Monthly Archives: June 2012

Fahrurrazi, Pemilik Sang Bintang School – Kampoenk Jenius: Menuju Indonesia Jenius

Sang bintang School memperkenalkan kembali makna mengajar dengna hati, dan belajar dengan pikiran. Dua kalimat yang seakan sudah hiang dari dunia pendidikan kita. Sehingga mengajar sering menjadi beban bagi guru, dan belajar menjadi ancaman bagi murid. Kita ingin generasi Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun kembali lahir. Generasi yang tak pernah kenyang dengan ilmu. Generasi yang tahu indahnya belajar…” (motto Teacher by Heart Sang Bintang School)

 

Motto di atas itulah yang menguasai pikiran dan hati Fahrurazi pendiri Sang Bintang School, lembaga bahasa Inggris. Dengan beraninya, lembaga ini menawarkan program Kampoek Jenius dengan waktu enam minggu yang dipopulerkan dengan tagline 6 Minggu Bisa! Dengan konsep sederhana namun efektif dan didukung pengajar-pengajar muda, Sang Bintang School mencoba mendobrak dunia pendidikan non formal dengan revolusi cara belajar. Sang Bintang School hadir se­perti menyengat kesadaran kita bahwa belajar itu mudah.

 

BELAJAR ITU MUDAII

Belajar itu mudah! Itulah visi ketika Sang Bintang School pertAma kali beroperasi. Anggapan kebanyakan masyarakat belajar itu sesuatu yang sulit membuat belajar menjadi momok di negeri ini. “Lalu apa jadinya negeri ini jika jutaan pemuda enggan belajar?” Demikianlah kalimat yang membuncah di dada Fahrurrazi. Menurutnya, “Tamatlah sudah riwayat negeri ini. Penjajahan di segala bidang takkan terelakkan, karena kita tidak siap dengan SDM yang cerdas dan terampil.”

Berbekal keyakinan bahwa kesulitan dalam belajar harus dipecahkan, ia memberanikan diri mengayunkan langkah di kotanya, Pontianak. Kasus bahasa Inggria menarik perhatiannya. Walau disejak SNIP sampai SMA, total 6 tahunan, Fahrurrazi melihat bahwa tidak serta-merta para siawa menguasainya. la takut bila hal itu berlangsung terus, negeri ini akan dibodohi masyarakat dunia. Memang masyarakat sekarang bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka terkadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebut.

“Tapi sedihnya belajar di lembaga kursus kadang-kadang juga mengulang permasalahan di sekolah. Siawa tidak juga pintar. Ada apa sebenarnya? Sekolah yang gagal, kursus yang tidak perlu, murid yang bodoh, atau guru yang tidak bisa mengajar?” tanya retorik Fahrurrazi

 

la takut bila hat itu berlangsung terus, negeri ini akan dibodohi masyarakat dunia. Memang masyarakat sekarang bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka terkadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebul,

 

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi lembaga kursus yang didirikannya, Sang Bintang School, untuk dipecahkan. itu sebabnya, la beroleh ide gemilang. Bila enam tahun tidak bisa, bagaimana halnya dengan enam minggu?

“Itulah pertanyaan pertama ketika orang membaca promosi kami. Tapi, sejak berdiri akhir 2004, dan diakui Diknas sejak 1 Juli 2005, program ini langsung diminati,” papar Fahrurrazi.

Keunikan lain sejarah Sang Bintang School adalah lembaga ini Bahasa Inggria oleh Para sarjana ekonomi, bukan sarjana bahasa Inggris atau sarjana pendidikan. Kala itu tiga sarjana ekonomi Abang Priana Ashri, Fahrurrazi, dan Yunsrino mulai mengelola sebuah lembaga pen­didikan berbasis ekonomi. Ekonomi sebagai studi ilmu yang meng­ajarkan keefektifan dan efiaiensi menjadi inspirasi lahirnya program efektif di Sang Bintang School.

 

 

BIODATA

FAHRURRAZI

Pontianak, 13 April 1984

Website: www.sangbintangschool.com

E-mail: Aji_alparisi@yahoo.com

 

PENDIDIKAN:

S1 Fakultas ekonomi Universitas Tanjung Putra

 

PERUSAHAAN:

Sang Bintang School – Kampoenk Jenius (lembaga belajar Engliah 6 Minggu Bisa! dengan Visi Usaha “Indonesia Jenius”

Website: http://www.sangbintangschool.com

Alamat: JI. Dr. Sutomo No 40 Pontianak

 

PENGHARGAAN:

2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri

 

KARIER/PROFESI:

Manajer Pemasaran Camel -Islamic Distribution 2003 – 2004

Manajer BMT Izzah Sejahtera Pontianak 2006 – 2009

Ketua Koperasi Farira 2008 – 2009

 

Dengan program ‘ambisius’ demikian, Fahrurrazi mengalami se­jumlah kesulitan ketika awal berdiri kursusnya. Bukan kesulitan men­jaring siawa, melainkan merekrut guru-guru yang kompeten. Banyak pengajar menyatakan ketidaksanggupan dengan target ini. Bagaimana mungkin belajar bertahun-tahun di kampus tetapi mengajar hanya 6 minggu? Baru ketika angkatan pertama selesai, dan hasilnya memuaskan, maka pengajar-pengajar lain mulai bersedia.

“Artinya perubahan memang sebuah mimpi, tapi harus ada yang memulai,” kata Fahrurrazi bangga. Ia memang boleh berbangga. Di angkatan ke-2, sekolahnya kebanjiran murid sampai lebih dari 240 orang. Rekrutmen pengajar pun berlangsung sangat selektif. Mereka harus mampu memilih guru yang ikhlas, manajemennya bagus, serta berkeyakinan bahwa muridnya jenius. “Kami butuh training intensif untuk mengubah pola pikir sang guru terlebih dahulu, dan ini ini memakan banyak waktu. Namun sebelum ini terjadi, sang guru harus yakin dulu bahwa mengajar bahasa Inggris dalam waktu yang cepat dan efektif bukan sesuatu yang mustahil.”

 

6 MINGGU BISA!

Slogan di atas, menurut Fahrurrazi, adalah target yang dibungkus dengan kurikulum yang efektif dan kontrak belajar yang aplikatif. Dalam benaknya, semua orang bisa melakukannya. Faktor utamanya adalah the man behind the gun. Apakah guru itu ikhlas dan serius membuat muridnya bisa dalam target waktu tersebut.

Mindset inilah yang menurut Fahrurrazi menutup potensi murid. Belum lagi metode yang sering kurang efektif diterapkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, “Kami terus menginovasikan program ini dengan brand “Kampoenk Jenius” 6 Minggu Bisa! Kenapa kami memberi nama ini, karena kondisi dan lingkungan harus dapat mensugesti murid secara positif.”

Selain terobosan dari segi target waktu, tim Sang Bintang School mencoba menelurkan metode yang semakin mendukung kesuksesan siswa. Yang pertama: jangan mencatat. Ada dua alasannya. Satu, bahasa Inggris bukanlah pengetahuan tapi sebuah skill. Alasan kedua, mencatat membuat siawa tidak berusaha keras memahami pelajaran dan cenderung tidak me­maksimalkan kemampuan otak yang sangat luar biasa. Metode kedua adalah jangan “menghafal” dengan cara konvensional. Hafalan akan terbentuk setelah terjadi pemahaman dan pengulangan yang ikhlas, bukan dengan pemaksaan yang mudah lupa. Metodenya yang ketiga adalah meniadakan peker­jaan rumah alias PR. Hal ini dapat dilakukan dalam proses belajar jika pembelajaran telah efektif, dan tentunya akan menghilangkan beban siswa.

Dengan target pencapaian yang telah ditetapkan, Sang Bintang School memberikan garansi mengulang gratis, jika siswa merasa gagal.

 

INDONESIA JENIUS 2015

Tentu saja, bukan sekadar cerita bahagia yang ada di balik sebuah bisnis. Ada kisah sedih, pahit, bahkan mengharu biru dalam sebuah perjuangan bisnis. Demikian pula halnya dengan lembaga kursus ini. “Setelah semakin meluasnya penerimaan masyarakat terhadap pro­gram yang ditawarkan, kami terus berproses. Kadang-kadang ada juga kesulitan dalam manajemen internal. Seperti bagaimana me­respon pemasaran, kualitas SDM, sampai mengoptimalkan kepuasan konsumen,” Fahrurrazi berkisah.

Namun karena timnya bertekad untuk serius, punya sedikit ilmu­nya (ekonomi dan manajemen) dan mau terus belajar, maka setelah akar masalah ditemukan, siatem dan target baru segera dicanang­kan.

Ada target mulia di balik kerja keras lembaga kursus ini. Fahrurrazi menekankan pentingnya keinginan timnya untuk menjadi sumber inspirasi berdirinya sekolah-sekolah efektif dan membuat kampung-kampung jenius di seluruh Indonesia. Benaknya penuh oleh keinginan untuk melejitkan bangsa ini dari ketidakpercayaan diri, untuk lebih bisa bersaing dan berkompetisi.

“Tanga kita sadari ketidakmampuan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam berbahasa, khususnya dalam bahasa lnggris membuat kita selalu minder. Kita mesti menghancurkannya, agar kepercayaan diri masyarakat dan bangsa ini kembali muncul. Dan kami berusaha ingin mewujudkan cita-cita besar itu, mewujudkan Indonesia Jenius 2015,” tambahnya berfalsafah.

Fahrurrazi tak sekadar omong besar. Ia kini membangun divisi ­khusus yang dinamakan “LEARNING LAB”, sebuah laboratorium yang terus menggodok dan menemukan metode-metode terbaik dalam proses pembelajaran serta “mencetak” instruktur-instruktur efektif. Ia juga sadar, keberadaan bisnisnya itu dapat menjadi pintu rezeki yang memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk masuk ke dalamnya. “Ketika terjun dalam bisnis secara total, terasa ketergantungan dan kedekatan pada Allah SWT. Dia membuka diri-Nya lebai lebar untuk proposal kita.”

Ia menyimpulkan bisnisnya ini dengan sederhana; tugasnya membuat belajar itu menjadi mudah.

 

Hukum Wirausaha #19

Kekuatan Pada Kepemimpinan

 

Bekerjalah dengan orang-orang terpercaya, karena jauh lebih bagus mendapatkan kesulitan dari orang­-orang yang terpercaya daripada mendapatkan kesenangan dari orang­-orang yang tidak dapat dipercaya.

Jerry E Goldress

 

SETIAP WIRAUSAHAWAN SUKSES adalah seorang pemimpin. Mustahil usaha Anda menjadi besar kalau Anda tidak bisa memimpin. Orang-orang yang tak bisa memimpin tak akan pernah bekerja dengan team, sebab setiap kali team-nya dibangun selalu ada kesulitan-kesulitan baru. la bahkan tak bisa memimpin dirinya atau rumah tangganya sendiri.

Pemimpin yang kuat akan menjadikan kewirausa­haan yang dimiliki sebagai motor yang menjadikan per­usahaannya tumbuh, naik kelas, dan berkembang men­jadi besar. Saya ingin berbagi kepada Anda beberapa hal berikut yang perlu Anda miliki:

  • Kalau usaha Anda kurang berkembang, periksa­lah kepemimpinan Anda. Jangan-jangan Anda salah memimpin orang. Mengangkat teman yang salah sebagai pemimpin, juga merupakan bentuk kepemimpinan yang kurang kuat. Angkatlah pemimpin, bukan pemimpi atau teman. Pemimpi tidak bertindak, mereka hanya memberikan janji-janji dan berkhayal sepanjang waktu.
  • Kepemimpinan Anda akan tampak dalam empat kategori, yaitu kemampuan mengeksekusi, mempengaruhi, membangun hubungan, dan berpikir strategis.
  • Orang yang memiliki kemampuan eksekusi, tahu bagaimana menjadikan sesuatu (to make things happen). Orang-orang seperti ini biasanya memiliki karakter-karakter seperti pemburu prestasi (achiever), fokus, pengatur pertemuan (arranger), disiplin, dan bertanggung jawab.
  • Pemimpin yang hebat, memimpin dengan kekuatan “pengaruh” bukan kekuatan otoritas Orang-orang yang memimpin dengan otoritas sangat mengandalkan jabatan, posisi, Surat keputusan, atau formalitas lain yang ia miliki. Sedangkan yang memimpin dengan pengaruh menggerakkan kekuatan dari team-nya. They follow you because they want to, they love to. Bukanlah jabatan yang menjadikan seseorang berpengalaman melainkan karena pengaruhnya, seseorang menjadi pemimpin.
  • Pemimpin yang hebat adalah bukan pemimpin adminiatratif. Adminiatrasi dapat dikerjakan oleh orang-orang administrasi yang memelihara siatem. PEmimpin adalah pembangun hubungan (relationship builders). la adalah orang yang merekatkan anggota team-nya. Membuka jendela pada dunia luar, dan memperoleh support dari kalangan yang lebih luas. la bekerja bukan semata-mata dengan kinerja, melainkan dengan empati, kerendahan hati. la bukan memimpin untuk meme­rintah, memperoleh kepatuhan dan kontrol, melainkan mendapatkan kecintaan dan harmoni.
  • Pemimpin besar berhasil menjadikan usahanya menjadi besar dan berkelanjutan karma ia mampu ber­pikir strategic. la bukan sekadar memimpin dengan mata dan hati, melainkan juga oleh daya pikir yang mampu membawa perusahaanya jauh ke depan, mencapai se­suatu yang tidak terpikir orang-orang di sekitarnya. Mereka menyerap informasi dengan cepat, memilih data yang re­levan, menangkap peluang dari ancaman-ancaman kriaia, mampu menyajikan jalan terbaik, dan memberi kekuatan kepercayaan. la juga seorang pembelajar yang viaioner yang didapat dari pengetahuan yang ia kuasai.
  • Raihlah kekuatan dalam 4 bidang diatas; ek­sekusi, influencing, relationship building, dan strategic think­ing. Jangan terlalu percaya pada ucapan-ucapan populia orang-orang yang angkuh, yang seakan-akan bisnisnya sudah luar biasa dengan menjelek-jelekkan salah satu dari keempat itu. Anda perlu membangun kekuatan baru, dan pengetahuan tetap penting untuk memperluas cakrawala Anda.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Anggara Kasih Nugroho Jati, Pemilik Bakso Kepala Sapi: Mengemas Bakso lebih Modern

Buat sebagian orang – terutama anak muda – bakso hanyalah sekedar makanan pengisi perut yang kelasnya tidak akan pernah naik alias selalu merakyat. Oleh karenanya, jarang ada pemuda atau pemudi yang mau menggantunkan nafkah dari usaha menjual bakso. Namun, di tangan Anggara, bakso tampil lebih modern, lebih enak, dan tentu saja..mendatangkan emas!

 

SIAPA YANG TAK kenal bakso. Hampir di setiap kawasan, selalu saja ada dagangan bakso yang menjadi favorit. Bakso, entah bakso apa saja, sepertinya memiliki penggemar sendiri dan membuahkan suplai yang tinggi pula. Dengan kata lain, berbisnis bakso seolah tidak terlalu menjanjikan; karena terlalu mengikuti arus, atau karena tidak ada lagi keunikan yang bisa menjadikan keunggulan.

Namun, hal ini tak membuat Anggara Kasih Nugroho Jati (24) berkecil hati. Kesukaan orang Indonesia terhadap, bakso ditangkapnya sebagai peluang. Berbeda dengan penjual bakso yang banyak ditemukan di berbagai tempat, di tangan mahasiawa Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu bakso dikemas sebagai sebuah usaha modern. Betapa tidak, dari usaha bakso bernama “Bakso Kepala Sapi” yang dikelolanya,  sulung dari dua bersaudara ini mampu meraup omzet Rp 1,1 miliar per tahun. Sebuah angka yang fantastic bagi seorang pemuda, lajang, dan masih menimba ilmu.

Usahanya dimulai pada 2003. Sebagai mahasiawa, bakso menjadi salah satu alternatif makanan ‘wajib’ karena dapat terjangkau kantong. Secara kebetulan, ia menikmati bakso di sebuah kedai kaki lima di Surabaya. Seperti tersirap, ia bukan hanya dimabuk kuah bakso-yang begitu sedap racikan sang penjual bernama H. Suharto tapi ­juga dibuai asa yang begitu besar. “Sejak itu, otak kiri saya langsung jalan dan saya langsung meminta beliau untuk bekerjasama,” ungkap, Anggara memaparkan ketertarikannya.

Penggemar bakso ini kemudian menyusun rendana membagi jadwal kuliah dan waktu untuk merintia usaha. Tujuannya agar usahanya nanti berjalan rapi, serta bisa berkembang dan diduplikasi Ia pun membuat hitung-hitungan modal dan bagaimana memulainya. Pucuk dicita ulam pun tiba. Tekadnya untuk membuka usaha bakso mendapat dorongan dari sang ayah, yang juga seorang wirausahawan.

 

Secara kebetulan, ia menikmati bakso di sebuah kedai kaki lima di Surabaya. Seperti tersirap, ia ia bukan hanya dimabuk kuah bakso-yang begitu sedap racikan sang penjual bernama H. Suharto tapi ­juga dibuai asa yang begitu besar.

 

Outlet bakso pertamanya di daerah Klampis, Surabaya, pun dibuka pada tahun yang sama. Lalu, dengan meminjam ruko milik orangtu­anya di Jalan Raya Kebonpedes, Kota Bogor, ia pun membangun outlet pertamanya di luar Surabaya pada 2006.

Kini, dia telah memiliki sejumlah “Bakso Kepala Sapi” yang menjadi pundi-pundi uangnya. Sebagian besar dijalankan di Bogor dan Surabaya, serta dijalankan melalui pola kemitraan dengan investor lain. Dari belasan outletnya, ia memperoleh pemasukan lebih dari Rp 1,1 miliar per tahun, dengan keuntungan bersih untuk dirinya sendiri di atas Rp 100 juta per tahun.

 

GIGIH DAN ULET

 

Sejak kecil, Anggara memang dikenal sebagai anak gigih. Ketika masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD), ia sudah mulai berjualan. Kala itu ia rajin berjualan mug dan petasan setiap menjelang hari raya umat Ialam atau Tahun Baru. Kemudian ketika remaja, karena hobinya bermotor-ria, ia pun tak segan menjual aksesori motor dan aksesori balap (racing). Saat kuliah, sebelum menjadi juragan bakso, ia juga dikenal teman-temannya sebagai penjaja baju, topi, knalpot, sepatu, sandal dan merchandiae lainnya. Pendek kata, di kalangan anak muda, ia terkenal sebagai penyedia layanan atau produk apa pun dalam arti positif. LMGA (Loe Mau Gue Ada), demikian mungkin remaja Jakarta akan mengomentarinya.

 

BIODATA

ANGGARA KASIH NUGROHO JATI

Purwokerto, 25 September 1984

Email: angga_knj@yahoo.com

PENDIDIKAN:

2003 — Sekarang Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

NAMA USAHA:

Bakso Kepala Sapi, Bakso Mas Karyo, Bakso Raden Website:

http://www.baksomaskaryo.com

http://www.baksokepalasapi.com

Alamat :Jl. Kebon Pedes No. 58, Kebon Pedes , Bogor, Jawa Barat

Telp/Fax : 0251 342 565, HP: 0817 329914

PENGHARGAAN:

2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri

 

Anggara nampak sangat jeli melihat peluang bisnis. Otak bisnisnya semakin encer setelah dia mendapat suntikan pengetahuandari seminar-seminar kewirausahaan di berbagai tempat. Lingkungan mendukung karena ia berbaur dengan sebuah komunitas pengusaha.

Ternyata semua usaha tersebut dilakukannya agar dapal mengumpulkan modal untuk mewujudkan mimpinya membuka usaha yang lebih menjanjikan. Hingga akhirnya ia mampu mengunipulkan tabungan Rp 50 juta, yang kemudian dijadikan modal awal merintis usaha “Bakso Kepala Sapi”-nya.

Dari seminar-seminar kewirausahaan yang diikutinya, ia banyak mendapat trik dan strategi usaha. Salah satunya adalah mengemas usaha bakso yang akan digelutinya beda dari yang lain. Ia ingin memperkenalkan bakso ke seluruh masyarakat dan membuat mereka dapat menikmati bakso dengan sensasi berbeda, tanpa terkecuali. Finalis Wirausaha Muda Mandiri 2008 ini pun menampilkan sebuah outlet bakso yang modern dan memiliki kekhasan. Untuk mewujudkan Anggara merogoh cukup banyak dana. “Saya gunakan Rp 35 juta hanya untuk keperluan dapur, kalau gedungnya sudah ada,” tutur Anggara.

 

BAKSO RENDAH KOLESTEROL

Ia juga mengerti benar bahwa sebuah usaha harus memiliki ciri atau kekhasan. Kekhasan rasa “Bakso Kepala Sapi” terletak pada sumber bahan dasar bakso dan kuah yang dipakai, yakni kaldu kepala Sapi.

Prediksi kalau bisnis baksonya akan berhasil menjadi kenyataan. Sejak awal pendirian, pundi-pundi keuntungan terus didapatnya. Satu hal yang membuatnya berbeda dari tukang bakso lain adalah moto yang terpampang dalam spanduk Bakso Kepala Sapi (BKS): “Jangan Mengkhayal! Kalau Berani Ambil Rasanya!!” Dengan tulisan yang sangat eye catching ini, Anggara ingin meyakinkan kepada para pengunjung, untuk tidak sekedar `meraba-raba’ rasa BKS. ” Sebaliknya datang dan temukan perbedaan rasa BKS racikan saya dengan bakso lainnya” papar Anggara penuh percaya diri.

 

Anugerah Bakso Kaki Lima

SUKSES ANGGARA KASIH Nugroho Jati dimulai dengan membuka usaha kuliner Bakso Kepala Sapi, usaha yang dimulai dari perkenalannya dengan pedagang bakso kaki lima, Suharto. Tertarik dengan keunikan rasa bakso kepala sapi yang dikatakan rendah kolesterol, mahasiawa Institut Teknologi Surabaya ini kemudi­an menjalin kerjasama dan membuat sistem waralaba yang menjadikan usaha­nya berkembang pesat di wilayah Jawa Timur dan Bogor – Jawa Barat. Berikut petikan hasil wawancara dengan jutawan muda tersebut.

Q: Nama Anda sangat panjang, apa artinya?

A: Anggara Kasih mengandung arti saya lahir di hari Selasa Kliwon. Nugroho artinya yang penuh anugerah, dan Jati mengandung arti agar saya kuat seperti pohon jati.

Q: Mengapa memilih usaha bakso dengan nama bakso kepala sapi?

A: Brand bakso kepala sapi itu dibuat supaya eye catching (menarik perha­tian) saja, membuat orang penasaran untuk datang ke counter dan ingin merasakan produk kami. Kemudian diharapkan setelah merasakan dan mendapatkan taste yang berbeda dari bakso kami, mereka datang kembali. Intinya hanya untuk menarik pelanggan saja.

Q: Memangnya Anda hobi makan bakso? Hobi makan juga?

A: Tidak, saya tidak suka makan bakso. Saya tidak bisa membuat bakso, tidak hobi memakan bakso, justru saya lebih suka makan mi ayam. Saya membuka usaha bakso karena saya perhatikan, biasanya penggemar mi ayam itu mayoritas kaum lelaki. Masalahnya, jumlah lelaki lebih sedikit dari kaum perempuan. Padahal kaum perempuan itu biasanya hobi makan bakso. Dengan demikian, perputaran cashflow-nya lebih cepat karena kebanyakan kaum ibulah yang memegang uang, kaum pria hanya mencari. Selain itu juga karena orang Indonesia gemar makan bakso. Kalau makan sih saya suka, tapi saya lebih suka memilih makanan dari segi kuantitasnya, bukan kualitasnya. Yang penting porsinya banyak.

Q: Tadi telah disebutkan bahwa bakso kepala sapi itu hanya sebagai eye catching. Apakah tidak ada unsur kepala sapi sama sekali?

A: Pertama kali maksudnya memang hanya untuk branding saja. Tetapi, belakangan ini kami telah menambahkan kepala sapinya secara langsung sebagai bahan bakso. Mulai dari daging di sekitar pipi dan daging-daging lunak yang berada dalam kepala sapi untuk campuran pembuatan bakso, juga tulang-tulang lunak dan daging yang berada di kepala sapinya pun digunakan untuk menu bakso kepala sapi spesial.

Q: Di samping membuka usaha bakso, apakah Anda memiliki keinginan lain?

A: Saya mempunyai komitmen, ambiai, dan vidi untuk mengembangkan makanan-makanan tradidional di Indonesia. Setelah bakso, saya ingin makanan seperti nasi goreng, pecel lele, dan makanan tradiaional lainnya, dipasarkan dengan satu konsep pemasaran yang bida go national bahkan go international, setelah diberi sentuhan branding.

Q: Dulu awalnya bagaimana bisa membuka usaha bakso, padahal Anda tidak suka makan bakso?

A: Sewaktu kuliah, saya berkeinginan membuka suatu usaha. Jadi terpaksa saya harus mencari dan mencoba-coba berbagai macam makanan, sampai saya bertemu dengan Pak Suharto yang baksonya selalu laris. Saya terpaksa mencoba berbagai macam bakso untuk dapat melatih taste saya dalam membedakan mana bakso yang enak dan bakso yang tidak enak, dan mana yang konsumen paling suka dan yang tidak suka. Saya juga keliling ke mana-mana mencari tukang bakso. Tapi tetap saja saya tidak suka makan bakso.

Q: Ada tip menjual bakso atau makanan yang enak?

A: kiat terpenting adalah mencari orang yang ahli memasaknya. Seperti ketika saya ingin berbisnis bakso, saya mencoba mencari orang yang ahli dan mahir membuat bakso seperti Bpk Suharto ini. Jadi jika kita ingin berbisnis kuliner, tidak berarti kita harus jago memasak. Cukup merekrut orang-orang yang jago memasak atau koki yang sudah menjadi the best. Maka kita akan dapat membuat suatu produk kuliner yang luar biasa.

Q: Saat ini sudah ada berapa outlet? Dan bagaimana jika ada yang ingin bekerjasama dengan anda?

A: Saat ini saya sudah memiliki sembilan outlet. Dan jika ingin bekerjasama dengan saya, dapat menghubungi saya.

Q: Untuk usaha ini, berapa kira-kira modal awal yang harus disiapkan?

A: Untuk satu paket itu sebesar 40 juta rupiah. Terdiri dari bahan baku awal sebanyak 100 kilogram, freezer kapasitas 620 liter, gerobak bakso dan gerobak es buah, ice crusher, pelatihan karyawan selama satu minggu, dan perlengkapan-perlengkapan lainnya. Yang perlu disiapkan oleh franchise hanyalah SDM, tempat usaha, dan peralatan outlet lainnya.

Q: Dari 40 juta rupiah modal awal yang disetorkan, kira-kira berapa income yang bisa diperoleh?

A: Perhitungan saya, jika dalam satu hari dapat menghasilkan omzet 1,5 juta rupiah, maka frnachise mendapatkan nett income sekitar 6,5 juta setiap bulannya.

 

 

Setiap outlet, kata lajang yang juga tercatat sebagai mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, tidak kurang menghabiskan sekitar 3-5 kg kepala sapi. Kepala sapi direbus bersama bumbu-bumbu lainnya supaya menghasilkan cita rasa yang lebili kuat dan bau yang lebih wangi. Karena pakai kepala sapi dan bukan paha sapi seperti kuah bakso pada lazimnya, kuahnya menjadi rendah kolesterol. Biasanya pada kuah bakso yang lain, lemak selalu menumpuk di atas. Kuah BKS lemak hampir tidak ada. Anda bisa lihat sendiri,”kata Anggara. Karena rendah kolesterol, BKS bisa dikonsumsi oleh mereka yang pantang atau menghindari makanan yang berkolesterol tinggi.

Selain BKS, tersedia pula Bakso Kambing (BK). BK dibuat dari  daging kambing pilihan.

Kekhasan dan cita rasa “Bakso Kepala Sapi” cepat merebak, hingga banyak pengusaha lokal berminat bekerjasama dengan Anggara, pria kelahiran Purwokerto, 25 September 1984. Sukses dengan cabang sebelumnya. di Kebonpedes, Bogor, ia kemudian membuka cabang di Mayor Oking, Cibinong. Cabang kedua di Bogor ini dijalankan melalui pola kemitraan investor lokal.

Kesempatan kerjasama tersebut dilakukan agar baksonya bisa lebih dikenal sampai pelosok Bogor, merajai Bogor, bahkan menembus pasar nasional.

Melihat animo masyarakat dalam menikmati baksonya, serta minat pengusaha untuk bekerjasama, Anggara pun seolah mendapal angin segar dalam upaya mengembangkan dan menduplikasi usahanya. Seperti angannya untuk lebih memperkenalkan “Bakso Kepala Sapi” sampai ke pelosok Bogor, ia pun mengembangkan usahanya dengan cara franchiae. Menurut dia, cara seperti itu sangat efektif karena merekrut investor untuk permodalan sedangkan dia hanya memborl “brand” usahanya. Jadi, tak harus khawatir usaha akan bangkrut, sebab usahanya dilakukan jaringan.

 

Karena pakai kepala sapi dan bukan paha sapi seperti kuah bakso pada lazimnya, kuahnya menjadi rendah kolesterol ‘Biasanya pada kuah bakso yang lain, lemak selalu menumpuk di atas. Kuah BKS, lemak hampir tidak ada.

 

Willy Maryanto adalah investor pertama yang berkerjasama dalam pengembangan “Bakso Kepala Sapi” Cabang Cibinong. Selanjutnya adalah Bambang (Ciawi), Yusuf (Ciomas) dan Ny. Olin (Padjajamn) Semuanya di Bogor.

Perjuangannya untuk menjadi pengusaha muda yang sukses di bisnis bakso dihadapinya tanpa pantang menyerah. “Kalau tidak begitu mungkin saya tidak banyak belajar. Perjuangan sekeras apapun akan saya lakukan untuk mewujudkan impian menjadi pengusaha muda yang sukses. Sepertinya itu akan segera menjadi kenyataan,” ujarnya.

Meski sukses dalam bisnis, ternyata penyuka motor gede ini harus bekerja keras untuk menyelesaikan kuliahnya. Pemuda yang gemar tampil plontos ini ingin segera menyelesaikan kualiahnya karena beberapa alasan. Pertama, untuk menyenangkan hati orangtuanya, Rachmanto Srie Basuki dan Anie Asmara. Kedua, untuk memenuhi tuntutan calon mertua. Ia juga masih ingin menambah ilmu bisnisnya dan menaruh minat untuk berkecimpung di bisnis properti.

Jika teman-teman mahasiawa ingin menjadi luar biasa, maka lakukanlah hal-hal yang luar biasa. Bertemanlah dengan orang-orang yang luar biasa, karena kita akan menjadi terbiasa dengan semua itu.

Hukum Wirausaha #18 Entrepreneurship DNA

Ketika lahir engkau menangia, tetapi dunia tersenyum gembira. Buat­lah hidupmu hidup sehingga ketika engkau mati, dunia menangisimu, tetapi ruhmu tersenyum menyambut surga..

Old Middle Eastern Blessing

 

BAGAIMANA SAYA TIDAK menjadi entrepreneur, saya lahir saja sudah dikelilingi barang-barang cagangan oranq tua,” ujar Ir Ciputra dalam salah satu seminar kewirausahaan belum lama ini. Tak lama kemudian, di usia kanak kanaknya, Ciputra menyaksikan sendiri bagaimana orang tuanya menyelesaikan transaksi, melakukan order, memenuhi janji, dan seterusnya.

Seorang pimpinan perusahaan lain asal dari Peka­longan bercerita asal – mula jiwa wirausaha yang tumbuh kuat dalam dirinya. “Saga tinggal di sebuah pabrik tekstil, Ayah saya adalah pemilik pabrik itu. Di pasar, kakak-kakak saya membuka toko. Selepas sekolah, saya diminta ayah mengayuh sepeda mengecek harga. Karena belum ada telepon seluler, saga harus mondar-mandir seorang diri, tanya sana tanya sini,” ujarnya mengenang masa lalunya. “Lama-lama intuiai saya jadi terbentuk. Saya menjadi cepat dalam mengambil keputusan dan peka dalam judgement,” katanya lagi.

Apakah yang membentuk jiwa wirausaha kedua orang di atas? Garis keturunankah atau sosialiaasi?

Dulu kita percaya menjadi wirausaha membutuh­kan darah wirausaha. Banyak orang mengeluh talk bisa menjadi pengusaha karena mereka bukan keturunan orang Tionghoa, Yahudi, atau orang Padang. Maka tak heran kalau usahanya tak maju-maju. Tetapi sekarang kita saksikan profesi sebagai wirausaha digeluti oleh orang dari berbagai kelompok etnik, latar belakang pendidikan, dan tentu saja ada sukses dan ada kurang beruntung.

Jadi, wirausaha bukanlah soal genetika, melain­kan pada siapa Anda mengekspos diri. Namun seperti kata pepatah, Anda menjadi sesuatu karena siapa yang menjadi teman-teman Anda, maka kita pun mengenal istilah entrepreneurship DNA, yaitu DNA perilaku yang di­dapat dari lingkungan kita untuk mendapatkan DNA ini,

 

 

Belajar, dapatkan dan kembalikan. Inilah tiga kunci kebahagiaan. Yang pertama kejarlah di bangku sekolah, yang kedua bungunlah karir atau bisnis, dan yang terakhir ketribalikan pada orang-orang yang kurang berun­tung sebagai rasa terima kasihmu.

-Jack Balowsek

 

perhatikanlah tip berikut ini:

  • Bergaullah seluas-luasnya dengan wirausaha sukses yang benar-benar profesional dan berpegan teguh pada etika. Tidak semua wirausaha itu murni pengusaha. Ada di antara pengusaha yang hanya mencari komisi yang kita sebut calo, atau pengusaha “plat merah” yang hanya bermodalkan koneksi pada pejabat dan menangkan tender karena menyuap. Mereka bukanhh pengusaha sejati, jauhilah mereka.
  • Milikilah benih-benih DNA kewirausahaan yang dasarnya adalah open mind (keterbukaan pikiran), disiplin, ekstrovert, kemampuan bersepakat, dan tahan banting.
  • Perkaya kemampuan membaca lapangan dengan mengasah intuisi dari persoalan-persoalan di lapangan.
  • Sekalipun Anda mendapatkan wariaan per­usahaan dari orangtua, Anda punya tugas memperluas usaha, dan memajukan usaha mereka. Bekerja lebih keraslah, jangan cepat putus asa atau merasa bahagia semata-mata karena menerima warisan belaka.
  • Jangan pernah merasa gengsi atau malu me­mulai segala sesuatu dari nol, karena semata-mata Anda anak seorang pengusaha.
  • Bila tak memungkinkan berusaha dari nol, be­kerjalah pada orang lain/perusahaan lain terlebih dulu. Rasakan dan nikmati rasanya menjadi bawahan dan memimpin pada perusahaan yang bukan milik sendiri.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Bayu Reksa Nugraha, Pemilik Babana Crispy: Quantum Leap

Hidup Bayu diawali dengan kenakalan masa kanak-kanak. Toh kenakalan itu malah berbuah jiwa wiraswasta  yang kuat. Usahanya maju berkat jiwa wirausahanya dan meneruskan usaha orang tuanya. Kini usahanya sudah menjadi dua grup besar, bidang pendidikan di Ganesha Group dan usaha kontraktor dan makan di Rexa Group. Kiprahnya pun sampai ke-9 kota di Indonesia.

 

BERDAGANG SEJAK  SD

BAYU REKSA NUGRAHA lahir di Tasikmalaya pada 23 Mei 1987. Hobinya menyanyi dan memancing. Ia menempuh pendidikan di SDN Padjajaran Tasikmalaya, kemudian ke SMP Tarbiyatul Mua’allimim Al-Islamiah Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo, lalu pindah ke pulau Kalimantan di SMKN 5 Samarinda dan selanjutnya Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur.

“Sejak SD, orangtua saya selalu mengajari saya untuk hidup berhemat, walaupun terkadang menurut saya teramat pelit. Untuk jajan di sekolah saya harus benar-benar menahan diri, karena jatah uang yang ada harus cukup selama seminggu. Namun kerasnya didikan orang tua saya ini ternyata ada hikmahnya,” kiaah Bayu. Sejak saat itu ia berpikir untuk bisa mendapatkan uang agar cukup untuk jajan di Kantin Caranya, uang yang ada dibelikan jambu tetangga sebelahk sekolah kemudian dijual kepada teman-teman. Jambunya mania, karena itu dagangannya laku keras, dan ia dapat mengisi pundit-pundinya. Tak  selesai di situ, jiwa dagangnya pun kembali bergejolak hingga ia giat berjualan benda-benda lain seperti gambar tempel dan kertas mewarnai. Bayu pun senang menikmati uang hasil jualannya sendiri.

Orangtua Bayu kebetulan seorang wirausahawan di bidang jasa pendidikan, dengan nama badan usaha Ganesha Group. Ia memiliki usaha orangtuanya itu. Setiap hari sepulang sekolah, ia membantu kantor perusahaan orangtuanya itu, sekaligus belajar. “Lama-lama saya pun resmi menjadi karyawan di kantor ayah saya, sebagai staf yang mengurus penempatan kerja bagi para siswa yang telah selesai belajar,” ujar Bayu.

Sejak bergabung sebagai karyawan di peru­sahaan orang tua, perubahan besar terjadi dalam hidup Bayu, ia mengaku. Bekerja membuatnya harus selalu mengasah otak, menemukan ino­vasi, dan berpikir kreatif. Apalagi ia kemudian ditempatkan menjadi kepala bidang marketing. Hal itu meyakinkan dirinya bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Pola pikirlah yang membatasi seseorang untuk sukses. “Memang Tuhan tidak akan mengubah seseorang, kecuali seseorang itu mau mengubah dirinya sendiri,” katanya bijak.

 

Sejak bergabung sebagai karyawan diperusahaan orang tua perubahan besar terjadi dalam hidup Bayu.

 

BANANA CRISPY

Setelah berbenti bekerja untuk menghadapi ujian nasional, Bayu bergabung lagi di Ganesha Group. Perusahaan wariaan orang tua­ saat itu sudah bergerak di bidang jasa pendidikan seperti kursus mengemudi mobil, komputer, bahasa Inggria, serta Ganesha College yang menjalankan program setara diploma. Kali ini Bayu ditempat­kan sebagai customer service merangkap bagian marketing.

Saat itu jiwa usaha Bayu mulai tumbuh. Kebetulan di kantornya ada sebuah ruang kantin untuk karyawan dan siawa-siawa yang sudah lama tidak digunakan. “Naluri bisnis saya kembali muncul. Lima puluhan karyawan ditambah lima ratusan siawa kursus setiap hari beraktivitas di tempat ini. Inilah peluang bisnis yang sangat bagus, pikir saya waktu itu,” kisah Bayu. Bermodal kompor bekas dan uang 81.000, ia memulai bisnisnya.

Pertama-tama ia berjualan es teh manis, kopi, dan piaang goreng. Dalam sebulan, modal Rp 81.000 berkembang menjadi ratusan ribu. keuntungan itu ia gunakan untuk membeli kompor gas. Seorang karyawan membisikkan kepadanya bahwa piaang goreng buatannya enak. “Saga pun berinovasi. Melalui beberapa eksperimen, Akhirnya terciptalah banana criapy,” ungkap Bayu.

 

 

BIODATA

BAYU REKSA NUGRAHA

Tasikmalaya, 23 Mei 1987

Email: bayureksanugraha@yahoo.com

PENDIDIKAN:

2005 -2006 D1 Programer & Tekniai Komputer, Ghanesa Col­lege Samarinda

NAMA USAHA:

Banana Criapy (Kuliner)

Alamat: A Awang Long No. 24, Samarinda, Kalimantan Timur

HP: 081347191169

PENGHARGAAN:

2008 Finalia Wirausaha Muda Mandiri

 

Dagangannya laris manis terjual di kantin kantor itu. Untuk memperluas segmen pasar, Bayu membuat gerobak kayu sederhana digunakan untuk berjualan Banana Crispy di halaman parkir kantor. Hasilnya sungguh luar biasa, pisang goreng bikinannya itu laris manis. Tanpa mengganggu jadwal kerjanya di kantor, ia terus mengembangkan. usaha pribadinya ini agar lebih besar. Salah satu strateginya, membuka stan di pameran-pameran. Setiap ikut pameran, dagangannya selalu ludes terjual. Keuntungan dari setiap jualan disisihkan untuk membuat outlet baru. “Masalah baru tersolusikan, ‘BERBISNIS TIDAK  HARUS MODAL BESAR,” tandasnya.

Selain membuka outlet sendiri, Bayu juga menerapkan ppola kemitraan dengan cara bagi hasil. Dalam waktu sekitar empat bulan, Bababa Crispy sudah memiliki 9 outlet ditambah beberapa diversifikasi lainnya seperti sebuah outlet batagor bandung, sebuah outlet bubur ayam bandung, dan sebuah kantin di kampus Ganesha College.

 

LEMBAGA PENDIDIKAN WIRAUSAHA

Melihat keberhasilannya mengelola usaha, sang ayah tertarik membuka jurusan wirausaha muda di Ganesha College. Bayu dijadikan koordinator dalam merealisasikan LPWI (lembaga Pendidikan Wirausaha Indonesia). la bertanggung jawab membangun dari nol sampai lembaga baru ini terealiaasi. Setelah setahun dipersiapkan, ak­hirnya LPWI beroperasi. Programnya berupa program wirausaha 1 tahun yang aplikatif dan menggunakan tenaga pengajar yang kompeten, mulai dari pengusaha, kepala daerah, hingga kepala-kepala dinas dan para pimpinan perusa­haan swasta nasional.

 

Setiap ikut pameran, dagangannya slealu ludes terjual. Keuntungan dari setiap jualan disisihkan untuk membuat outlet baru. “Masalah baru tersolusikan ‘BERBISNIS TIDAK  HARUS MODAL BESAR,”

 

REKSA GROUP

Selain mengelola perusahaan keluarga, seara perlahan-lahan Bayu merintis usaha pribadinya. Nama awal yang dipilihnya, REXA GROUP. Yang pertama kali menjadi perhatian Bayu adalah ketika ia mulai kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman. Di kampusnya ini terdapat kantin mahasisawa yang lumayan besar. Dari sekian kios yang ada hanya seorang mahasiswa yang berjualan.

“Iseng-iseng saya menyewa salah satu pojok di luar kios yang saya awali dengan sebuah gerobak. Hasilnya bagus. Dan saya pun kemudian menyewa kios,” ujar Bayu. Berbeda dengan kios yang lain, ia mengeluarkan menu istimewa. Selain itu, seluruh karyawan kios dibekali dengan konsep pelayanan prima dan memakai seragam. Hal yang  berbeda inilah membuat kios Bayu jadi market leader di kantin. Setelah itu Bayu bisa menyewa satu ruangan (hall) kantin, dan menciptakan tempat nongkrong yang asyik buat mahasiswa.

Konsep­n pun ia sesuaikan dengan target segmennya, menjadi cafe dengan brand “Icon cafe” the absolute campus escapede.

Memasuki 2009 ini, Ganesha Group memiliki beberapa unit usaha antaranya LPK Ganesha yang telah menambah 3 cabang baru.

Sedangkan REXA Group berubah nama menjadi Reksa Group, dan isekarang memiliki usaha di antaranya PT. REKA (General Contractor, Supplier, Trading & Diatributor) dan Reksa Food (Banana Crispy, Rumah Makan Bandung Mang Kasep, Icon Cafe, Bakmi Tasik).

Dari tahun ke tahun, ia merintis berbagai usahanya dari bawah. Namun,  dengan ulet ia terus membuat lompatan-lompatan. Sepertinya tak kasatmata, namun membuahkan hasil yang manis dan luar biasa. Semua itu resepnya sendiri, keinginannya untuk mengubah nasib diri sendiri.

 

 

Hukum Wirausaha #17

Kembangkan Intuisimu

 

Sebagian besar orang melihat dc­ngan pikirannya. Hanya sebagian kecil orang yang mampu melihat fakta dengan matanya sendiri dan menyaksi kan kebenaran.

–                    Rhenald Kasali

 

MASALAH TERBESAR BAGI kalangan terdidik dalam Menjadi wirausaha adalah terlalu intensnya cara berpikir formal logic (logika ilmiah) dalam mengambil keputusan. formal  Logic adalah cara berpikir yang dikembangkan ilmuwan untuk mendapatkan kebenaran ilmiah terhadap suatu hal. Cara ini sangat bagus untuk memutuskan tradiri berpikir berbasiskan mitos, namun untuk berbisnis perlu beberapa penyesuaian.

Dalam pendekatan formal logic, seseorang cenderung mengandalkan pikiran, melihat dunia dengan pikiran. Cara yang dikembangkan dalam tradisi ini adalah dengan mengumpulkan dan menguji data. Jadi segala, sesuatu dinilai dengan mengumpulkan dan mengolah data. Dengan semakin kompleksnya masyarakat, maka terjadilah spesialisasi-spesialiaasi, sehingga orang yang mengumpulkan data dan mengolah data bukanlah orang yang sama. Bahkan terdapat kecenderungan, kalangan berpendidikan mengambil peran sebagai pengolah data, sedangkan peran pengumpul data diderahkan pada mereka yang pendidikannya relatif lebih rendah.

Pendidikan bisa membuat Anda merasa “lebih”, dan menuntut “lebih” sehingga menjadikan Anda sebagai orang yang bekerja di belakang meja, jauh dari fakta-fakta di lapangan. Anda bekerja dengan pikiran, bukan dengan mata dan kepekaan panca indera. Efek negatif yang terja­di, para ilmuwan menjadi steril dan kurang peka terhadap perubahan. Padahal keilmuwan seseorang ditentukan oleh kemampuannya menjembatani fakta dengan data, bukan dengan memisahkannya.

Untuk berhasil dalam berwirausaha Anda perlu memilih kemampuan berpikir strategic (dikembangkan dari pengetahuan) sekaligus kepekaan intuisi. seba­gai usahawan terdidik, Anda sudah memiliki yang per­tama, namun untuk meraih intuiai Anda perlu melatih dan mengembangkannya. Anda bisa mendapatkannya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Tumbuh dari bawah. Jangan memulai usaha Anda dengan tumbuh dari atas. Sekalipun Anda menerima usaha sebagai warisan, tumbuhlah dari bawah, dari lapangan. Kuasai benar-benar keadaan di lapangan, kenali orang-orang yang berhubungan dengan bisnis Anda dari ujung tombaknya, akrabi masalah-masalah yang muncul, dan rasakan sendiri dengan panca indera dan perasaan-perasaan Anda bagaimana bekerja sebagai bawahan atau orang yang membantu perusahaan.
  • Perkaya pengalaman. Selain tumbuh dari bawah perluaslah wawasan pergaulan dan pengalaman, Dapatkan cara melihat dari berbagai perspektif dengan keahlian yang bervariasi, suka ataupun tidak suka. Poin dari pengalaman adalah melihat dan mengetahui, bukan melulu menjadi ahli dari bidang yang berbeda-beda. itu. Satu di antara yang Anda alami itu akan membentuk keahlian Anda, namun tidak semuanya.
  • Lepaskan ego, gengsi, rasa sok tahu, dan persepsi atas kekuasaan yang Anda miliki. Sekalipun Anda berpendidikan tinggi, saat memasuki dunia yang baru Anda harus memulainya kembali dari nol. Katakan­lah pada diri sendiri, “Saga siap belajar dan menerima pengalaman-pengalaman baru.” Tak ada buruknya me­lepas semua atribut untuk menyerap dan memperkaya diri. Hanya orang-orang yang terbelenggu yang sulit untuk membuka pikirannya.
  • Bukalah mata, telinga, dan pikiran. Tangkaplah segala hal yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran Anda. Orang-orang yang terlalu pintar sulit menangkap sinyal­-sinyal dan gerakan-gerakan yang dikirim orang-orang, alam, atau benda-benda bergerak karena semua sudah ada tafsiran otomatianya. Tangkaplah apa yang tersirat seperti getaran-getaran emosi, bahasa tubuh, intonansi, warna, getaran, gerakan, dan simbol-simbol lainnya. Cari hubungan antara semua yang Anda lihat dengan tindakan-tindakan yang diambil orang-orang.
  • Bekerjalah dengan emosi, namun kendali­kan emosi Anda saat bekerja dan memimpin. Dengan menghidupkan simpul-simpul emosi, Anda bekerja de­ngan hati. Namun emosi yang berlebihan dapat merusak hidup Anda. Perkayalah dengan pengetahuan untuk mengendalikan simpul-simpul itu dalam bekerja.
  • Latih intuisi setelah memiliki usaha yang besar dengan tidak memutus jalinan Anda dengan keadaan di lapangan. Asah terus dengan menghabiskan sekitar 25% waktu Anda pada apa yang Anda lihat sendiri, berada di tengah-tengah persoalan dan menangkap getaran-getarannya.
  • Uji setiap data yang Anda miliki dengan informasi lapangan. Terlalu percaya pada data bisa membuat – Anda kehilangan pijakan.Terlalu percaya pada intuisi dapat membuat Anda kehilangan kepercayaan. Jadi gunakan kedua-duanya agar Anda tidak tersesat.
  • Biasakan membuat keputusan. Untuk melatih in­tuisi, Anda harus mulai berani mengambil keputusan sedari muda. Sebab dengan mengambil keputusan, Anda akan mengerti dan merasakan sendiri akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang Anda buat. Perhatikan dan dengarlah umpan balik serta reaksi-reaksi yang muncul, baik yang ter­lihat kasatmata, samar-samar, maupun tersembunyi di balik perasaan orang-orang.
  •  Jangan takut mengoreksi keputusan yang Anda buat, kalau jalan yang Anda ambil ternyata salah. Biasakan­lah bereksperimen dengan beberapa cara, apakah cara langsung ataupun tidak langsung dalam melakukan treat­ment-treatment tertentu.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Andi Sufariyanto, Pemilik Adila Group: Demi Pensiun Muda

Karena ingin kaya di usia muda, serta punya kemerdekaan finansial dan waktu, Andi merintis usaha sejak dini. Ketika ditimpa kegagalan, ia segera bangun dan mengasah jiwanya agar senantiasa berfikir positif. Pengalaman gagal menjadikannya waspada dan selalu mengontrol usaha dengan ketat.

 

HARI INI ANDI Sufariyanto yang Anda lihat adalah seorang CEO sebuah kelompok bisnis yang mulai menggurita. Adila Group yang dibangunnya telah menjadi konglomerasi bisnis yang bergerak ke berbagai arah. Mulai dari distribusi garment serta produk spa dan aroma terapi, penyedia virtual ofjice, serta perusahaan investasi dan pengelolaan properti. Pendek kata, ia pengusaha sukses dan membuat iri banyak orang. Di usia 28 tahun kini, boleh dibilang ia telah memiliki segalanya.

Namun semua hasil manis itu adalah buah perjuangan pahit-getir Andi. Anak pertama dari seorang petinggi BUMN ini merintis usahanya sejak menginjak tahun pertama masa kuliahnya, ketika kebanyakan temannya masih asyik menikmati masa muda. Bahkan cita-cita menjadi wirausahawan pun sudah tertanam di benaknya dalamusia yang sangat dini. “Sejak SMA saga sudah tertarik dan bercita-cita menjadi pengusaha,” ujarnya.

Obsesi menjadi pengusaha makin mengental saat ia harus hidup mandiri, jauh dari orangtuanya. Selepas dari SMA Negeri II Padang, pria kelahiran Padang 8 Juli 1981 tersebut diterima di D3 Mesin Institut Teknologi Surabaya. Di rantau inilah Andi mulai merintis usaha untuk mendapatkan penghasilan.

Awalnya, pada 2001, Andi memilih jual beli telepon seluler (handphone). Ponsel yang ia bisniskan hanyalah ponsel bekas. Pasar sasarannya adalah rekan-rekannya sekampus, yang kebanyakan juga berkantong tipis.

 

BERALIH MENJADI MAKELAR

Merasa sukses membesarkan modal di bisnis HP bekas, pada tahun 2002 ia mengajak beberapa teman kuliahnya untuk membuka usa­ha service HP di wilayah Sidoarjo.

Namun usaha ini ternyata tidak berjalan lancar. Apa mau dikata, ketimbang terjadi pen­darahan keuangan yang lebih parah, dengan berat hati Andi harus menutup usaha servis ponselnya. “Saya sempat shock waktu itu. Tidak mengira sama sekali akan mengalami kerugian,” kenang penggemar rujak cingur tersebut.

 

Masa depan tidak ada yang bisa memas­tikan. Tetapi masa depan bisa dikontrol dengan langkah yang cermat.”

 

Namun ia tak sudi terus berkubang dalam kegagalan. Setelah sempat merenung beberapa bulan, perlahan-lahan Andi membenahi perasaannya untuk segera bangkit.

“Saya mempunyai prinsip, apa yang bisa saya lakukan hari ini akan saya kerjakan dengan upaya seratus persen. Masa lalu tidak diubah masa depan tidak ada yang bisa memastikan. Tetapi masa depan bisa dikontrol dengan langkah yang cermat,” ujarnya.

Naluri bisnis penggemar warna biru ini ternyata tidak pernah memudar. Dari kuliah yang dipelajari di kampus plus hobi modifikasi motor. Andi punya gagasan untuk membuka usaha bengkel mobil plus salon mobil rumahan (cuci mobil). Pada saat yang sama, ia juga mencoba eruntungan sebagai distributor beberapa produk massal asal Cina yang mulai membanjiri tanah air. Mulai dari aksesori sampai produk rumah tangga yang di pasaran lebih dikenal sebagai barang serba Rp 5.000.

 

BIODATA

ANDI SUFARIYANTO

Padang, 8 Juli 1981

Email: andiaufariyanto@adilagroup.com /

Andi_padank@ yahoo.com /

info@adilagroup.com

 

PENDIDIKAN :

2002 – 2005 S2 Magiater Manajemen – Universitas Gadjah Mada

1998-2001 S1 Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Surabaya

D3 Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Surabaya

 

PERUSAHAAN:

Adila Group

Distribusi garment : http://www.butikdannia.com

Produk Perawatan tubuh & aromatheraphy: http://www.rumahcantikku.com

Persewaan  kost: http://www.adilaproperty.com

Lisensi Sign Sysytem: http://www.panelneon-sby.com

Visual Office & persewaan kantor virtual: http://www.virtooffice.com

website: http://www.adilagroup.com

Alamat: Ruko Galaxi Bumi Permai, Blok J1  No. 23 A 25, Surabaya

Telp : 031 – 596 7623, Fax: 031 – 5967586

 

PENGHARGAAN:

2008 Finalia Wirausaha Muda Mandiri

 

Dari situ Andi merambah ke bisnis produk – juga dari kelas yang harganya merakyat. Pelan tapi pasti bisnisnya terus berkembang. Ia melangkah lagi dengan menjadi distributor busana muslim merk Dannia Collections. Pengalamannya sebagai makelar kini diterapkan dalam Skala lebih besar dengan prinsip kemitraan. Saat ini memiliki tidak kurang dari 150 mitra bianis yang tersebar di seluruh Nusantara. Dari sinilah ia mendapat sukses tak terkira karena jeli melihat peluang.

Untuk meyakinkan para mitra bianisnya dan menyemangati para pemula terjun ke wirausaha, Andi tak ragu berbagi ilmu dan pengalaman di berbagai forum. “Awali dengan bermitra, yakinkan calon mitra Anda atau investor untuk diajak bekerjasama dengan bisnis yang Anda gagas,” tuturnya. “Jika Anda dapat melakukan, itu merupakan langkah awal kesuksesan Anda dalam berbisnis,” lanjutnya.

Andi juga melirik bisnis kos-kosan eksklusif. Mengambil pelajaran dari kegagalan pertama, bisnis yang sering dipandang remeh ini dikelola dengan baik sehingga bisa berkembang menjadi bisnis properti yang terarah dan memberikan keuntungan optimal.

Tak berhenti hanya di situ, Andi terus menciptakan bisnis-bisnis baru. Bersama Laila Asri, iatri yang dinikahinya beberapa tahun lalu, ia membangun bisnis body care product, khususnya produk spa dan aromatherapy. Usaha dengan merek Pourvous ini terus dikembangkan menjadi entitas bisnis dengan prospek yang menjanjikan.

Setelah itu ia menciptakan Virto Smart Office, bisnis terpadu yang menangani penyewaan ruang kantor sekaligus perawatannya. Gagasannya berawal dari kebutuhan Andi ketika memulai bisnis. Ia sering kerepotan ketika harus mengundang klien atau mitra bisnis untuk rapat temu muka. “Banyak pertimbangannya. Kalau saya undang ke cafe atau hotel terbentur biaya yang tidak sedikit,” kenangnya. Bahkan untuk memberikan penawaran lewat fax pun harus ada yang mengoperasikan. Begitu banyak hal bersifat adminiatratif menghabiskan waktu jika diurus sendiri. Dari situ ia yakin jika para pebisnis pemula juga menghadapi kendala yang sama.

Virto menjanjikan fasilitas pendukung yang dapat diandalkan para penggusaha karena dapat mengubah fixed cost menjadi variable cost. Beberapa benda modal seperti mesin fax, fotokopi, scanner, dan sebagainya tak perlu dibeli sehingga meringankan pengeluaran tetap. Bahkan biaya sekretaris, administrasi, penerima dan pengiriman fax, pencatat pesan, fotokopi, kurir, penerjemah, proyektor sampai mencetak dokumen, bisa digeser dari biaya tetap biaya variabel.

Andi pun membuka usaha konsultasi dan pengurusan pengajuan kredit modal usaha ke bank, perpajakan, cara pembuatan laporan keuangan, hukum, SIUP dan NPWP untuk membuka usaha baru. Kepada para pelanggan, Virto berani menjanjikan penghematan biaya hingga 85% karena pelanggan hanya membayar sesuai dengan yang dibutuhkan. Intinya Virto Smart Office diharapkan bisa menjadi One Solution bagi pebisnis pemula atau yang ingin mengembangkan usaha.

 

KUNCI SUKSES: MEMBANGUN JEJARING

Dari pengalamannya berusaha, Andi menyadari benar pentingnya
jejaring bisnis. la yakin kesuksesan bisnis ditentukan oleh kemampuan
seseorangorang dalam membentuk jaringan dan bagaimana mengembangkannya. Maka ia pun mencoba memperluas jejaring bisnisnya dengan mengikuti Lomba Wirausaha Muda Mandiri 2008 lalu. “Tujuan saya, dengan mengikuti kegiatan ini saya bisa berkenalan dan membangun network dengan sesama pengusaha muda,” ujar ayah Alika Putri Adila ini.

Saat ini perhitungannya sudah pasti. “Saga ingin pensiun dini di usia 33 tahun,” ujar pria yang kemudian menyelesaikan sarjana mesinnya di ITS dan melanjutkan ke S2 Magiater Management di UGM. Ini berarti ia masih punya waktu 5 tahun untuk membangun kerajaan bisnis yang dicita-citakannya.

Yang jelas, saat ini PT Adila Imperium telah menjadi holding company atas beberapa anak perusahaan seperti Panehicon, Adila Property, Pourvous dan Virto Smart Office. Andi masih terus menata imperium bisnis yang dia randang akan berkonsep “commercial profitable enterpriae that works without me.” la ingin mencetak wirausaha baru di Indonesia dan memiliki 10.000 orang tenaga kerja yang bekerja bagi usahanya. Langkah-langkah itu terus digapainya, terus diraihnya, untuk menjadikan bisnisnya menggurita dan memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya.

 

Hukum Wirausaha #16

Raihlah Potensi Diri dan Kebahagiaan

 

Maaf Pak, saya memang tak punya. Hidup saya sangat meletihkan. Pagi-pagi saya sudah mengurus dapur produksi, siang di toko, sore kuliah. Se­tiap hari begitu saja.

Rhenald Kasali

 

SALAH SEORANG WIRAUSAHAWAN muda mengatakan aktivitas hidupnya padat. Saat dimintakan bahan-bahan tertulia untuk merangkum perjalanan membangun usa­hanya ia mengatakan, “Maaf Pak, saya memang tak pu­nya. Hidup saya sangat meletihkan. Pagi-pagi saya sudah mengurus dapur produksi, siang di toko, sore kuliah. Se­tiap hari begitu saja.”

la bahkan tidak tahu cerita mengenai dirinya sudah beredar di beberapa media cetak. Saat ditanya, ia meng­elak. “Saya bahkan tak pernah membaca. Saya fokus pada usaha, kuliah, dan membantu orangtua,” keluhnya.

Hidup bukanlah semata-mata untuk melakukan ak­tivitas demi aktivitas. Bagaimanapun juga kita perlu menye­lesaikan sesuatu mencapai hal tertentu. Betapa menjemu­kannya hidup jika setiap saat kita hanya bekerja-bekerja dan bekerja saja, atau berdagang-berdagang dan berdagang terus. Anda mungkin telah mencapai sesuatu, tetapi apakah itu yang Anda cari? Apakah itu tujuan akhir Anda ?

Setiap orang tentu ingin mencapai sukses tapi apakah arti sukses itu bagi Anda? Berikut adalah tip perlu saudara renungkan:

  • Renungkan dan luangkan sedikit waktu mendapatkan apa arti sukses bagi Anda dan bekerja menuju sukses yang Anda inginkan.
  • Jangan gunakan definisi sukses menurut teman, orangtua, saudara atau orang-orang lainnya. Mereka masing-masing memiliki panggilan yang tidak sama dengan anda. Semua harus dimulai dari apa yang anda inginkan dalam hidup ini.
  • Buatlah lebih tajam daftar yang Anda ingin saya tahu saudara lebih mampu menyusun daftar tang hal-hal yang tidak saudara inginkan. Bukan itu yang saudara butuhkan, sebab dengan daftar panjang tengang hal-hal yang tidak kita inginkan, Anda akan lebih banyak memikirkan hal-hal yang tidak kita inginkan daripada apa yang sesungguhnya diinginkan.
  • Berpikirlah lebih pada apa yang Anda inginkan Bila ini dapat Anda kuasai, maka Anda akan bekerja dengan passion, bukan rasa takut, cemas, atau segala hal yang tidak berempati terhadap kehidupan. Kebahagiaan dimulai dari kecintaan dan empati. Mereka yang membangun hidup­nya dengan passion akan memperoleh, menyelesaikan atau meraih sukses yang lebih besar daripada yang tidak.
  • Kembangkanlah potensi diri Anda dan temukan kekuatan pada potensi itu. Banyak sekali kaum muda yang terlalu asik dan terbelenggu dengan apa yang mereka mili­ki saat ini daripada yang biasa dikerjakan hari ini. Ini memang lebih balk daripada mereka yang berfokus pada apa yang mereka tidak miliki. Namun hasilnya akan jauh lebih hebat lagi, bila Anda juga mulai memikirkan potensi-potensi yang ada dalam diri Anda. Bekerjalah pada apa yang Anda in­ginkan karena itulah potensi Anda (whatyou wants) bukan pada apa yang Anda miliki saat ini (whatyou have).
  • Mulailah investasikan waktu Anda untuk menda­patkan dan menemukan potensi diri dan passion Anda sekarang juga. Kita tidak akan pernah menemukan tempat yang tidak pernah kita definiaikan. Anda mungkin ticak mengenal tempat itu secara detail dan spesifik, namun Anda harus tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan.
  • Potensi dan passion Anda adalah apa yang mem­buat Anda bekerja dengan penuh energi dan membahagiaan, menimbulkan kesenangan, dan menghasilkan imbalan keba­hagiaan yang besar. Temukanlah potensi itu sekali lagi dan jangan berhenti berpikir sebelum Anda menyadarinya.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Asri Tadda, Pemilik CV AstaMedia Link Perdana: Meraup Untung Nyata dari Bisnis Maya

Ketajamannya mengendus peluang, kemahirannya menerjemahkan peluang menjadi sebuah rencana bisnis, dan kecakapannya mengeksekusi rencana bisnis menjadi sebuah “mesin uang” telah menjadikan seorang Asri Tadda sebagai wirausaha muda yang gemilang.

 

 

JIKA ADA SARJANA Kedokteran (S.Ked) yang sibuk online di depan komputer ketimbang melakukan ko-asistensi di rumah sakit, Asri Tadda-lah orangnya. Jangan menduga ia sedang keranjingan bergaul lewat Facebook, Twitter, atau situs jejaring sosial lainnya, atau bermain online game. Calon dokter dari Universitas Hasanuddin ini justru sedang mengais pendapatan dari online.

Alih-alih terjebak dandu konsumsi media internet, Asri yang di jagad maya lebih dikenal dengan nama Asta Qauliyah ini justru memanfaatkan dandu itu untuk mengasah jiwa kewirausahawannya. Ia menangkap peluang besar mencetak penghasilan dari hobi berselancar di dunia maya ini.

Lelaki kelahiran Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 28 tahun silam ini meyakini bahwa belajar berbisnis sejak dini akan menjadi solusi untuk menghadapi kompetisi hidup yang kian meningkat seiring dengan semakin bertambahnya populasi penduduk negeri ini. Berbekal keyakinan itu, maka pada tahun 2005 — ketika masih berstatus mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Asri merintis bisnis advertising (periklanan) berbasis blog.

Untuk itu Asri membuat banyak blog dengan beragam tema terutama tema kedokteran dan kesehatan yang memang menjadi kompetensinya. Jadi kalau teman-temannya sesama dokter mempraktekkan ilmunya langsung kepada pasien, maka Asri tidak secara langsung menerapkannya. Dia memilih menjadi dokter internet yang menyebarkan ilmu kedokteran dan kesehatan yang dipelajarinya semasa kuliah itu kepada masyarakat luas melalui media blog.

Kini Asri mengelola sekitar 200-an blog dengan tema yang lebih luas dan lebih universal. Asri menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris pada blog-blog yang dikelolanya. Dia menyadari betul bahwa penetrasi blog menembus batas-batas geografis negara, sehingga penting baginya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pada blog-blognya.

 

Kalau teman-temannya sesama dokter memprakti kan ilmunya langsung kepada pasien, maka Asri tidak secara langsung menerapkannya. Dia memilih menjadi dokter internet yang menyebarkan ilmu kedokteran dan kesehatan yang dipelajarinya semasa, kuliah itu kepada masyarakat luas melalui media blog.

 

Bisnis yang dikembangkan Asri di ibukota propinsi Sulawesi Selatan ini bahkan kemudian meluas ke berbagai layanan — namun Itill berbasis internet. la juga menyediakan jasa internet marketing, web develompment, konsultan dan paling anyar mendirikan sekolah blog (blogging school). Asri juga mendirikan dan mengelola kafe yang dilengkapi fasilitas free WiFi. Agar positioningnya lebih mengena bagi para penggola blog yang menjadi sasaran pasarnya, is menamai kafenya berlokasi di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar ini dengan nama Kafe Blogger.

Menggunakan bendera AstaMedia Group, dalam jangka waktu dua tahun Asri membukukan omset Rp 480 juta per tahun — hanya untuk tiga perusahaan advertising berbasis blog-nya, yaitu Articles Trade Inc., SEOSEMID Inc., dan BuyLinkPost. Angka ini, kata Asri, meningkat secara signifikan pada tahun berikutnya. Tak heran, pada akhir tahun 2008 Asri meraih juara dua penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tingkat nasional yang digelar Bank Mandiri.

 

 

BIODATA

 

ASRI TADDA

Palopo, 3 April 1981

Email: asritadda@gmail.com

 

PENDIDIKAN:

1999 – 2003 S1 Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanudin Makassar

 

NAMA USAHA:

CV. AstaMedia Link Perdana (AstaMedia Group) (Blogging School and Internet Marketing Center)

Website: http://astamediagroup.com

Alamat: JI. Perintis Kemerdekaan KM8 No. 28 Tamalanrea, Makasar 90245

Telp/Fax : (0411) 590830, 582960

Email : info@astamediagroup.com

Website : http://www.astamediagroup.com

 

PENGHARGAAN :

2008 2 The Most Productive Writer in This Year-2004 Bari Penerbitan kampus (PK) IDENTITAS Universitas Hasanuddin

2008 Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana

 

Wirausaha Muda Mandiri adalah salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri yang ditujukan untuk mendukung berkembangnya semangat kewirausahaan kaum muda Indonesia melalui kompetisi kewirausahaan di kalangan generasi muda Program yang diselenggarakan sejak tahun 2007 ini sekaligus menjadi, ajang pembentukan jejaring bagi para pesertanya.

 

KUNCINYA PASSION

Sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Asri Tadda. Dia seperti anak muda kebanyakan yang senang bergaul, berselancar dunia maya, dan aktif di berbagai kegiatan dan organisasi. Asri tercatat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin periode 2001-2002, Ketua ­Umum Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kedokteran Unhas, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur, Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya), pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (PP IPMA-LUTIM), dan Direktur Program Sawerigading Institute.

Yang membedakan Asri dari kebanyakan mahasiswa lainnya atau bahkan dari para aktivis mahasiswa sekalipun – adalah kesadarannya akan potensi bisnis yang terbentang luas, dan visinya untuk menciptakan lapangan kerja – setidaknya untuk dirinya sendiri telah menjadikan penggiat portal opini Penakita ini sebagai seorang wirausaha.

Kecintaannya pada aktivitas blogging dimulai sejak pertama kali dia mengenalnya. Kecintaan kepada blog inilah yang kemudian mengiring Asri menemukan peluang bisnis di bidang ini. Berawal dari kegiatannya menulis jurnal online pada personal blog-nya itu, ia menyadari dari hobi bldg ini ternyata bisa menghasilkan keuntung. Maka beberapa bulan kemudian Asri mulai bergabung dengan teman-teman blogger-nya dalam forum Paid Review. Pekerjaannya adalah mengulas situs orang lain yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Atas pekerjaannya ini, ia dibayar oleh pemilik situs yang diulasnya. Hasilnya lumanyan, bisa mencapai US$ 10-15 per bulan.

Melihat peluang itu, Asri pun melanjutkan ke Paid Links. Dari sini ia bisa menangguk antara US $50-100 per link yang dijualnya untuk periode 1 tahun. Dengan banyaknya jaringan blog yang dimiliki oleh Asri, maka dapat dibayangkan betapa besarnya peluang penghasilan dari membuat review dan memasang link di blog-blog tersebut setiap tahunnya.

Besar kecilnya pendapatan ini didasarkan kepada jumlah peluang (visitor) yang singgah ke situsnya, peringkat situsnya di Google (google page rank), dan kualitas konten situs yang dikelolanya. Dari hanya menjadi seorang blogger biasa, kini Asri Tadda mengelola beragam bisnis online dengan cakupan layanan dan omzet yang jauh Ali besar. Beberapa bisnis tersebut yang cukup dikenal luas di du­nia internet adalah Articles Trade Inc (www.articlestrade.com), SEO‑SEMID Inc. (www.seosemid.com), BuyLinkPost (ww.buylinkpost.com) dan PublishMyArticles (www.publishmyarticles.com). Selain itu, kini Asri juga tengah mengembangkan layanan periklanan lokal melalui puluhan jaringan situs iklan baris dan meluncurkan free blog services dengan nama AstaLog.com (www.astalog.com).

 

MENULARKAN VIRUS WIRAUSAHA BERBASIS INTERNET

Dorongan untuk saling berbagi membuat Asri bertekad menularkan mencetak uang dari bisnis berbasis internet kepada masyarakat luas. Dia tidak ingin menikmati sendiri sukses bisnis di bidang ini. Apalagi, krisis ekonomi global sudah mulai terasa imbasnyanya kepada perekonomian nasional sehingga masyarakat dituntut untuk lebih kreatif menciptakan lapangan pekerjaan.

Maka Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pembangunan ksehatan (LKPK) Indonesia ini mendirikan AstaMedia Blogging School yang diluncurkan pada Februari lalu. Sekolah ini menawarkan tiga paket program blogging education. Ada paket basic blogging: untuk kalangan pemula, pro blogging untuk kalangan yang ingin mencari penghasilan dari blog, dan paket program blogging for professional untuk kalangan profesi tertentu seperti dokter, politisi, advokat, lawyer, dan sebagainya.

Asri menciptakan kurikulum terstruktur untuk proses transfer ilmu di sekolah blog ini. Kurikulum itu meliputi pengenalan tentang apa itu blog, bagaimana membuat dan mengelola blog, dan yang paling penting, bagaimana membuat blog menjadi ladang penghasilan yang subur. “Sekolah ini adalah upaya menyiapkan generasi melek internet, dan memahami serta bisa mengembangkan segala aspek potensional dalam aktivitas online,” kata Asri.

Pria yang kini memiliki kesibukan baru sebagai pembicara berbagai seminar dan talkshow tentang kewirausahaan ini menjanjikan blogging school yang dikelolanya dapat mencetak tenaga ahli, memiliki keterampilan blogging tinggi. Para siswanya, kata Asri, akan siap mendapatkan penghasilan dari blog hanya dalam jangka waktu maksimal tiga bulan. “Ya, di AstaMedia memang ada jaminan sepw itu,” ungkapnya tentang sekolah yang diklaimnya sebagai sekid:i blogging pertama di Indonesia ini.

 

Hukum Wirausaha #15 Tiupkanlah “Ruh” Pada “Brand” Anda

 

Meniupkan ruh, memberi kekua­tan dan nyawa agar brand bisa ber­gerak sendiri, hidup dan berdaya.

Rhenald Kasali

 

BIASANYA KALAU BERBICARA soal branding, usahawan muda terlalu terpaku pada hal-hal yang remeh-temeh seperti pemberian nama, logo, warna, dan desain. Logo, simbol, dan identitas memang perlu dirumuskan secara matang, namun tidak cukup untuk mengangkat brand Anda.

Lebih dari itu branding adalah sebuah upaya me­niupkan “ruh” pada produk dan usaha yang Anda bangun. Brand yang kuat akan memiliki spirit dan karakter, me­nimbulkan pengaruh yang kuat bagi konsumen dan komu­nitas yang ditempati brand tersebut. Brand memang sangat mahal untuk dibangun, namun uang saja takbisa membeli­nya. Semuanya terpulang pada pemilik usaha, apakah ia mau dan mampu meniupkan “ruh” pada brand-nya atau tidak.

Berikut ini adalah tip yang dapat dipakai oleh Wira­usahawan Muda Mandiri dalam membangun brand.

  • Apapun yang Anda lakukan pada brand, pada dasarnya Anda meniupkan karakter Anda. Maka jaga dan bangunlah karakter sebelum membangun brand Anda. Jangan biarkan Anda berkompromi terhadap hal-hal yang dapat merusak reputasi dan karakter Anda, karena ia puncapat mengkontaminasi brand Anda.
  • Setelah menetapkan identitas, cocokkan logo, nama, dan identitas produk Anda dengan sasaran pasar, konsep produksi, serta elemen-elemen penting lainnya yang berdampak pada proses komunikasi seperti kemasan, penetapan harga, dan pemilihan lokasi,
  • Branding dibangun dengan proses komunikasi namun komunikasi tidak melulu berupa iklan, dan iklan tidak melulu merupakan pesan-pesan komersial disajikan melalui media massa. Komunikasi adalah suatu keharusan, namun pilihan yang tersedia sangatlah luas. Carilah pilihan-pilihan berkomunikasi dan cara yang paling murah untuk membunyikan brand Anda.
  • Cara termudah dan termurah membangun merek adalah dengan pendekatan story telling dan menjadikan diri Anda sebagai story teller dengan produk atau usaha Anda sebagai story-nya. Maka buatlah story tentang proses Anda membangun usaha seunik dan seoriginal mungkin, agar business story Anda menarik perhatian.
  • Story telling melekatkan komunitas dengan story, dan tellernya. Story telling memperkuat asosiasi publik terhadap sebuah brand. Story telling capat berupa keunikan produk, proses pembuatan, temuan-temuan, perjalanan usaha, persoalan-persoalan hidup, tantangan-tantangan, pemberian nama, keterbatasan komunitas, teknologi yang diadopsi, dan segala hal lain yang mampu menjadi cerita yang menarik. Cerita-cerita itu bukanlah cerita fiktif yang manipulatif, melainkan cerita hidup yang menyemangati dan memberi inspirasi atau kekaguman. Temukan dan rangkailah cerita dari diri Anda.
  • Cerita hidup harus terus dibuat hidup. Buatlah event-event khusus yang bisa membuat cerita Anda terus hidup dan berkembang. Event-event itu dapat berupa event kenaikan kelas usaha, peluncuran produk baru, kon­sep baru, atau sesuatu yang Anda rangkai sebagai sebuah periatiwa lokal atau nasional.
  • Undang media dan berikan stimulus-stimulus non ekonomi pada media massa, apakah radio, media interaktif, surat kabar/majalah, televiai, atau media lainnya agar mereka tertarik mampir dan memberitakan tentang produk Anda atau usaha Anda. Bersikap terbukalah pada tawaran-tawaran media massa dan jadilah the beststory teller.
  • Konsiatensi identitas. Jagalah agar identitas dan brand Anda tetap konsiaten, baik dari pencitraan dan pem­beritaan. Jangan biarkan ia menjadi celotehan-celotehan neqatif yang merusak reputasi Anda.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.