Andi Bayu, Sosok Inovatif Dibalik Aneka Variasi Olahan Lele Modern ‘Lele Saurus’


Pecel lele merupakan jenis masakan yang familiar di hampir semua wilayah di Indonesia. Makanan yang terdiri dari lele goreng yang disajikan dengan sambal dan lalapan, hampir setiap sore sampai malam hari dapat dijumpai di warung tenda sepanjang jalan di kota-kota di Indonesia.

Selama ini bisnis pecel lele tidak pernah surut sepanjang waktu dan dapat tetap eksis bertahan dengan situasi ekonomi apapun. Hal ini karena bahan bakunya yang melimpah, dan harganya yang lebih ekonomis dibanding menu-menu kuliner lainnya. Dengan besarnya potensi bisnis yang ditawarkan, tak heran jika bisnis pecel lele cukup menggiurkan untuk digeluti.

Potensi inilah yang akhirnya dilirik oleh Andreas Andi Bayu, seorang pengusaha muda asal Umbulharjo, Yogyakarta. Andreas melihat, saat ini konsep bisnis pecel lele yang sudah ada masih sangat tradisional dan terkesan apa adanya. Oleh karena itu, Andreas berkeinginan untuk menaikan citra kuliner pecel lele dari makanan pinggir jalan, menjadi kuliner berkelas restoran. Kualitas masakan, pelayanan, tempat penyajian, sampai faktor kebersihan menjadi perhatian yang penting.

“Kualitas minyak goreng harus diperhatikan, sehingga masakan lele yang harusnya memberi kontribusi gizi yang bagus untuk tubuh kita menjadi kurang baik karena digoreng dengan minyak yang rata-rata telah jenuh dan kotor. Maksimal kami hanya menggunakan minyak goreng setelah dua kali penggorengan,” jelas Andeas saat dihubungi Ciputraentrepreneurship.com.

Merintis usahanya sejak Oktober 2009 di Yogyakarta, Andreas sadar betul akan besarnya potensi bisnis pecel lele, jika dikelola secara professional. Dengan berbekal modal sekitar Rp 20-30 juta-an, untuk menyewa tempat dan membeli peralatan, Andreas pun membuka usahanya. Dengan berbekal prinsip “sambil jalan”, Andreas pun pelan-pelan mengembangkan bisnis pecel lelenya hingga mencapai standar resto atau rumah makan yang ia dambakan.

Untuk meningkatkan image dan pemasaran prodaknya, Andreas pun memilih nama Lele Saurus, sekaligus membuat logo yang menarik dan mudah diingat serta dilengkapi dengan warna-warna yang menonjol. Dengan merek Lele Saurus, Andeas ingin menciptakan persepsi “besar” atau “raksasa” atau “purba” dalam produknya. Sama seperti harapan agar produknya bisa menjadi produk yang besar dan kuat serta bisa diterima di seluruh dunia.

Selain konsep produk, Andreas juga mengandalkan kreasi dan inovasi menu dalam mengolah pecel lele, sehingga membuat pecel lele kreasinya lebih variatif. Menu seperti lele lombok ijo, lele balado, mangut lele, lele crispy, lele fillet, lele asam manis, serta masih banyak lagi menu lele olahan Lele Saurus. Dari sembilan menu awal yang ditawarkan, saat ini sudah terdapat sebanyak 60-an menu yang siap dipesan oleh pelanggan.

“Kami juga mengadopsi menu-menu masakan berbagai negara untuk diubah bahan bakunya dengan bahan baku lele. Munculah menu-menu Lele Teriyaki, Steak Lele, Spaghetti Lele, Lele Katsu, Sandwich Lele, Burger Lele, Fried Catfish dan lain-lain,” papar Andreas, mempromosikan menu-menu andalannya.

Tak hanya itu, Andreas juga mencoba mematahkan asumsi bahwa lele berukuran besar tidak bisa diolah menjadi masakan yang lezat, karena terasa hambar. Dengan bumbu yang tepat dan metode masak yang sesuai, Andeas mampu menciptakan menu lele berukuran besar dengan berat mulai 5 ons hingga lebih 2 kg per ekor.

Lele Saurus mengembangkan usahanya dengan pola kemitraan, karena sejak pertama kali diperkenalkan, sudah banyak permintaan dari masyarakat yang menyukai konsep Resto Lele Saurus serta permintaan pelanggan di daerah-daerah yang meminta Lele Saurus membuka cabang di daerahnya.

Pola kemitraan ini dipilih agar masyarakat umum juga dapat terlibat dalam pengembangan usaha Resto Lele Saurus. Kini Lele Saurus sudah hadir di beberapa Kota di  Jogjakarta, Jawa Tengah, Jakarta dan Riau, dan sedang bersiap untuk membuka gerai di Kepulauan Riau, Banten, Bangka Belitung dan Jawa Timur.

Dengan berjalannya konsep restoran lele berkualitas super, membuat Andreas makin semangat dalam meluaskan pasar produknya. Dengan bantuan media massa, ia yakin usahanya akan makin dikenal luas di masyarakat, serta menginspirasi masyarakat untuk merintis usaha dibidang kewirausahaan.

Sebagai seorang pengusaha dibidang kuliner, Andreas mempunyai misi untuk membangun jaringan bisnis masakan lele modern di seluruh Kota di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, ia percaya, lewat Lele Saurus, ia akan merubah image pecel lele dari masakan pinggir jalan menjadi menu masakan mewah yang banyak dicari pecinta kuliner: Sebagai masakan yang kaya akan gizi, dan juga berkelas.

“Lele Saurus memberi nilai tambah untuk sebuah masakan lele, pengolahan yang sehat dan penyajian yang unik sehingga melahirkan menu-menu yang kreatif, variatif dan inovatif. Lele Saurus juga mengadopsi masakan-masakan dari berbagai negara, sehingga Lele Saurus disebut sebagai pusatnya masakan lele lerlengkap di dunia !” tegas Andreas menggambarkan misi yang ia emban.

Tertarik dengan Lele Saurus? Anda bisa menhubungi Andreas dengan alamat email info@lelesaurus.com.

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/11121-andreas-andi-bos-lele-saurus.html

About wirasmada

Wirausaha Muda

Posted on 09/04/2012, in Kuliner. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: