Sunarto, Mulai Usaha Kupat Tahu ‘Mang Oman’ Bermodal 200 Ribu, Kini Bisnisnya Merambah Berbagai Jenis Usaha


Awalnya Ato Sunarto menjalani bisnis untuk mencari penghasilan tambahan. Tetapi sekarang, bisnisnya justru menjadi sumber pendapatan utama. Apa kiat sukses bisnis Ato?

“Teman-teman kasih saran agar saya fokus dalam bisnis. Kalau tidak, bisa berantakan. Tetapi, saya punya pandangan berbeda. Saya tidak harus fokus, sebab saya punya orang-orang yang fokus. Mereka yang ngurusin bisnis saya, siang malam,” ujar Ato Sunarto, pemilik usaha kupat tahu bandung ‘Mang Oman’ di warungnya di kawasan Kota Jababeka, Cikarang, belum lama ini.

Di kawasan Jababeka itu, Ato memiliki tujuh unit usaha dengan berbagai jenis bisnis. Mulai dari warteg, warung bakso, tempat cucian motor, tempat kursus Bahasa Inggris, bisnis tanaman hias, dan distributor minuman. “Semua berlokasi dekat kantor saya sehingga mudah mengontrol bisnis itu,” kata ayah tiga anak itu.

Bisnis-bisnis yang dikembangkan Ato itu semuanya berskala kecil. Kelas warungan. Paling tinggi sekelas ruko dengan modal kerja antara Rp 15 juta sampai Rp 50 juta. “Pertama kali saya buka usaha, modalnya ya seadanya saja. Usaha pertama, kupat tahu bandung. Saya mulai usaha itu dari rumah, dengan memanfaatkan perabotan yang ada di rumah. Modal kerjanya hanya Rp 200.000,” ujar Ato yang memulai bisnis pada tahun 2005 itu.

Belakangan model bisnis yang dikembangkan Ato itu dicoba ditularkan kepada masyarakat yang berminat menjadi wirausaha. Usaha Ato itu dilakukan lewat kegiatan pelatihan gratis “Cara Cepat Buka Usaha Pake Jurus APH (Action, Pikir, Hitung).” Kegiatan itu dimulai Maret 2010.

Melalui pelatihan itu, Ato ingin menyampaikan pesan kepada karyawan yang berminat membuka bisnis agar jangan terlalu banyak pikir dan berhitung untuk memulai bisnis. “Kuncinya action. Setelah itu pikir dan hitung. Soal modal? Nggak usah pusing. Usahakan kita pake apa yang ada saja. Dalam bisnis yang penting bukan modal besar tetapi mimpi, semangat, dan langkah yang besar,” ujar Ato.

Selain sebagai pengusaha sukses, Ato yang pernah bekerja lima tahun sebagai bankir itu kini masih tercatat sebagai karyawan pada perusahaan kawasan industri di Cikarang. “Kata orang, saya ini amfibi karena hidup dalam dua dunia berbeda. Sebagai karyawan dan pengusaha. Itu tidak masalah. Sebab, saya nyaman dan menikmati prosesnya,” ujar suami Yuli Nugrah Heni itu.

Ato bersyukur perusahaan tempatnya bekerja tidak melarang karyawannya berbisnis, malah memberi dukungan. “Semula, saya juga berbisnis di bidang properti. Tetapi, dalam perkembangannya, saya stop dulu karena khawatir terjadi konflik kepentingan. Pasalnya, tempat saya bekerja juga bergerak dalam bidang properti. Maka, kini saya arahkan bisnisnya pada bidang lain, terutama kuliner,” katanya.

Kebetulan bisnis pertama Ato adalah kupat tahu Bandung. “Ide usahanya berawal dari acara selamatan rumah saya. Pada acara itu, antara lain, disajikan kupat tahu, buatan paman saya, Pak Oman. Lalu, muncul ide, kenapa tidak dagang kupat tahu saja. Tetangga suka dengan makanan tradisional dari Ciamis itu,” ujar Ato.

Saat ini, rumah tinggalnya itu —Jalan Rusa Raya— sudah disulap menjadi tempat usaha. Ato pindah rumah ke tempat yang tidak jauh dari situ. “rumah ini direnovasi untuk tempat usaha setelah pasarnya jelas. Awalnya, lakunya masih sedikit 10 porsi. Semuanya dikerjakan sendiri. Lalu, naik kelas, mulai pake gerobak bekas yang saya beli Rp 500.000. Semuanya melalui proses. Step by step, tidak bisa langsung gede,” ujar Ato.

Untuk mencapai sukses, seseorang perlu waktu dan kesabaran dalam perjalanan bisnisnya. Ibarat roda pedati, kadang berada di atas, kadang berada di bawah. “Saya bersyukur semua usaha saya menguntungkan. Mulai dari warteg hingga tempat kursus bahasa Inggris. Tetapi, jangan salah, saya berapa kali bangkrut. Nggak usah kaget. Itu risiko bisnis. Kita harus berpikir positif agar bisa mengambil hikmah dari peristiwa itu,” kata Ato.

Nilai lain yang dipegang Ato dalam berbisnis adalah berani berinovasi. Tidak heran bila pasarnya terus berkembang. Contohnya, membuat promosi saat hari-hari tertentu, seperti Hari Ibu dan Hari Kartini. Dan, Ato masih punya banyak trik bisnis. Kreativitas itu yang membuat pundi-pundi milik karyawan perusahaan properti itu makin penuh. (*/Warta Kota)

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/7391-fokus-dalam-bisnis-kunci-sukses-ato-sunarto.html

About wirasmada

Wirausaha Muda

Posted on 18/04/2012, in Kisah Sukses Wirausaha Non Alumni Smada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: