Bandi Simarmata, Pemilik HOT Variasi: Dari Waktu Luang Jadi Mesin Uang


Banyak orang yang menganggap bahwa hobi hanya sekadar untuk mengisi kesibukan dan tidak bisa memberikan penghasilan untuk masa depan. Padahal, banyak orang sukses menunjukkan kebalikannya. Pria ini termasuk salah satunya. Awalnya hanya mengisi waktu luang dengan mengutak-atik sepeda motor sebagai hobi, tapi dengan sedikit kreativitas, ia menciptakan ‘mesin usaha’.

 

 

BERTENTANGAN DENGAN HARAPAN orangtua yang ingin anaknya menjadi pegawai kantoran, Bandi malah menjadi seorang pengusaha bengkel. Kini, ia bukan hanya menjadi pionir atas usaha sejenis di kampung halamannya, kesuksesan Bandi mematahkan anggapan bahwa menekuni hobi adalah kegiatan yang membuang waktu sia-sia. Meski pegawainya beberapa kali dibajak saingannya dan usahanya sempat mengalami kebakaran, Bandi berhasil bangkit dari keterpurukan dan membesarkan usahanya kembali. Kini usahawan muda ini sudah berhasil mempekerjakan 16 orang karyawan dan memiliki omzet Rp15-20 juta per hari.

 

BATAL JAD1 ORANG KANTORAN

Ingatan Bandi melayang ke masa kecilnya di desa Batu Marta, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Kenangan manic bersama ayah menjadi awal ketertarikannya pada dunia otomotif. “Sejak kecil saya merasa senang sekali clibonceng naik sepeda motor keliling desa oleh Bapak. Sehari saja tidak dibonceng, saya bisa merengek terus minta diajak jalan-jalan,” cerita Bandi.

Menginjak bangku SMU, ketertarikan Bandi pada sepeda motor kian membesar. Tanga persetujuan orangtuanya, Bandi nekat menguras habis isi tabungan untuk membeli sebuah skuter. Sambil menggandeng skuter barunya itulah Bandi kemudian bergabung pada sebuah klub Vespa di kota Palembang, KBS (King Blues Scooter). “Bersama teman-teman satu klub, saya mengikuti tur ke beberapa kota di Indonesia. Saya merasa amat bahagia saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sepeda motor,” ujarnya.

 

Tidak malu sertanya, karena ilmu bisa diperoleh dari mana saja. Setibanya di Jakarta, Bandi mendapati dirinya belum memiliki pengetahuan yang cukup seputar barang-barang otomotif. la tak segan sertanya kepada siapa saja yang ditemuinya.

 

Lulus SMU, Bandi meninggalkan kampung halamannya menimba ilmu di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah, Palembang. Namun, kesibukan kuliah tak membuatnya berpaling dari hobi lama. Bandi masih saja asyik berkutat dengan skuternya dan bergaul dengan sesama pencinta sepeda motor. Tahun 2004, Bandi menamatkan kuliah dan pulang ke kampung halamannya.

Di kampung ternyata ada begitu banyak orang yang memiliki sepeda motor. Sayangnya, belum ada satu pun usaha yang bisa menampung aspirasi anak-anak muda dan orang-orang yang menganggap sepeda motor sebagai bagian dari gaya hidup. “Ini yang menginspirasi saya untuk mendirikan usaha perdagangan, variasi, dan modifikasi, Serta jasa-jasa lain di bidang otomotif. Saya sudah punya ilmunya, hasil bergaul dengan sesama pencinta motor. Kini tinggal penerapannya,” paparnya dengan yakin.

Meski niatnya sudah mantap, cita-cita anak muda berdarah Batak ini untuk mendirikan bengkel terbentur dukungan dan restu keluarga. Maklum saja, layaknya kebanyakan orangtua lain, ayah dan ibu Bandi ingin anaknya menjadi pegawai kantoran, baik pegawai negeri sipil (PNS) ataupun pegawai bank. “Sampai lima kali saya memohon-mohon supaya bapak dan ibu man merestui keinginan saya membuka usaha,” tutur Bandi.

Perjuangan meyakinkan orangtua itu akhirnya berbuah basil. Meski sedikit kecewa, ayah dan ibu Bandi bisa menerima pilihan hidup yang diambil putra mereka. Bahkan, untuk membantu anaknya yang batal jadi “orang kantoran” itu, orangtua Bandi menyuntikkan bantuan modal sebesar Rp13 juta. Sepetak kios berukuran 4×6 meter di sebuah pasar juga dipinjamkan orangtuanya untuk menjadi lokasi bengkel buah hati mereka.

 

BERJUANG MENCIPTAKAN PASAR

Berbekai lampu hijau dari orangtuanya, Bandi berangkat seorang diri ke Jakarta untuk membeli kunci-kunci, suku cadang, aksesori, Serta berbagai keperluan bengkelnya. Tapi, di luar dugaan, ternyata tak mudah menentukan apa saja yang mesti dibelinya. Bandi sempat kebingungan melihat lautan barang-barang otomotif. Bukan hanya tidak tahu kegunaannya, sangat banyak benda yang baruu sekali itu dilihatnya.

 

BIODATA

BANDI SIMARMATA 

Sarimatondang, Sumatera Utara, 10 April 1980

Email: bandisimarmata@yahoo.com

Pendidikan

S1 Hukum, Universitas Muhammadiyah, Palembang

Nama Usaha

HOT VARIASI (penjualan sparepart, variasi, modifikasi, bidang otomotif roda dua

Alamat: Dusun Trimulyo, RT 01/RW 01, Batumarta II, Kec. Lubukraja, OKU, Sumatera Selatan

 

Penghargaan

2008 Juara I Kelas Bebek 4 tak Pemula. Kejuaraan Road Race LA Light di Palembang

2008 Juara Umum Kejuaraan Grasstrack Bupati Cup di Lahal

2009 Juara Umum Kejuaraan Grasstrack, di Tulang Bawang Lampung Utara

2009 Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri

2010 Juara Umum Kejuaraan Grasstrack Piala Bupati OKU Timur Cup di Blitang

 

Bandi tersadar bahwa ilmu otomotif yang didapat dari pergaulan dengan sesama pencinta motor belum cukup. Banyak yang perlu dipelajari kalau ia mau berhasil. Tapi, Bandi tidak patah semangat. Berusaha memanfaatkan waktu yang singkat, Bandi pun sertanya ke sana-sini, berguru kepada para penjual dan sesama pembeli yang ditemuinya di toko. “Saya tidak mau gagal sebelum mulai,” ujarnya.

Singkat cerita, Bandi kembali ke Batu Marta membawa barang belanjaan dan wawasan yang semakin luas. Hari pertama membuka usaha, banyak orang bingung menebak-nebak jasa apa yang ditawarkan bengkel milik Bandi tersebut. Bengkel bernama Hot Variasi ini memang bukan seperti kebanyakan bengkel lainnya yang menawarkan jasa memperbaiki sepeda motor, melainkan khusus untuk modifikasi dan variasi model kendaraan beroda dua.

lbarat pepatah `tak kenal maka tak sayang’, waktu itu cukup banyak orang yang mencemooh usaha Bandi. Tak heran, Batu Marta adalah daerah transmigrasi yang jaraknya jauh dari ibu kota. Meski jumlah penduduknya cukup banyak dan rata-rata memiliki penghasilan baik, mereka belum pernah melihat usaha seperti ini sebelumnya. Alhasil, sesama beberapa bulan Bandi hanya bisa gigit jari.

Kesuksesan memang tidak mudah diraih. sebelum roda usaha bergulir lancar, cobaan malah singgah silih-berganti. Baru tiga bulan bengkel Bandi beroperasi, pasar ternpat kios Bandi berada ludes dilalap api. “Masih untung barang-barang saya bisa diselamatkan,” ucapnya.

 

 

 

 

Menciptakan pasar. Saat belum banyak orang memhami jasa yang ditawarkannya, Bandi menggelar perlombaan modifikasi untuk mengedukasimasyarakat sekaligus menciptakan pasar bagi usahanya.

 

 

Tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan, Bandi langsung bangkit. la mengontrak kios yang berukuran 3 x 8 m di lokasi lain, “Saya sadar, waktu dan kesuksesan tidak akan menunggu saya. Kalau mau berhasil, saya tidak boleh bertopang dagu,” ungkapnya tegas.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Bandi pun memutar otak mencari cara yang lebih kreatif untuk menarik lebih banyak pelanggan. la sadar, kalau ingin bengkelnya ramai, masyarakat harus diberi tahu dulu layanan apa yang ia tawarkan. Bandi memberanikan diri mengadakan kontes modifikasi motor untuk anak-anak mufa. Selain itu, ia juga mulai rajin mengikuti roadrace dan kegiatan-kegiatan berbau otomotif lainnya. Di ajang tersebut, Bandi membangun koneksi dengan sesama pencinta sepeda motor sekaligus mempromosikan bengkel miliknya.

Usaha Bandi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Semakin hari, kian banyak anak muda berfatangan ke bengkel dan memanfaatkan jasanya. Bandi berhasil mendongkrak popularitas kegiatan otomotif dan modifikasi motor di desanya. Dari yang dulunya sepi, bengkel Hot Variasi milik Bandi menjadi tempat yang “hip” di kalangan anak muda.

 

KUALITAS DI ATAS SEGALANYA

Memang benar kata pepatah, di mana ada gula, di situ ada semut. Menyaksikan bengkel milik Bandi tak pernah sepi pengunjung, sudah tentu menarik orang lain melakukan bisnis serupa. Sejak itu terjafilah pertempuran untuk merebut pelanggan. Mulai dari adu kualitas, perang harga sampai saling membajak karyawan.

 

Tahan banting. Meski pegawainya dibajak oleh saingan dan sernpat mengalami musibah kebakaran, Bandi cepat bangkit dari keterpurukan dan kembali menekuni usahanya dengan serius.

 

Dua tahun setelah bengkeInya dibuka, pada 2007, Bandi serasa menelan pil pahit ketika 4 dari 5 orang karyawan andalan bengkelnya “bedol desa” ke bengkel saingan karena diiming-imingi gaji yang lebih besar. “Saat itu adalah momen paling buruk dalam usaha saya. Tetapi, meski terpaksa bekerja hanya bergua saja dengan karyawan yang masih tersisa, saya selalu yakin bahwa pada akhirnya konsumen bisa menilai siapa yang terbaik,” katanya.

Seiring waktu, Bandi mulai menghimpun teman-teman sehobi yang menurutnya bisa dipercaya dan fapat diandalkan. Bandi berusaha bangkit lagi dan memberikan yang terbaik dengan menampilkan ciri khas pada setiap proyek modifikasi yang fikerjakan di bengkelnya. la juga mencari titik lemah dari setiap kompetitornya.

Keyakinan bahwa konsumenlah yang akan menilai terbukti benar. Beberapa tahun kemudian, pesaing yang pernah membajak 4 orang karyawannya mulai jatuh bangun mencari pelanggan, sementara nama bengkel Hot Variasi kian berkibar. “Sekarang adalah saatnya saya membuktikan kepada orangtua dan keluarga bahwa hobi yang saya geluti selama ini bisa menjadi sumber penghasilan yang layak,” ucap Bandi bangga.

 

“Sekarang saya bisamembuktikan kepada orang tua dan keluarga bahwa hobi yang sleama ini saya geluti juga bisa menjadi pekerjaan yang layak untuk menghidupi banyak orang dan bisa mencetak banyak wiraswasta-wiraswasta muda lain.”

 

Kini usaha Bandi telah menempati ruko dua lantai milik sendiri dan mempekerjakan 16 orang karyawan. Hot Variasi–yang dalam bahasa Batak berarti “akan selalu’–yang awalnya hanya bergerak di jasa modifikasi, kini sudah memiliki beragam pelayanan, seperti tune up, bubut, korter, dan lain-lain. Setiap harinya, bengkel Bandi mampu melayani puluhan kendaraan bermotor dengan omzet Rp15-20 juta per hari.

la merekrut anak-anak putus sekolah dan didorong untuk berani membuka usaha sendiri. “Anak-anak itu akhirnya menjadi mitra binaan saya. Saya mengajari mereka teknik membuka usaha dan memberikan barang-barang untuk modal. Mereka tinggal mencari lokasi untuk mendirikan usahanya,” ujarnya.

Obsesi terbesar Bandi saat ini adalah menjadikan Hot Variasi sebagai usaha yang terbaik di bidangnya dengan motto ‘one stop modification’. “Maksudnya, memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan tepercaya, baik dalam penjualan barang maupun jasa di bawah satu atap. Jadi, orang tidak perlu pergi ke berbagai tempat untuk mendapatkan servis yang mereka butuhkan,” tutor Bandi mantap.

 

Mendahulukan kualitas. Strategi Bandi menghadapi pesaing persaingan adalah dengan meningkatkan kualitas layanan jasanya. Terbukti, usaha Bandi maju pesat, sementara kompetitornya mengalami kemunduran.

 

 

 

Tips

HUKUM WIRAUSAHA #3

Jeli Mencari Pelampung

 

Bisnis, lebih dari pekerjaan apa pun, terus-menerus berurusan dengan masa depan, yang meliputi perhitungan berkelanjutan, latihan nnengasah naluri dalam berpandangan ke depanHenry R, Luce

 

LANGKAH PERTAMA SELALU menjadi langkah yang paling sulit dan paling berat. Sayangnya, tanpa langkah pertama ini tidak akan ada langkah-langkah selanjutnya. Bandi telah mengentakkan langkah pertamanya dengan membuka bengkel di pasar. Sato rintangan telah dilalui. Namun, saat Bandi membuka pasar baru, belum ada orang yang pernah menawarkan bisnis serupa. Sehingga, jangankan konsumen, orang pun masih bingung dengan apa yang dikerjakan Bandi.

lbarat terdampar di suatu tempat, kita memerlukan pelampung sesegera mungkin. Sebatang kayu yang terbuang sia-sia pun dapat membuat kita mengambang di lautan. Setiap orang perlu mencari kayunya sendiri. Sayangnya, beberapa orang pemula gagal menemukan kayunya hingga ia tenggelam. Tetapi, bagi orang yang mau melatih diri dan ingin selamat, ia bisa mendapatkan kayunya.

Sebagai langkah awal, seseorang hares menentukan lebih dulu kayu seperti apa yang dapat membantunya segera mengapung. Dalam hal ini, Bandi terdampar di Pulau Bengkel. Tentu saja berpeluh keringat, oli, debu, dan bau bensin terasa berbeda dengan apa yang banyak dijalankan seorang sarjana. Bukannya di ruangan ber-AC, tetapi Bandi justru bekerja di ruangan yang kotor dengan oli dan minyak. Tetapi di situ ia mendapatkan kemandirian. Untuk mencapai hal ini diperlukan beberapa kejelian:

  • Melihat pasar apa yang dibutuhkan. Orang boleh saja mengatakan bahwa usaha ini hanyalah sekadar bengkel. Tapi, positioning menentukan masa depan. Meskipun ada jenis bengkel lain yang juga bisa diciptakannya—misalnya bengkel yang hanya sekadar ganti oli, bengkel khusus pengecatan, bengkel untuk akselerasi mesin, atau bengkel eksklusif untuk merek tertentu saja—Bandi secara kreatif memilih bisnis yang sesuai dengan jiwanya sebagai orang muda.
  • Mencari karyawan. Hal ini sudah dibuktikan dengan terjadinya pembajakan karyawan oleh kompetitornya. Ini menanclakan bahwa Bandi jeli dalam mendapatkan karyawan yang bagus. Namun risikonya, is harus selalu siap membangun kekuatan baru.
  • Belajar dari pengalaman. Saat menghadapi masalah, kita harus cepat belajar,jangan hanya menyesali dan march. Menerima keadaan dan segera melakukan introspeksi. Misalnya, sertanyalah mengapa karyawan meninggalkan kita? Saat mencari jawaban itulah Bandi menemukan cara untuk menjadi seorang profesional. la menyadari bahwa ternyata mengelola SDM sama pentingnya dengan mengelola bisnis itu sendiri.
  •  Mengelola usaha ke depan. Bandi harus berpikir membuka cabang lebih banyak atau membuat usaha baru yang lebih modern, Serta membuatnya lebih maju. Intinya, lebih menekankan pada pengembangan usaha. Usaha Bandi menyasar orang muda, paclahal kita ficlak selamanya menjadi muda. Saat usia menua, kita akan kesulitan membaca pasar segmen orang muda. Karena itu, kita harus merekrut orang-orang muda untuk melayani pasar kaum muda. Segmen orang muda merupakan moving target karena karakter orang muda berbeda setiap generasi.
  • Melakukan tinclakan untuk merealisasikan mimpi. Janganlah malu untuk mulai dulu dengan keadaan yang seadanya. Misalnya, Bandi memiliki atau menyewa tempat, lalu mulai menentukan langkah-langkah konkret. Jangan takut menyewa tempat dan membayar investasinya, karena tidak mungkin mencapai suatu tujuan tanpa langkah-langkah kecil.

 

Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 2: Kisah Inspiratif Anak-anak Muda Menemukan Masa Depan dari Hal-hal yang Diabaikan Banyak Orang. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

About wirasmada

Wirausaha Muda

Posted on 06/07/2012, in Jasa and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. kunjungi kami 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: