Category Archives: Kisah Sukses Wirausaha World Entrepreneur

Soichiro Honda Sang Pendiri Honda Motor Corp

Oleh: Dipankara Jayaputra

Soichiro Honda  Lahir di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang pada 17 November 1906, Honda dibesarkan dalam keluarga miskin.  Namun dengan Penuh Motivasi yang tinggi dari didikan Sang ayahn yang bernama Gihei Honda, seorang pandai besi yang mengelola bengkel reparasi sepeda, dan sang ibu bernama Mika  yang merupakan seorang penenun HONDA tumbuh menjadi seorang pribadi yang luar biasa. Sang ayah bisa mengerjakan bermacam-macam pekerjaan, bahkan menjadi ahli gigi jika diperlukan. Kepada anak-anaknya selalu ditekankan pentingnya SEMANGAT UNTUK BEKERJA KERAS dan cinta pada hal-hal yang berbau mekanis.

Honda kecil belajar bagaimana menajamkan mata pisau mesin pertanian, selain tentu saja bagaimana membuat mainan sendiri. Kepada kakeknya, Honda selalu meminta diajak melihat bagaimana mesin penggilingan padi bekerja. Honda benar-benar menyukai dunia permesinan. Sampai-sampai di sekolah dia mendapat julukan ’si musang berhidung hitam‘. Julukan ini kedengaran merendahkan, tapi sesungguhnya tidak. Malah cenderung bermuatan kekaguman. Julukan itu muncul karena wajah Honda selalu kotor gara-gara pekerjaan yang dilakukannya membantu sang ayah di bengkel pandai besi.

Berkat ketekunannya membantu sang ayah, pada usia 12 tahun, dia bisa menciptakan sepeda dengan model rem kaki. Pada usia 15 tahun, tanpa pendidikan formal yang memadai, Honda tiba di Tokyo untuk mencari pekerjaan. Dia mendapat pekerjaan memang, di sebuah bengkel bernama Art Shokai. Namun, bukan untuk mengurusi mesin, melainkan menjadi petugas kebersihan merangkap pengasuh bayi anak pemilik bengkel, Kashiwabara.

Namun, dengan semangatnya untuk belajar mesin terus menyala. Dia memanfaatkan waktu saat bengkel tutup untuk sekadar mengamati mesin mobil. Dia sangat bersemangat belajar mesin setelah menemukan buku tentang pengapian mesin di perpustakaan. Dia kumpulkan gajinya untuk meminjam buku itu. Sedikit demi sedikit, pengetahuannya tentang mesin bertambah dan suatu hari kesempatan itu datang, unjuk gigi mengurusi mesin mobil.

Majikannya terkagum-kagum ketika dia berhasil memperbaiki mesin mobil Ford model T keluaran 1908. Pada usia 22 tahun, dia dipercaya menjadi kepala bengkel Art di kota Hamamatsu. Di sana dia selalu menerima pengerjaan reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Setelah enam tahun bekerja, dia memutuskan pulang ke kampung halaman dan mendirikan bengkel sendiri pada 1928.

Honda mulai menapaki pijakan industrialnya pada 1935 dengan mula-mula memproduksi ring piston untuk mesin-mesin kecil. NAMUN ketika dia menawarkan ke sejumlah pabrikan otomotif, hasil karyanya tak dilirik, termasuk oleh Toyota. Ring piston buatannya dianggap tidak lentur sehingga tidak memenuhi standart pabrik. Kegagalan itu membuatnya jatuh sakit cukup serius.

Namun, dia segera bangkit. Dia berusaha mendapatkan ilmu tentang ring piston itu dengan kuliah di Sekolah Tinggi Hamamatsu, Jurusan Mesin. Siang hari, sepulang sekolah, dia langsung ke bengkel mempraktikkan pengetahuan yang didapatnya. Hanya saja, karena jarang masuk, dia dikeluarkan dari sekolah setelah dua tahun kuliah.

Berhenti kuliah tak membuatnya putus asa. Kerja kerasnya mulai membawa hasil pada 20 November 1937, ketika Toyota akhirnya menerima ring piston buatan Honda dan memberinya kontrak. Namun, batu ujian terus menghampirinya. Dua kali pabrik ring piston yang didirikannya hangus terbakar.

Bukan Honda namanya bila menyerah. Dia kumpulkan seluruh karyawannya dan memerintahkan mereka mengambil kaleng bekas bensol yang dibuang kapal Amerika Serikat (AS) untuk membangun pabrik. Pabrik dibangun, gempa bumi melanda. Tak ada pilihan dia jual pabriknya ke Toyota pada 1947. Honda kembali ke sepeda dengan kreativitas baru, menempelinya dengan motor kecil. Hasil kreasinya itu mendapat sambutan bagus.

Di bawah bendera Honda Motor Company yang didirikannya pada September 1948, berhasil memproduksi mesin-mesin kecil untuk digunakan di sepeda motor, lalu memproduksi sepeda motor utuh.

Berkat keandalan tekniknya yang luar biasa, dan dibantu pemasar cerdik Fujisawa, sepeda motor Honda akhirnya mampu mengungguli Triumph dan Harley-Davidson di masing-masing pasar lokalnya, yakni Inggris dan AS. Pada 1959, Honda Motorcycles membuka diler pertamanya di AS. Dan selanjutnya adalah sejarah ‘Sukses 1%’. Tahun lalu, pendapatan imperium raksasa otomotif Jepang yang kini diperkuat 167.231 pegawai itu mencapai US$94,24 miliar (Rp866 triliun), dengan laba bersih US$5 miliar. Kemegahan bisnis itu dibangun Honda dengan merangkak dari bawah, melewati badai demi badai kegagalan.

Kekuatan Honda berasal dari filosofi yang dibangun Soichiro Honda, yaitu menghormati individu dan tiga kebahagiaan. Menghormati individu, seperti dijelaskan dalam misi dan visi korporat Honda Motor Company, mencerminkan keyakinan Honda akan kemampuan unik manusia. Penghormatan fundamental ini menentukan hubungan perusahaan dengan rekanan, pelanggan, penyalur, mitra bisnis dan masyarakat. Honda meyakini bahwa setiap orang yang terlibat dalam proses pembelian, penjualan atau penciptaan produk harus menerima perasaan bahagia dari pengalaman.

Bersama-sama ketiga kebahagiaan itu menghasilkan kebahagiaan afiliasi-perasaan positif yang muncul dari hubungan dengan Honda. Dengan begitu, diharapkan masyarakat menginginkan keberadaan Honda. Tiga kebahagiaan yang dimaksud itu adalah, kebahagiaan memproduksi, kebahagiaan menjual dan kebahagiaan membeli.

Itu artinya, kebahagiaan yang diharapkan ada pada diri setiap orang bukan semata-mata kebahagiaan mendapatkan sesuatu, tapi yang terpenting adalah  kebahagiaan memberikan sesuatu yang terbaik.

Salah satu ungkapan yang sangat bagus dari Soichiro Honda  yang membuat saya bersemangat adalah “Banyak orang mengimpikan sukses. Bagi saya, sukses hanya bisa dicapai melalui kegagalan dan introspeksi berulang-ulang. Sesungguhnya, sukses merepresentasikan 1% dari pekerjaan Anda yang hanya bisa dihasilkan dari 99% yang dinamakan kegagalan.”

sumber: http://topmotivasi.com/kisah-sukses-soichiro-honda.html

Steve Jobs dan Visi Jauh Ke Depan Sang Bos Apple

Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar – selain visinya ke depan – yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user  friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah “John” Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett – presiden Hewlett Packard – untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal – meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin.  “Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,” sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan “diusir” dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.
sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/828/Steve_Jobs_-_Kekuatan_Kesederhanaan_Dan_Visi_Jauh_Ke_Depan/

Sang Pendiri Yamaha: Torakusu Yamaha

Yamaha Corporation didirikan oleh Torakusu Yamaha adalah salah satu perusahaan yang paling terdiversifikasi di Jepang, menawarkan berbagai produk dan jasa, terutama alat musik dan elektronik. Awalnya didirikan untuk memproduksi organ buluh pada tahun 1887, sebagai Organ Yamaha Manufacturing Company, perusahaan ini berdiri pada tahun 1897, dengan nama Nippon Gakki Company, dengan cepat memproduksi piano tegak. Mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk menggunakan teknologi yang sudah ada dan keahlian untuk memperluas ke pasar baru, Yamaha mulai memproduksi harmonicas selama Perang Dunia I dan tangan buatan phonographs pada 1920-an. Selama tahun 1950-an dan 1960-an, dengan pengalaman yang diperoleh selama Perang Dunia II, Yamaha mulai pembuatan perahu, busur untuk memanah, dan produk lainnya yang terbuat dari fiberglass yang diperkuat plastik (FRP). Pada tahun 1955, Yamaha Motor Corporation mulai produksi sepeda motor, dan pada tahun 1968, merilis sebuah sepeda off-road, Yamaha DT-1, menciptakan sebuah genre.

Dimulai pada 1970-an, Yamaha mengembangkan berbagai alat musik elektronik dan teknologi. Saat ini Yamaha adalah produsen terbesar alat musik di dunia, dan Yamaha Motor Corporation adalah produsen terbesar kedua sepeda motor. Yamaha berusaha untuk memberikan sebuah pengalaman kegembiraan dan kesenangan pelanggan. Ia memberi perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan selama pengembangan produk dan menyediakan layanan purna jual yang baik. Yamaha menjadi sponsor grup musik, acara kontes, kompetisi olahraga motor, dan program-program seperti sekolah musik Yamaha yang membantu mengembangkan pasar masa depan untuk instrumen musik; dan memberikan kesempatan seperti olahragawan dan musisi untuk menikmati produk-produknya.

Awal Tahun Pendirian

Yamaha Corporation nama perusahaan yang diberikan pendirinya, Torakusu Yamaha 20 April 1851-8 Agustus 1916). Ayahnya, seorang samurai dari Prefektur Wakayama, tertarik pada astronomi dan mekanika dan memberikan anaknya pendidikan modern. Yamaha belajar mekanik kepada insinyur Inggris, kemudian menyelesaikan magang di sekolah kedokteran Barat pertama di Jepang tepatnya di Nagasaki dan mengambil pekerjaan memperbaiki peralatan medis di kota terpencil Hamamatsu. Ketika sekolah Ia meminta agar dia dibiayai untuk memperbaiki dan membuat Mason & Hamlin buluh organ, ia menyadari potensi bisnis manufaktur organ di Jepang, dan pada tahun 1887, ia mendirikan Organ Yamaha Manufacturing Company, produsen pertama dari alat-alat musik Barat di Jepang , dan membangun organ buluh portabel pertama. Pada 1889, perusahaan itu mempekerjakan 100 orang dan menghasilkan 250 organ setiap tahun.

Yamaha mengamati bahwa piano tegak buatan AS menjadi lebih populer dan lebih murah daripada organ buatanya, sehungga Ia memutuskan untuk membuat piano tegak di Jepang. Pada tanggal 12 Oktober 1897. Tahun 1899, Kementerian Pendidikan Jepang mengirim Yamaha ke Amerika Serikat untuk belajar piano membuat dan menetapkan pemasok bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi piano di Jepang. Nippon Gakki mulai membuat piano tegak pada 1900 dan menghasilkan piano pertama pada tahun 1902, menerapkan keahlian dalam pertukangan sehingga menghasilkan pembuatan mebel yang lebih baik. Di St Louis World’s Fair di tahun 1904, piano dan organ Yamaha menerima Kehormatan Grand Prize. Pada tahun 1914, ketika Perang Dunia I penjualan harmonicas Jerman dibatasi di Jepang, Yamaha memperkenalkan harmonika pertama dan mulai mengekspor harmonicas di seluruh dunia. Yamaha terus memperluas ke bidang musik, meluncurkan produk berkualitas tinggi tangan buatan phonographs untuk penderita tangan yang luka pada tahun 1922.

Menghadapi persaingan dari instrumen buatan Barat, Nippon Gakki membuka program penelitian laboratorium akustik pertama di dunia pada tahun 1930. Pada tahun 1931, ia merancang alat musik akustik sederhanaa baru di Jepang. Pada 1932, ia mulai produksi pipa organ. Selama tahun 1930-an, perluasan sistem sekolah umum di Jepang menciptakan permintaan alat-alat musik Barat, dan Nippon Gakki mulai menghasilkan akordion dan gitar dengan harga yang kompetitif. Ini menghasilkan gitar akustik pertama pada tahun 1942.

Setelah Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, Nippon Gakki menurunkan produksi alat musiknya, dan mereka memproduksi baling-baling untuk pesawat-pesawat tempur, tangki bahan bakar, dan bagian sayap, dan akhirnya berhenti memproduksi alat-alat musik sama sekali. Teknologi baru yang dipelajari selama perang, manufaktur Nippon Gakki diaktifkan lagi untuk memproduksi cor logam sendiri yang digunakan sebagai frame piano. Pada tahun 1948, bisnis musik tiba-tiba meningkat ketika Departemen Pendidikan Jepang mewajibkan pendidikan musik di sekolah-sekolah umum. Pada tahun 1950-an, Yamaha adalah produsen piano terbesar di dunia. Pada tahun yang sama mulai memproduksi komponen audio, dan pada tahun 1955, ia menghasilkan produk pertama Hi-Fi record player.

Setelah Perang Dunia II, presiden keempat Yamaha, Gen-ichi Kawakami (Kawakami Gen’ichi, 30 Januari 1912 – 25 Mei 2002), mencari cara baru untuk memanfaatkan fasilitas manufaktur perusahaan, mulai serius menyelidiki pasar luar negeri. Ia mengunjungi Amerika Serikat beberapa kali, dan memproduksi mesin jahit, suku cadang mobil, skuter, utilitas roda tiga kendaraan, atau sepeda motor. Sejak pembiayaan untuk produk baru, Nippon Gakki mulai menggunakan bahan-bahan yang baru seperti serat gelas plastik (FRP). Pada tahun 1960, perusahaan memproduksi FRP pertama yang digunakan unutuk membuat perahu layar, kemudian memproduksi yacht, kapal patroli untuk Jepang’s Maritime Safety Agency, dan kapal-kapal nelayan oceangoing. Produk FRP lain, seperti busur panah, ski, dan bak mandi.

Yamaha Motor Company Limited

Perusahaan melakukan riset secara intensif dalam perpaduan logam untuk digunakan dalam piano akustik Yamaha telah memiliki pengetahuan luas mengenai pembuatan bahan yang ringan, namun kokoh dan dapat diandalkan dalam konstruksi yang membutuhkan bahan dari logam. Pengetahuan ini dengan mudah diterapkan pada pembuatan frame logam dan suku cadang untuk sepeda motor. Kawakami dan insinyur mengunjungi pabrik-pabrik Jerman untuk belajar bagaimana membuat sepeda motor. Prototipe pertama, dengan nama Yamaha YA-1, untuk menghormati pendiri Yamaha, selesai pada bulan Agustus 1954. Sepeda ini didukung oleh udara-pendingin, 2-stroke, 125 cc mesin single silinder. Prototipe diuji dengan dikendari sejauh 10.000 km yang belum pernah dilakukan sebelumnya, tes dilakukan untuk memastikan bahwa kualitasnya adalah kelas atas.

Keberhasilan YA-1 mendorong untuk mendirikan Yamaha Motor Co, Ltd pada tanggal 1 Juli 1955. Produsen sepeda motor baru diproduksi sekitar 200 unit per bulan. Pada tahun yang sama, YA-1 memenangkan kelas 125cc di dua acara balapan terbesar di Jepang. Tahun berikutnya, YA-1 menang lagi di Highlands Asama Race.

Pada tahun 1966, Toyota dan Yamaha bekerja sama untuk memproduksi edisi terbatas Toyota 2000 GT mobil sport, hingga sekarang masih dikagumi karena kinerjanya yang memuaskan. Pada tahun 1968, Yamaha meluncurkan Yamaha DT-1, sepeda motor off-road pertama di dunia, menciptakan sebuah genre baru. Yamaha XS 650, diperkenalkan pada tahun 1970, kesuksesan yang luar biasa itu mengakhiri monopoli sepeda motor Inggris. Hari ini, Yamaha Motor Company adalah produsen sepeda motor terbesar kedua di dunia (setelah Honda). Yamaha juga memproduksi kendaraan semua medan (ATV), perahu, snowmobiles, motor tempel, dan perahu pribadi. Pada tahun 2000, Toyota dan Yamaha membentuk aliansi.

Setelah periode krisis keuangan selama tahun 1980-an, presiden kedelapan, Seisuke Ueshima, mulai reorganisasi perusahaan pada tahun 1992. Untuk pasar yang sudah hampir jenuh, Yamaha difokuskan pada produk high-end, seperti seri piano Disklavier, dengan built-in komputer untuk merekam dan memutar ulang pertunjukan, yang bisa ritel lebih dari $ 30.000 dan membawa keuntungan yang lebih tinggi. Ueshima mendorong perusahaan untuk mengembangkan produk-produk baru. Pada tahun 1993, Yamaha berhasil meluncurkan seri Silent Piano, piano yang baik dapat dimainkan seperti piano akustik biasa, atau dengan suara mereka terdengar dan hanya terdengar ke pianis melalui headphone. Hal ini diikuti oleh Trumpet Diam pada tahun 1995, Diam Drum pada tahun 1996, Biola Diam pada tahun 1997, dan Cello Diam pada tahun 1998. The VP1 virtual VL1 akustik dan synthesizer.

sumber: http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-torakusu-yamaha-pendiri-yamaha.html

Jerry Yang Satu dari Duo Pendiri Yahoo!

Semua pengguna internet pasti tau Yahoo. Yah..benar Yahoo adalah situs penyedia layanan email. Yahoo! adalah salah satu merek internet terkemuka, dengan jaringan lalu lintas tertinggi di Internet, siapa orang yang ada dibalik kesuksesan Yahoo dialah Jerry Yang.
Jerry Yang lahir pada tanggal 6 November 1968. ayahnya meninggal ketika ia baru berusia dua tahun, sehingga ia hanya dibesarkan oleh ibunya yang bekerja sebagai guru bahasa inggris. Jerry Yang pindah ke San Jose, California pada waktu usianya sepuluh tahun. Walaupun ibunya adalah guru bahasa Inggris tapi Ia tidak dapat berbahasa Inggris pada waktu pindah ke California. Namun karena kecerdasan yang dimilikinya dalam waktu tiga tahun dapat menguasai Bahasa Inggris dengan baik sehingga dia masuk pada kelas Advance Placement (AP) Bahasa Inggris.

Ketika belajar dalam Jurusan Eletrik di Universitas Stanford, dia bersama David Filo membuat chip computer dengan menggunakan CAD. Tapi ketika pengawas mereka pergi ke Italia mereke mengesampingkan proyek dan meraka justru berselancar dan bereksperimen dengan web. Namun ketika berselancar diinternet mereka mengalami kebosanan karena situs pencariannya tidah lebih seperti pencarian buku di perpustakaan. Karena itu, Yang dan Filo menciptakan situs web mereka sendiri yang berisi berbagai situs-situs lain pada tahun 1994. Ini disebut “David dan Jerry’s Guide to World Wide Web.” Kemudian nama itu diubah menjadi Yahoo yang kepanjangan dari “Yet Another Hierarchical Officious Oracle”, tetapi Yang dan Filo bertegas bahawa mereka memilih nama tersebut karena mereka sukakan definisi umum yahoo: “kasar, ringkas, tidak terurus”. Yahoo menjadi amat popular, Yang dan Filo menyedari potensi tersebut dan bersama menubuhkan Yahoo! Inc. pada April 1995.
AOL kemudian menawarkan pembelian terhadap Yahoo!, tetapi kedua menolak dengan mengatakan bahwa Yahoo didirikan oleh mereka untuk bersenang-senang dan kenikmatan bukan untuk uang. Kemudian, kedua memutuskan untuk membuat keuntungan dari penemuan mereka. Mereka menemukan seorang investor seorang Mike Moritz. Dengan menginfestasikan $ 1 juta oleh Moritz, Yang dan Filo mencari beberapa rekan dan pengusaha yang didirikan untuk memulai bisnis mereka sendiri. Hanya satu tahun setelah didirikan, Yahoo! menjadi salah satu perusahaan online paling sukses.

Pengembangan karier

Jerry Yang memainkan peran utama dalam menjalankan perusahaan, ia menjalankan roda perusahaan dengan Filo. Sebagai CEO, ia memainkan peran besar dalam perusahaan pengembangan dan pelaksanaan strategi bisnis, visi, dan usaha-usaha internasional. Pada 13 Januari 2009, ia digantikan oleh Carol Bartz sebagai CEO baru. Meskipun tidak lagi CEO, Yang masih merupakan anggota dari dewan direksi. Yang sebagai CEO dikeritik oleh berbagai pengusaha karena gagal untuk meningkatkan harga saham Yahoo! Ia juga dikritik oleh pemegang saham lainnya karena penolakannya untuk menerima kesepakatan dengan Microsoft.

Terlepas dari semua isu-isu yang mengikuti karier Jerry Yang sebagai seorang pengusaha, sumbangannya untuk industri media Internet membuktikan bahwa ia adalah benar-benar pengusaha yang brilian. Saat ini, Yang adalah bagian dari Direksi Alibaba, Cisco, Dana Asia Pasifik, dan Yahoo!.

sumber: http://info-biografi.blogspot.com/2010/02/jerry-yang-founder-yahoo.html

Yataro Iwasaki Sang Pendiri Mitsubishi

Yataro Iwasaki adalah pendiri Mitsubishi (岩崎 弥太郎 Iwasaki Yatarō, 9 January 1835 – 7 February 1885)
Ia dilahirkan dalam sebuah keluarga petani di provinsi Aki, Provinsi Tosa (sekarang Kochi). Putra dari seorang petani sederhana, Yataro memulai karirnya bekerja pada klan Tosa. Klan diadakan di banyak tempat di Jepang unutk kepentingan bisnis, supaya merangsang anak muda untuk berambisi membangun perekonomian yang baik.

Yataro memulai karirnya bekerja pada klan Tosa, ia pergi ke Edo (kini Tokyo) ketika berusia sembilan belas tahun bertujuan mencari pendidikan. Cedera serius yang dialami ayahnya dalam suatu perselisihan dengan kepala desa membuat Yataro pulang dari Edo setahun kemudian dan sebentar cuti dari studinya. Hakim setempat menolak memproses kasus dari ayahya dan Yataro menuduh hakim korupsi. Ia dikirim ke penjara selama tujuh bulan. Setelah dibebaskan ia tidak memiliki pekerjaan untuk sementara waktu sebelum menemukan pekerjaan sebagai guru sekolah desa.

Kembali ke Edo, ia disosialisasikan dengan aktivis politik dan belajar di bawah reformis Yoshida Toyo, yang terpengaruh dengan ide-ide tentang membuka dan mengembangkan perekonomian bangsa melalui industri dan perdagangan luar negeri. Tak lama kemudian, melalui Yoshida, ia mendapatkan pekerjaan sebagai juru tulis bagi pemerintah Tosa. Ia kemudian dipromosikan ke posisi teratas di marga Tosa kantor perdagangan di Nagasaki, yang bertanggung jawab untuk perdagangan minyak kamper dan kertas untuk membeli kapal, senjata, dan amunisi.

Setelah Restorasi Meiji tahun 1868 yang memaksa pembubaran dari kepentingan bisnis shogun, Iwasaki pergi ke Osaka dan menyewakan hak untuk perdagangan marga TSUKUMO Tosa Trading Company. Perusahaan berubah nama menjadi Mitsubishi pada tahun 1873.

Perusahaan mengadopsi nama Mitsubishi pada Maret 1870, ketika Yataro resmi menjadi presiden. Lambang yang merupakan gabungan dari keluarga Iwasaki Lambang dan daun pohon ek puncak Yamanouchi keluarga, pemimpin klan Tosa yang menguasai bagian Yataro Shikoku di mana dilahirkan.

Mitsubishi kemudian hampir jatuh ketika Insiden Formosan terjadi. Lima puluh empat nelayan Jepang tewas di pulau Formosa (Cina) tetapi pemerintah Cina tidak bertanggung jawab atas hal itu. Perusahaan Yataro awalnya disalahkan, tetapi kemudian keadaan membaik dan bahkan Yataro memenangkan hak untuk mengoperasikan kapal-kapal pemerintah diantaranya kapal transportasi untuk manusia dan material, kemudian perusahaannya mulai berkembang lagi.

Yataro Iwasaki adalah pribadi yang patuh kepada pemerintah Jepang yang baru, serta kepada perusahaan. Mitsubishi menyediakan kapal-kapal yang membawa pasukan Jepang ke Taiwan, dengan persetujuan dia mendapat hak untuk mengoperasikan kapal lebih banyak dan subsidi tahunan yang besar dari pemerintah. Dia setuju untuk membawa surat dan persediaan pemerintah lainnya. Dengan dukungan pemerintah, ia mampu membeli lebih banyak kapal dan meningkatkan jalur pelayaran Mitsubishi. Yang membantu dia mengantar dua Pengiriman asing yang besar melalui rute Shanghai, sehingga menguntungkan Mitsubishi Transportasi Perusahaan yang Yataro didirikan. Kemudian menjadi perusahaan pelayaran yang besar, juga membawa pasukan untuk menumpas pemberontakan di Kyushu. Yataro mengajarkan anak buahnya untuk “melayani para penumpang sebaik mungkin” karena mereka adalah sumber pendapatan. Sikap modern “pelanggan selalu benar” adalah senjata utama perusahaannya.

Mitsubishi terdiversifikasi dengan cepat, pertama memperoleh tambahan dan perluasan kapal penumpang dan kargo, kemudian menyediakan transportasi untuk pasukan Jepang ke Taiwan dan Kyushu. Hal ini menyebabkan lebih banyak dukungan pemerintah, yang menyebabkan pasokan surat kontrak dan hak-hak pengiriman lebih lanjut pada rute Shanghai yang menguntungkan melalui Mitsubishi Transportasi Perusahaan yang Yataro didirikan. Kemudian ia berinvestasi di pertambangan, perbaikan kapal dan keuangan. Pada tahun 1884 ia mengambil sewa dari Nagasaki Shipyard dan menamainya Nagasaki Shipyard & Machinery Works, memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembuatan kapal pada skala penuh.

Pada tahun 1885, Yataro kehilangan kendali atas perusahaan pelayaran di belakang perjuangan politik yang diterjang Jepang industri transportasi laut. Perusahaan ini bergabung dengan saingan dan menjadi Nippon YUSEN (NYK Line), yang akan kembali ke jajaran perusahaan Mitsubishi di tahun-tahun berikutnya.

Meskipun kehilangan perusahaan pelayaran, Yataro mendirikan usaha lainnya (dalam perbankan, pertambangan, surat kabar dan asuransi laut) dan yang membentuk dasar bagi organisasi Mitsubishi. Kekayaannya melebihi satu juta yen. Yataro begitu percaya diri dan dengan yakin bahwa ia dapat berpartisipasi dalam banyak bisnis. Mitsubishi Kawase-ten, misalnya, adalah perusahaan financial yang juga terlibat dalam bisnis pergudangan. Itu adalah pendahulu dari perusahaan yang sekarang bernama Mitsubishi Bank dan Mitsubishi Warehouse & Transportation. Yataro juga membeli tambang batu bara dan tambang tembaga setelah menyewa sebuah galangan kapal Nagasaki dari pemerintah. Dia telah berpartisipasi dalam mendirikan perusahaan asuransi yang sekarang benama Tokyo Marine and Fire. Dia bahkan memimpin sekolah yang sekarang menjadi Tokyo University of Mercantile Marine.

Iwasaki Yataro adalah pengusaha yang sangat visioner. Dia sering menjamu makan malam pejabat pemerintah di perusahaanya. Iwasaki menghabiskan sejumlah besar uang pada kesempatan ini tapi ia juga mendapatkan banyak keuntungan. Yataro banyak menolong teman-temannya yang kemudian membantu dia dengan melakukan banyak kebaikan. Dia sangat bagus dalam hubungan membina hubungan bisnis yang akan membantunya di masa depan.

Namun Yataro, tidak ditakdirkan untuk memimpin organisasi Mitsubishi dalam pertumbuhan fase baru. Dia meninggal karena kanker saat berusia 50 tahun, dan digantikan kepemimpinan bisnis keluarga pertama oleh saudaranya, dan kemudian putranya.

sumber: http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-yataro-iwasaki-pendiri.html