyata”, kata Anita suatu ketika.
Pada tahun 2004 ada lebih dari 1.980 toko The Body Shop® di lebih dari 40 negara di seluruh dunia. Kini, The Body Shop® telah memiliki lebih dari 2.400 toko di 61 negara. Bahkan menurut O Boticario (Brasil) menyebutkan bahwa The Body Shop® merupakan perusahaan  frinchise kosemetik terbesar kedua di dunia. Ia telah terpilih sebagai merek kepercayaan para pelanggan dan masyarakat dunia.

Atas dedikasinya, lusinan penghargaan telah ia terima dari berbagai institusi ternama. Annual Business Leadership Award, First Annual Woman power Award, Woman’s Center’s Leadership Award, adalah sebagian penghargaan tersebut. Vocalis The Police, Sting dan mendiang Princes Diana adalah sebagian orang yang mengidolakannya. Tahun 2003 Anita Roddick mendapat gelar kehormatan Dame Commander of the Order of the British Empire dari Ratu Elizabeth II. Dan secara resmi ia menyandang nama Dame Anita Roddick DBE.

Beberapa waktu lalu (2006), The Body Shop® dibeli oleh L’Oreal dengan nilai setara $ 1,2 milyar. Nilai yang sangat pantas untuk sebuah merek dan dedikasi luar biasa seorang Anita Roddick yang telah mengubah perspektif industri kosmetik seluruh dunia. Ia melepas The Body Shop® ke L’Oreal sebuah perusahaan raksasa Perancis dengan harapan visi-visinya tentang penyelamatan lingkungan hidup dapat lebih luas menyebar ke seluruh dunia.

Februari 2007,  Anita mengumumkan bahwa dirinya menderita Hepatitis C akibat transfusi darah yang dilakukan saat melahirkan putri bungsunya. Dalam kondisi tersebut ia sempat  mempromosikan yayasan Hepatitis C Trust dalam upayanya ikut serta melakukan kampanye penanggulangan hepatitis di seluruh dunia.

Anita Roddick, sang founder dan inovator The Body Shop® meninggal secara mendadak pada 10 September 2007 pada usia 64 tahun karena pendarahan otak di St Richard’s Hospital, Chichester, England. Tetapi, mimpi dan visinya terhadap lingkungan hidup dan keadilan sosial bagi kehidupan dunia tidaklah pernah terkubur bersama jasadnya.

sumber: http://savitriweddingbeauty.blogspot.com/2011/04/anita-roddick-kisah-kepedulian.html

Kisah Pendiri Jejaring Sosial Twitter

Pendiri Twitter, Evan Williams, pekan lalu menutup Web 2.0 Summitdi San Francisco dengan berbicara terus terang tentang bisnisnya. Secara tegas dia mengatakan layanan microblogging memiliki rencana masa depan yang menguntungkan.

Tahun ini Williams memang berbicara banyak di forum tahunan itu, berbeda dengan tahun sebelumnya yang pelit ngomong. Sampai- sampai,moderator pada konferensi tersebut,John Battelle,menggarisbawahi bahwa Williams “telah memulai menjawab setiap pertanyaan yang muncul”.

Williams mengakui, dirinya butuh waktu untuk mengenal dan mempromosikan tren tweet, yang berfungsi sebagai iklan. Selain itu, dia menganggap perusahaan-perusahaan memiliki alasan untuk berhati- hati jika akan melakukannya.

”Kita tidak bisa meletakkan sesuatu di hadapan seseorang jika mereka tidak peduli dengan hal itu karena tidak semua hal akan bekerja sebagaimana promosinya.Tapi sekarang, tren kenaikan percakapan tentang sebuah topik mencapai 3–6 kali,”ujar Williams seperti dikutip CNNMoney.

Namun, pria kelahiran 31 Maret 1972 itu tidak mau berkomentar banyak mengenai angka-angka atau nilai dolar secara spesifik terkait proyeknya di masa mendatang. Dia hanya menegaskan bahwa perhitungannya cukup baik pada produk yang dipromosikan dan membuat sebagian besar pengiklan kembali menggunakan medianya.

”Ada berjuta cara untuk menghasilkan uang lewat Twitter. Saya yakin kami akan mencobanya lagi,” ujar William.

William sadar, untuk bersaing di bisnis internet, pihaknya harus selalu membuat inovasi.Maka,dia pun bersama timnya melakukan pengembangan berupa peluncuran ”New Twitter” pada musim panas lalu.

Salah satu inovasi yang diusungnya adalah dengan membuat tata letak dan fitur sosial seperti ”Who to Follow”.

”Kami sedang berada pada periode transisi sebelumnya, kami menghabiskan sangat sedikit waktu untuk melakukan peningkatan produk. Itulah mengapa kami harus menggunakan semua waktu yang kami miliki,”ujar Williams.

Dia menambahkan, sudah memperoleh poin bahwa perusahaannya memiliki waktu dan sumber daya untuk melakukan sejumlah peningkatan tahun ini. Williams yang sebelumnya bekerja pada perusahaan pengelolasoftware, Pyra Labs,mengakui jika dia sendiri sudah mengalami masa transisi di Twitter.

Hal itu ditunjukkan dengan diserahkannya jabatan chief executive officer (CEO) di Twitter kepada mantan chief operation officer (COO)-nya Dick Costolo. Ini dilakukan dengan alasan agar dia lebih fokus pada produk dan desain Twitter.

“Menjadi CEO di perusahaan swasta, lalu mengambil sesuatu yang berisiko bagi perusahaan adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Transisi Twitter juga melibatkan kemitraan dengan perusahaan teknologi lainnya. Tahun lalu, Twitter membuat kesepakatan untuk memasukkan alirannya ke mesin pencari Google dan Bing dari Microsoft. Williams menuturkan, seiring dengan semakin banyaknya permintaan untuk data, Twitter diklaim telah melebihi kapasitas. Akhirnya, Twitter pun menandatangani kesepakatan dengan Gnip untuk menjual sebagian dari data ”firehose”di Twitter.

Memantau Gerak-Gerik Para Pendiri Twitter

Jack Dorsey, Biz Stone dan Evan Williams adalah tiga tokoh pendiri Twitter. Gerak-gerik mereka di industri web belakangan ini menarik untuk diperhatikan.

Jack Dorsey boleh dibilang sebagai penemu Twitter. Pria yang kerap disebut sebagai pencetus ide Twitter ini memulai konsep Twitter bersama Biz Stone.

Selain keduanya, Evan Williams adalah sosok penting yang ikut mendirikan layanan 140 karakter tersebut. Williams adalah sosok utama di balik Blogger, layanan nge-blog yang kemudian dibeli Google.

Nah, di akhir Maret 2011, Dorsey membuat keputusan untuk kembali ke Twitter. Keputusan pulang kandang ini menempatkan Dorsey sebagai Executive Chairman.

Tugas utama Dorsey adalah seputar pengembangan produk. Tugas serupa pernah diemban Dorsey pada masa awal Twitter, setelah ia sempat menjabat CEO.

CEO pengganti Dorsey adalah Evan Williams –yang kemudian akan diganti oleh CEO saat ini Dick Costolo. Namun kini, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (29/3/2011), Williams justru ingin lebih ‘lepas tangan’.

Williams kini memiliki posisi sebagai ‘penasehat’ dan tak akan banyak berkecimpung dalam kegiatan sehari-hari Twitter. Tentunya, ia masih duduk di Dewan Direksi.

Bagaimana dengan Biz Stone? Saat ini pria dengan nama asli Isaac Stone itu duduk di AOL.

Perusahaan ‘lawas’ AOL memang sedang agresif di 2011 ini. Setelah membeli TechCrunch di 2010, mereka juga sudah mengakuisisi Huffington Post dan menempatkan Ariana Huffington untuk memimpin unit baru AOL.

Biz Stone duduk sebagai penasehat di unit bernama Huffington Post Media Group itu. Terutama, Stone akan sumbang pikiran soal ‘dampak sosial’ dalam strategi AOL. Stone mengaku ingin ‘menggalang perusahaan-perusahaan agar melakukan cara baru dalam berbisnis’.

sumber: http://elqorni.wordpress.com/2011/02/24/evan-williams-rancang-berjuta-cara-twitter-hasilkan-uang

http://www.wartatekno.com/memantau-gerak-gerik-para-pendiri-twitter

Henry Ford Bapak Otomotif Amerika

Henry Ford dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1863. Ia dimasukkan ke
sekolahnya pada usia 5 tahun oleh ibunya. Ketika akan berangkat ia harus
berlari-lari kecil menuju sekolahnya yang berjarak kurang lebih 2½ mil
itu. Dan dengan jarak yang sama pula kembali pulang pada saat gelap
telah turun, sampai di rumah. Dengan begitu ia harus membawa bekal
dari rumah untuk makan siang di sekolahnya. Tiga tahun kemudian ia
dipindahkan ke sekolah lain oleh orangtuanya tapi masih dalam jarak
yang sama.

Sejak masih kecil Henry telah menaruh perhatian yang besar
terhadap berbagai mesin-mesin. Hal tersebut amat mencemaskan
ayahnya. Ayahnya, William Ford menginginkan anaknya kelak menjadi
seorang petani atau pedagang besar dan sukses karena ia sendiri adalah
juga keturunan seorang petani. Akan tetapi Henry tidak berminat
terhadap pertanian. Kesukaannya kepada mesin-mesin itu kadang-kadang
sering menyulitkannya, karena ia harus melawan kemauan ayahnya.
Suatu hari seorang petani datang ke sekolah Henry sambil marahmarah.
Ia mengadu kepada guru di sekolah itu, dan menceritakan perihal
tingkah laku beberapa orang murid sekolah itu. Mereka dipimpin oleh
Henry untuk membendung sebuah sungai kecil yang mengaliri ladangladang
pertanian miliki petani tadi.

Bendungan tersebut mengakibatkan aliran sungai menjadi terhenti
dan mengakibatkan banjir yang tidak karuan. Sang guru langsung
berpaling dan berkata kepada Henry, “Pekerjaan apa ini, Henry?” tanya
gurunya dengan geram. “Kami tidak melakukan apa pun dan membanjiri
ladang itu, kami hanya membangun sebuah bendungan untuk
membendung air guna mengadakan percobaan kincir air untuk
penggilingan kopi. Bapak dapat melihatnya bagaimana hebatnya alat itu
bekerja,” elak Henry.

Serta-merta gurunya itu marah dan mengukum Henry. Kemudian
berkata kepada murid-murid yang lain, “Kalian harus belajar menghormati
masyarakat, dan menolongnya. Bukankah saya selalu berpesan begitu
setiap kali kalian akan pulang?” (Kejengkelan tersebut diucapkan sang
guru untuk menghibur si petani yang marah-marah tadi. Tapi ia tertarik
dengan pekerjaan yang telah dilakukan oleh murid-muridnya).
Setelah eksperimen di atas dianggap cukup berhasil, Henry menjadi
lebih tekun mempelajari cara-cara mesin bekerja. Di sekolahnya suatu
ketika, sewaktu pelajaran, sedang berlangsung, dengan bangga ia
bercerita kepada teman-temannya mengenai mesin-mesin yang
diketahuinya. Teman-temannya itu menjadi tertarik dan berkerumun di
sekelilingnya mengakibatkan pelajaran terganggu. Tiba-tiba gurunya
datang ke tengah-tengah kerumunan itu. “Henry!”, bentak gurunya
dengan geram dan menatap para murid-muridnya, “Apakah kalian tidak
pernah mencoba bagaimana untuk belajar yang baik? Apa gunanya kalian
datang ke sekolah ini. Ha? Sekarang kalian bersama Henry harus tinggal
di kelas sehabis pelajaran nanti.”

Gurunya itu memberikan kepada mereka sebuah mesin yang telah
dirusakkan lebih dulu. “Kalian harus membetulkan mesin ini!” gertak
gurunya itu. “Bilamana kalian tidak dapat memperbaikinya, kalian akan
mendapat hukuman lagi”. Akan tetapi Henry dengan tangkas
mengerjakan mesin tersebut hanya dalam jangka waktu kurang dari 10
menit segera selesai. Gurunya jadi kagum melihat bakat muridnya
tersebut.

Keterampilannya dalam bidang permesinan itu membuat ia mulai
dikenal orang. Ia sering memperbaiki mesin-mesin para tetangganya.
Banyak orang yang kagum akan bakat Henry itu, tetapi ayahnya
membenci pekerjaan itu. William Ford menginginkan anaknya menjadi
seorang petani yang baik. Tetapi hal tersebut tidak dapat dicegahnya
karena Henry mempunyai kemauan yang besar dalam bidang ini.

Setelah meningkat dewasa, dan merasa mampu untuk hidup mandiri.
Henry meminta restu kepada orangtuanya untuk mencoba hidup
merantau. Ia berjalan menuju kota Detroit. Di kota ini ia mendapatkan
pekerjaan pada sebuah pabrik. Ia mendapat gaji 2,50 dolar seminggu.
Tapi ia harus mengeluarkan biaya 3,50 dolar untuk biaya hidup dalam
waktu yang sama. Maka untuk menutupi kekurangan itu, ia menambah
pekerjaan ekstra sebagai pelayan pada sebuah toko permata. Dari toko ini
ia menerima 2,00 dolar. Sembilan bulan lamanya ia bekerja di pabrik itu,
sementara menjadi pelayan pada toko permata ketika pulang dari bekerja
di pabrik.

Suatu hari, tiba-tiba ia mendapat kabar perihal ayahnya yang sakit
keras. Ayahnya meminta Henry agar lekas pulang. Henry tidak dapat
berbuat apa-apa kecuali memenuhi permintaan ayahnya itu. Ia harus
kembali ke ladang!

Selama bekerja sebagai petani, Henry mempunyai ide untuk membuat
sejenis mesin yang dapat bekerja sebagai bajak di ladang-ladang. Ia tidak
menyetujui binatang-binatang dipekerjakan di ladang-ladang dan kebun.
Mereka menjadi banyak makan. Selama musim dingin mereka tidak
bekerja, tetapi makan terus. Henry menciptakan sebuah mesin yang
dapat bekerja di ladang-ladang untuk menggantikan hewan tanpa harus
terus-menerus memberinya makan. Hasil temuannya itu merupakan
sumbangan yang amat berarti bagi penciptaan mesin-mesin pertanian
kelak. Banyak orang yang tertarik kepada idenya. Di samping itu ia
banyak pula membantu para tetangganya telah sedikit demi sedikit
memakai mesin di ladang-ladang mereka. Henry begitu cakap dalam
bidang permesinan ini, sehingga ia dikenal sebagai ahli mesin satusatunya
di daerah itu, ini berlangsung selama beberapa tahun.

Karena tidak dapat meninggalkan tanah pertanian selama ayahnya
sakit. Maka ia banyak memperhatikan masalah dan kekurangan-kekurangan
yang diderita oleh para petani. Ia menyimpulkan bahwa para
petani tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak yang 24 hari dalam
setahun bekerja memproduksi bahan makanan. Henry berkata kepada
para tetangganya, “Bila waktunya membajak, mengolah tanah dan
menuai lebih baik, para petani harus menggunakan mesin-mesin atau
mekanisasi. Di samping pekerjaan lebih cepat selesai, dapat pula
memberikan upah yang layak. Ladang yang diolah dengan cara
mekanisasi dapat dan akan menekan biaya operasionalnya, selain
pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat, para petani dapat pula
menikmati hasil ladangnya dengan pendapatan yang pantas.”

Henry Ford menciptakan mesin pertaniannya yang pertama ketika ia
berumur 20 tahun. Percobaan yang pertama dari mesin yang kelihatan
aneh. Ini hanya mampu bergerak 40 kaki kemudian tiba-tiba berhenti.
“Saya mengharapkan mesin ini mampu membajak seluruh ladang-ladang
dalam waktu yang singkat,” kata Henry, “Tapi penemuan ini belum
mempunyai kekuatan yang berarti.” Traktor yang pertama ini masih
menunggu penemuan lain di negara itu, yakni penggunaan bahan bakar.

Sementara itu Henry Ford menyenangi seorang gadis manis di sebuah
kota lain. Tetapi gadis manis tersebut tidak menyukainya. Henry
memikirkan cara memecahkan problem itu. Ia membeli satu set
permainan sulap dan meminjam seekor kuda manis kepunyaan bapaknya.
Kemudian ia membuat sebuah jubah dari kain satin. Selanjutnya
mendirikan sebuah grup sulap di dekat rumah Clara Bryant, anak gadis
yang memikat hatinya itu. Dengan memakai baju rompi yang banyak
sakunya, juga sebuah jam yang dibuatnya sendiri dan dua buah sapu
tangan, Henry menunjukkan kebolehannya dalam bermain sulap. Henry
mengadakan dua kali pertunjukan yang selalu menarik di kala itu. Hal
tersebut sekaligus mencapai yang diinginkannya, menaklukkan hati Clara
Bryant yang semula tidak suka kepadanya.

“Ibu,” kata Clara Bryant kepada ibunya suatu pagi, “Saya kira laki-laki
yang bernama Ford yang mengadakan pertunjukan bersama kawannya di
samping rumah itu, saya yakin ia akan dapat terkenal di dunia.”
Henry tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Beberapa minggu
kemudian ia menghampiri ayahnya dan berkata, “Ayah, sekiranya saya
memutuskan untuk menikah, apa yang akan ayah berikan kepada saya?”
William Ford berpikir sejenak lalu katanya, “Engkau akan mendapatkan
delapan puluh acre (1 acre sama dengan 4072 m2) tanah, semua kayu
yang engkau inginkan dapat engkau potong sendiri untuk sebuah rumah.

“Baiklah,” sorak Henry. Kemudian ia mulai menebangi pepohonan di
tanah yang diberikan oleh ayahnya itu. Sebagian untuk dipersiapkan
untuk mendirikan sebuah rumah untuk keluarga kelak. Akhirnya apa yang
ia inginkan untuk menikahi Clara tercapai. Henry dan Clara menikah pada
bulan April 1888. Mereka hidup dengan menggarap ladang selama tiga
tahun di pemberian ayahnya. Pada suatu malam Henry berkata kepada
istrinya, “Clara, saya yakin kita akan lebih sukses, bila kita bisa pindah ke
Detroit. Saya akan membuat sebuah kereta kuda di sana. Di sini saya
terlalu sibuk!” Henry kemudian menerangkan kepada istrinya tentang
gagasan-gagasannya untuk membuat kendaraan yang digerakkan dengan
mesin.

Di Detroit ia mendapatkan pekerjaan di perusahaan lampu “Edison”
pada malam hari, sedangkan pada siang hari ia membuat kereta kudanya
untuk berlari. Selama dua tahun ia belum dapat menciptakan kereta
kudanya untuk berlari. Ia telah banyak menghabiskan waktu di
bengkelnya yang terbuat dari batu bata sederhana itu, sementara di
sekeliling para tetangganya melihat tingkahnya, menganggap Henry telah
gila.

“Sebuah kereta kuda!?” kata mereka, “kapan akan bergerak kalau
Henry tidak mendorongnya.” Tapi Henry Ford tetap pada pendiriannya.
Henry tidak berhenti bekerja di bengkelnya. Ia menumpahkan segala
perhatiannya dengan penuh konsentrasi terhadap idenya. “Barang apa
yang dikerjakan si dungu itu?” kata orang-orang yang melihat kelakuan
Henry itu. Kemudian mereka menyiramnya dengan air. Henry Ford tidak
dapat berbuat apa-apa, ia dalam keadaan miskin sekali.

Pada suatu pagi tahun 1893, sebuah kereta kuda siap untuk diuji
coba. Dengan kegigihan yang kuat dan cekatan yang membaja Henry Ford
mulai mengoperasikan keretanya, yang sangat membisingkan dan
mengeluarkan asap yang mengepul-ngepul di udara. Kereta itu meluncur
dari pabriknya menuju jalan raya. Tapi tidak jauh berlari. Baru beberapa
kaki saja beranjak dari bengkel tiba-tiba mati, dan tak dapat berkelok
karena tidak mempunyai kemudi. Akan tetapi mesin kereta itu kembali
hidup. Kini Henry telah membuktikan kepada orang-orang di sekelilingnya
yang selama ini menganggap lucu, dungu, dan tolol, sekarang tidaklah
demikian halnya.

Malam itu, Henry si perancang kereta itu merasa sangat puas dan
bahagia dengan hasil temuannya. Karya tersebut dirayakannya dengan
segelas susu panas, kemudian membantingkan bajunya yang basah oleh
keringat itu ke samping perapian, lantas meloncat ke tempat tidur. Untuk
menikmati mimpi yang indah yang untuk pertama kalinya setelah
meninggalkan tanah pertaniannya.

Ketika kereta ciptaannya diuji coba untuk kedua kalinya, istrinya ikut
ambil bagian, yaitu sebagai penumpang. Kreativitas mereka itu
menimbulkan sensasi, beberapa ekor kuda sekonyong-konyong terkejut,
lantas lari sekencang-kencangnya tidak tentu arah ketika kereta Henry itu
lewat di dekatnya. Suara kereta itu menimbulkan pekik yang
memekakkan telinga, lantaran kerasnya. Mendadak kereta itu terhenti
karena mesinnya mati.

Orang-orang menyaksikan keanehan itu serentak menyerbu,
mengelilingi benda yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Sertamerta
mereka bersorak, sebagian merasa kagum, tapi sebagian besar
menunjukkan rasa cemas. Sejumlah besar dari mereka mengeluhkan
suara yang ditimbulkan oleh kereta aneh itu sehingga mengakibatkan
kebisingan dan kegaduhan. Mereka berkata bahwa hal tersebut pasti akan
menimbulkan bencana, sehubungan dengan ia tidak dapat dikendalikan.
Ia hanya bisa lari lurus memanjat bukit dan meloncati tebing-tebing.

Mereka menasihati Henry Ford agar pekerjaan itu diberhentikan saja. Tapi
sang “penemu” itu menjawab, “Kereta ini harus lari, dan lari”, tapi itu
harus diperbaiki, kata mereka. Ford menjawab spontan “Saya sekarang
belum mempunyai dana dan tidak mempunyai koneksi yang dapat
membantu saya. Yang saya pikirkan sekarang adalah bagaimana dapat
menciptakan sebuah ’otomobil’.” Bertahun-tahun lamanya Henry
memikirkan bagaimana ia dapat menyempurnakan hasil karyanya itu.
Demikianlah sampai ia mampu menunjukkan kepada dunia bahwa ia telah
mendapatkan modal yang besar dan kuat, hasil dari gagasan-gagasannya
yang semula dianggap gila itu.

Ketika Henry Ford meninggal dunia pada tahun 1947, ia mencapai
usia 83 tahun. Sedikit sekali orang yang dapat memahaminya, tetapi
berjuta-juta orang tahu bahwa kereta kudanya telah mengelilingi dunia.

sumber: http://www.theprofessional.biz/article/101

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,427 other followers