Fahrurrazi, Pemilik Sang Bintang School – Kampoenk Jenius: Menuju Indonesia Jenius


Sang bintang School memperkenalkan kembali makna mengajar dengna hati, dan belajar dengan pikiran. Dua kalimat yang seakan sudah hiang dari dunia pendidikan kita. Sehingga mengajar sering menjadi beban bagi guru, dan belajar menjadi ancaman bagi murid. Kita ingin generasi Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun kembali lahir. Generasi yang tak pernah kenyang dengan ilmu. Generasi yang tahu indahnya belajar…” (motto Teacher by Heart Sang Bintang School)

 

Motto di atas itulah yang menguasai pikiran dan hati Fahrurazi pendiri Sang Bintang School, lembaga bahasa Inggris. Dengan beraninya, lembaga ini menawarkan program Kampoek Jenius dengan waktu enam minggu yang dipopulerkan dengan tagline 6 Minggu Bisa! Dengan konsep sederhana namun efektif dan didukung pengajar-pengajar muda, Sang Bintang School mencoba mendobrak dunia pendidikan non formal dengan revolusi cara belajar. Sang Bintang School hadir se­perti menyengat kesadaran kita bahwa belajar itu mudah.

 

BELAJAR ITU MUDAII

Belajar itu mudah! Itulah visi ketika Sang Bintang School pertAma kali beroperasi. Anggapan kebanyakan masyarakat belajar itu sesuatu yang sulit membuat belajar menjadi momok di negeri ini. “Lalu apa jadinya negeri ini jika jutaan pemuda enggan belajar?” Demikianlah kalimat yang membuncah di dada Fahrurrazi. Menurutnya, “Tamatlah sudah riwayat negeri ini. Penjajahan di segala bidang takkan terelakkan, karena kita tidak siap dengan SDM yang cerdas dan terampil.”

Berbekal keyakinan bahwa kesulitan dalam belajar harus dipecahkan, ia memberanikan diri mengayunkan langkah di kotanya, Pontianak. Kasus bahasa Inggria menarik perhatiannya. Walau disejak SNIP sampai SMA, total 6 tahunan, Fahrurrazi melihat bahwa tidak serta-merta para siawa menguasainya. la takut bila hal itu berlangsung terus, negeri ini akan dibodohi masyarakat dunia. Memang masyarakat sekarang bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka terkadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebut.

“Tapi sedihnya belajar di lembaga kursus kadang-kadang juga mengulang permasalahan di sekolah. Siawa tidak juga pintar. Ada apa sebenarnya? Sekolah yang gagal, kursus yang tidak perlu, murid yang bodoh, atau guru yang tidak bisa mengajar?” tanya retorik Fahrurrazi

 

la takut bila hat itu berlangsung terus, negeri ini akan dibodohi masyarakat dunia. Memang masyarakat sekarang bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka terkadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebul,

 

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi lembaga kursus yang didirikannya, Sang Bintang School, untuk dipecahkan. itu sebabnya, la beroleh ide gemilang. Bila enam tahun tidak bisa, bagaimana halnya dengan enam minggu?

“Itulah pertanyaan pertama ketika orang membaca promosi kami. Tapi, sejak berdiri akhir 2004, dan diakui Diknas sejak 1 Juli 2005, program ini langsung diminati,” papar Fahrurrazi.

Keunikan lain sejarah Sang Bintang School adalah lembaga ini Bahasa Inggria oleh Para sarjana ekonomi, bukan sarjana bahasa Inggris atau sarjana pendidikan. Kala itu tiga sarjana ekonomi Abang Priana Ashri, Fahrurrazi, dan Yunsrino mulai mengelola sebuah lembaga pen­didikan berbasis ekonomi. Ekonomi sebagai studi ilmu yang meng­ajarkan keefektifan dan efiaiensi menjadi inspirasi lahirnya program efektif di Sang Bintang School.

 

 

BIODATA

FAHRURRAZI

Pontianak, 13 April 1984

Website: www.sangbintangschool.com

E-mail: Aji_alparisi@yahoo.com

 

PENDIDIKAN:

S1 Fakultas ekonomi Universitas Tanjung Putra

 

PERUSAHAAN:

Sang Bintang School – Kampoenk Jenius (lembaga belajar Engliah 6 Minggu Bisa! dengan Visi Usaha “Indonesia Jenius”

Website: http://www.sangbintangschool.com

Alamat: JI. Dr. Sutomo No 40 Pontianak

 

PENGHARGAAN:

2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri

 

KARIER/PROFESI:

Manajer Pemasaran Camel -Islamic Distribution 2003 – 2004

Manajer BMT Izzah Sejahtera Pontianak 2006 – 2009

Ketua Koperasi Farira 2008 – 2009

 

Dengan program ‘ambisius’ demikian, Fahrurrazi mengalami se­jumlah kesulitan ketika awal berdiri kursusnya. Bukan kesulitan men­jaring siawa, melainkan merekrut guru-guru yang kompeten. Banyak pengajar menyatakan ketidaksanggupan dengan target ini. Bagaimana mungkin belajar bertahun-tahun di kampus tetapi mengajar hanya 6 minggu? Baru ketika angkatan pertama selesai, dan hasilnya memuaskan, maka pengajar-pengajar lain mulai bersedia.

“Artinya perubahan memang sebuah mimpi, tapi harus ada yang memulai,” kata Fahrurrazi bangga. Ia memang boleh berbangga. Di angkatan ke-2, sekolahnya kebanjiran murid sampai lebih dari 240 orang. Rekrutmen pengajar pun berlangsung sangat selektif. Mereka harus mampu memilih guru yang ikhlas, manajemennya bagus, serta berkeyakinan bahwa muridnya jenius. “Kami butuh training intensif untuk mengubah pola pikir sang guru terlebih dahulu, dan ini ini memakan banyak waktu. Namun sebelum ini terjadi, sang guru harus yakin dulu bahwa mengajar bahasa Inggris dalam waktu yang cepat dan efektif bukan sesuatu yang mustahil.”

 

6 MINGGU BISA!

Slogan di atas, menurut Fahrurrazi, adalah target yang dibungkus dengan kurikulum yang efektif dan kontrak belajar yang aplikatif. Dalam benaknya, semua orang bisa melakukannya. Faktor utamanya adalah the man behind the gun. Apakah guru itu ikhlas dan serius membuat muridnya bisa dalam target waktu tersebut.

Mindset inilah yang menurut Fahrurrazi menutup potensi murid. Belum lagi metode yang sering kurang efektif diterapkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, “Kami terus menginovasikan program ini dengan brand “Kampoenk Jenius” 6 Minggu Bisa! Kenapa kami memberi nama ini, karena kondisi dan lingkungan harus dapat mensugesti murid secara positif.”

Selain terobosan dari segi target waktu, tim Sang Bintang School mencoba menelurkan metode yang semakin mendukung kesuksesan siswa. Yang pertama: jangan mencatat. Ada dua alasannya. Satu, bahasa Inggris bukanlah pengetahuan tapi sebuah skill. Alasan kedua, mencatat membuat siawa tidak berusaha keras memahami pelajaran dan cenderung tidak me­maksimalkan kemampuan otak yang sangat luar biasa. Metode kedua adalah jangan “menghafal” dengan cara konvensional. Hafalan akan terbentuk setelah terjadi pemahaman dan pengulangan yang ikhlas, bukan dengan pemaksaan yang mudah lupa. Metodenya yang ketiga adalah meniadakan peker­jaan rumah alias PR. Hal ini dapat dilakukan dalam proses belajar jika pembelajaran telah efektif, dan tentunya akan menghilangkan beban siswa.

Dengan target pencapaian yang telah ditetapkan, Sang Bintang School memberikan garansi mengulang gratis, jika siswa merasa gagal.

 

INDONESIA JENIUS 2015

Tentu saja, bukan sekadar cerita bahagia yang ada di balik sebuah bisnis. Ada kisah sedih, pahit, bahkan mengharu biru dalam sebuah perjuangan bisnis. Demikian pula halnya dengan lembaga kursus ini. “Setelah semakin meluasnya penerimaan masyarakat terhadap pro­gram yang ditawarkan, kami terus berproses. Kadang-kadang ada juga kesulitan dalam manajemen internal. Seperti bagaimana me­respon pemasaran, kualitas SDM, sampai mengoptimalkan kepuasan konsumen,” Fahrurrazi berkisah.

Namun karena timnya bertekad untuk serius, punya sedikit ilmu­nya (ekonomi dan manajemen) dan mau terus belajar, maka setelah akar masalah ditemukan, siatem dan target baru segera dicanang­kan.

Ada target mulia di balik kerja keras lembaga kursus ini. Fahrurrazi menekankan pentingnya keinginan timnya untuk menjadi sumber inspirasi berdirinya sekolah-sekolah efektif dan membuat kampung-kampung jenius di seluruh Indonesia. Benaknya penuh oleh keinginan untuk melejitkan bangsa ini dari ketidakpercayaan diri, untuk lebih bisa bersaing dan berkompetisi.

“Tanga kita sadari ketidakmampuan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam berbahasa, khususnya dalam bahasa lnggris membuat kita selalu minder. Kita mesti menghancurkannya, agar kepercayaan diri masyarakat dan bangsa ini kembali muncul. Dan kami berusaha ingin mewujudkan cita-cita besar itu, mewujudkan Indonesia Jenius 2015,” tambahnya berfalsafah.

Fahrurrazi tak sekadar omong besar. Ia kini membangun divisi ­khusus yang dinamakan “LEARNING LAB”, sebuah laboratorium yang terus menggodok dan menemukan metode-metode terbaik dalam proses pembelajaran serta “mencetak” instruktur-instruktur efektif. Ia juga sadar, keberadaan bisnisnya itu dapat menjadi pintu rezeki yang memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk masuk ke dalamnya. “Ketika terjun dalam bisnis secara total, terasa ketergantungan dan kedekatan pada Allah SWT. Dia membuka diri-Nya lebai lebar untuk proposal kita.”

Ia menyimpulkan bisnisnya ini dengan sederhana; tugasnya membuat belajar itu menjadi mudah.

 

Hukum Wirausaha #19

Kekuatan Pada Kepemimpinan

 

Bekerjalah dengan orang-orang terpercaya, karena jauh lebih bagus mendapatkan kesulitan dari orang­-orang yang terpercaya daripada mendapatkan kesenangan dari orang­-orang yang tidak dapat dipercaya.

Jerry E Goldress

 

SETIAP WIRAUSAHAWAN SUKSES adalah seorang pemimpin. Mustahil usaha Anda menjadi besar kalau Anda tidak bisa memimpin. Orang-orang yang tak bisa memimpin tak akan pernah bekerja dengan team, sebab setiap kali team-nya dibangun selalu ada kesulitan-kesulitan baru. la bahkan tak bisa memimpin dirinya atau rumah tangganya sendiri.

Pemimpin yang kuat akan menjadikan kewirausa­haan yang dimiliki sebagai motor yang menjadikan per­usahaannya tumbuh, naik kelas, dan berkembang men­jadi besar. Saya ingin berbagi kepada Anda beberapa hal berikut yang perlu Anda miliki:

  • Kalau usaha Anda kurang berkembang, periksa­lah kepemimpinan Anda. Jangan-jangan Anda salah memimpin orang. Mengangkat teman yang salah sebagai pemimpin, juga merupakan bentuk kepemimpinan yang kurang kuat. Angkatlah pemimpin, bukan pemimpi atau teman. Pemimpi tidak bertindak, mereka hanya memberikan janji-janji dan berkhayal sepanjang waktu.
  • Kepemimpinan Anda akan tampak dalam empat kategori, yaitu kemampuan mengeksekusi, mempengaruhi, membangun hubungan, dan berpikir strategis.
  • Orang yang memiliki kemampuan eksekusi, tahu bagaimana menjadikan sesuatu (to make things happen). Orang-orang seperti ini biasanya memiliki karakter-karakter seperti pemburu prestasi (achiever), fokus, pengatur pertemuan (arranger), disiplin, dan bertanggung jawab.
  • Pemimpin yang hebat, memimpin dengan kekuatan “pengaruh” bukan kekuatan otoritas Orang-orang yang memimpin dengan otoritas sangat mengandalkan jabatan, posisi, Surat keputusan, atau formalitas lain yang ia miliki. Sedangkan yang memimpin dengan pengaruh menggerakkan kekuatan dari team-nya. They follow you because they want to, they love to. Bukanlah jabatan yang menjadikan seseorang berpengalaman melainkan karena pengaruhnya, seseorang menjadi pemimpin.
  • Pemimpin yang hebat adalah bukan pemimpin adminiatratif. Adminiatrasi dapat dikerjakan oleh orang-orang administrasi yang memelihara siatem. PEmimpin adalah pembangun hubungan (relationship builders). la adalah orang yang merekatkan anggota team-nya. Membuka jendela pada dunia luar, dan memperoleh support dari kalangan yang lebih luas. la bekerja bukan semata-mata dengan kinerja, melainkan dengan empati, kerendahan hati. la bukan memimpin untuk meme­rintah, memperoleh kepatuhan dan kontrol, melainkan mendapatkan kecintaan dan harmoni.
  • Pemimpin besar berhasil menjadikan usahanya menjadi besar dan berkelanjutan karma ia mampu ber­pikir strategic. la bukan sekadar memimpin dengan mata dan hati, melainkan juga oleh daya pikir yang mampu membawa perusahaanya jauh ke depan, mencapai se­suatu yang tidak terpikir orang-orang di sekitarnya. Mereka menyerap informasi dengan cepat, memilih data yang re­levan, menangkap peluang dari ancaman-ancaman kriaia, mampu menyajikan jalan terbaik, dan memberi kekuatan kepercayaan. la juga seorang pembelajar yang viaioner yang didapat dari pengetahuan yang ia kuasai.
  • Raihlah kekuatan dalam 4 bidang diatas; ek­sekusi, influencing, relationship building, dan strategic think­ing. Jangan terlalu percaya pada ucapan-ucapan populia orang-orang yang angkuh, yang seakan-akan bisnisnya sudah luar biasa dengan menjelek-jelekkan salah satu dari keempat itu. Anda perlu membangun kekuatan baru, dan pengetahuan tetap penting untuk memperluas cakrawala Anda.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

About wirasmada

Wirausaha Muda

Posted on 06/06/2012, in Jasa and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: