Bermodal Rp500 Ribu, Franchise Cemal Cemil Suguhkan “Tempo Doeloe


RINDU akan panganan masa kecil membuat tiga wanita cantik ini mempunyai ide untuk menghadirkan kudapan-kudapan tersebut saat ini.

Disamping itu, keprihatinan mereka terhadap mainan anak-anak saat ini yang kebanyakan terbuat dari plastik, membuat mereka ingin menyuguhkan mainan semasa kecil yang penuh dengan kreativitas dan edukasi yang kebanyakan terbuat dari bambu.

Adalah tiga wanita yakni Eby Kartiati, Yeni, dan Satyo, yang mempunyai ide untuk mewujudkan hal di atas. Ketiga ibu ini mempunyai ide untuk mendirikan sebuah toko yang memfasilitasi kerinduan seseorang dengan masa kecil mereka.

“Awalnya pada 2003 mereka kangen sama makanan-makanan semasa kecil. Seperti cokelat Ayam Jago, permen berbentuk rokok, kudapan mi Anak Mas, hingga permen karet Chiclet. Selain itu mereka juga concern sama mainan anak yang semuanya dari plastik. Makanya diadakan lagi mainan seperti gangsing dan yoyo,” tutur Asisten Pemilik Toko Cemal Cemil, Wili, kepada okezone.

Ketiga ibu ini langsung turun tangan alias hunting bahan baku makanan-makanan dan mainan tersebut ke daerah-daerah. Saat ini bahan baku didatangkan dari suplier di luar kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Semarang, dan Bali, yang semuanya buatan sendiri alias home made.

“Barang-barangnya terbatas dan nyarinya di daerah-daerah. Tapi kalau sekarang tinggal telepon saja, nanti dianterin. Beda sama dulu yang harus terjun langsung,” tukasnya.

Wili mengisahkan, awal mula ketiga ibu-ibu yang bekerja di bidang periklanan tersebut bermodalkan Rp60 juta. Harga tersebut termasuk barang-barang dan properti seperti tokonya. Sementara omzet dari toko yang terletak di Jalan Kemang Selatan I Nomor 20, Jakarta Selatan, ini bisa mencapai Rp20 juta per bulan.

Dikatakannya, untuk kisaran harga di toko ini dimulai dari Rp4.000-Rp125 ribu. Di mana harga termahal itu berupa kaleng yang bahannya dari stainless steel.

“Sementara kendalanya kalau ada orderan partai besar karena pakai tangan, jadi harus pesan jauh-jauh hari. Paling enggak sebulan sebelumnya. Biasanya mereka pesan paket ulang tahun sama perkawinan. Dari awal berdiri sampai sekarang susah cari makanan Anak Mas yang model jaman dulu sama permen Benson,” tuturnya.

{Franchise}

Pihak Cemal Cemil juga mengadakan kerja sama dengan ritel dan individu untuk penjualannya. Saat ini pihaknya baru bekerja sama dengan Restoran Bumbu Desa, dan ke depan akan bekerja sama dengan Giant, Hero, dan Restoran Sambara.

“Kita juga di-franchise-kan, sistem kerja samanya namanya konsinyasi atau consignment. Kita taruh barang-barang di sana, mereka tinggal menyediakan tempat. Kalau individu beli dan datang langsung ke kantor, nanti kita sistemnya bagi hasil. Yang laku dibayarkan, dan yang enggak laku dikembalikan, dengan catatan kondisinya masih bagus,” bebernya.

Cara untuk individu ini, dijelaskannya, sangatlah mudah. Mereka hanya deposit dulu sebesar Rp500 ribu dan bebas memilih dan mengambil besaran barang dagangan sesuai dengan kebutuhannya. Target omzet dari franchise ini pun tidak ada, karena apabila barang yang diambil laku semua, tinggal dibayarkan saja sesuai dengan jumlah barang yang diambil.

“Nanti bagi hasilnya 20 persen. Nanti Kita pinjamkan bakul, tampah, dan taplak. Nanti dalam jangka waktu seminggu sudah ada yang laku dan dia mau apa aja disetorkan ke kita, terus mau stok lagi bisa, ambil dari toko,” pungkasnya. (ade) Ade Hapsari Lestarini – Okezone

sumber: http://economy.okezone.com/read/2011/09/26/455/507075/bermodal-rp500-ribu-franchise-cemal-cemil-suguhkan-tempo-doeloe

Advertisements

About wirasmada

Wirausaha Muda

Posted on 21/12/2011, in Kuliner. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: