Blog Archives

Kisah Pendiri Jejaring Sosial Twitter

Pendiri Twitter, Evan Williams, pekan lalu menutup Web 2.0 Summitdi San Francisco dengan berbicara terus terang tentang bisnisnya. Secara tegas dia mengatakan layanan microblogging memiliki rencana masa depan yang menguntungkan.

Tahun ini Williams memang berbicara banyak di forum tahunan itu, berbeda dengan tahun sebelumnya yang pelit ngomong. Sampai- sampai,moderator pada konferensi tersebut,John Battelle,menggarisbawahi bahwa Williams “telah memulai menjawab setiap pertanyaan yang muncul”.

Williams mengakui, dirinya butuh waktu untuk mengenal dan mempromosikan tren tweet, yang berfungsi sebagai iklan. Selain itu, dia menganggap perusahaan-perusahaan memiliki alasan untuk berhati- hati jika akan melakukannya.

”Kita tidak bisa meletakkan sesuatu di hadapan seseorang jika mereka tidak peduli dengan hal itu karena tidak semua hal akan bekerja sebagaimana promosinya.Tapi sekarang, tren kenaikan percakapan tentang sebuah topik mencapai 3–6 kali,”ujar Williams seperti dikutip CNNMoney.

Namun, pria kelahiran 31 Maret 1972 itu tidak mau berkomentar banyak mengenai angka-angka atau nilai dolar secara spesifik terkait proyeknya di masa mendatang. Dia hanya menegaskan bahwa perhitungannya cukup baik pada produk yang dipromosikan dan membuat sebagian besar pengiklan kembali menggunakan medianya.

”Ada berjuta cara untuk menghasilkan uang lewat Twitter. Saya yakin kami akan mencobanya lagi,” ujar William.

William sadar, untuk bersaing di bisnis internet, pihaknya harus selalu membuat inovasi.Maka,dia pun bersama timnya melakukan pengembangan berupa peluncuran ”New Twitter” pada musim panas lalu.

Salah satu inovasi yang diusungnya adalah dengan membuat tata letak dan fitur sosial seperti ”Who to Follow”.

”Kami sedang berada pada periode transisi sebelumnya, kami menghabiskan sangat sedikit waktu untuk melakukan peningkatan produk. Itulah mengapa kami harus menggunakan semua waktu yang kami miliki,”ujar Williams.

Dia menambahkan, sudah memperoleh poin bahwa perusahaannya memiliki waktu dan sumber daya untuk melakukan sejumlah peningkatan tahun ini. Williams yang sebelumnya bekerja pada perusahaan pengelolasoftware, Pyra Labs,mengakui jika dia sendiri sudah mengalami masa transisi di Twitter.

Hal itu ditunjukkan dengan diserahkannya jabatan chief executive officer (CEO) di Twitter kepada mantan chief operation officer (COO)-nya Dick Costolo. Ini dilakukan dengan alasan agar dia lebih fokus pada produk dan desain Twitter.

“Menjadi CEO di perusahaan swasta, lalu mengambil sesuatu yang berisiko bagi perusahaan adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Transisi Twitter juga melibatkan kemitraan dengan perusahaan teknologi lainnya. Tahun lalu, Twitter membuat kesepakatan untuk memasukkan alirannya ke mesin pencari Google dan Bing dari Microsoft. Williams menuturkan, seiring dengan semakin banyaknya permintaan untuk data, Twitter diklaim telah melebihi kapasitas. Akhirnya, Twitter pun menandatangani kesepakatan dengan Gnip untuk menjual sebagian dari data ”firehose”di Twitter.

Memantau Gerak-Gerik Para Pendiri Twitter

Jack Dorsey, Biz Stone dan Evan Williams adalah tiga tokoh pendiri Twitter. Gerak-gerik mereka di industri web belakangan ini menarik untuk diperhatikan.

Jack Dorsey boleh dibilang sebagai penemu Twitter. Pria yang kerap disebut sebagai pencetus ide Twitter ini memulai konsep Twitter bersama Biz Stone.

Selain keduanya, Evan Williams adalah sosok penting yang ikut mendirikan layanan 140 karakter tersebut. Williams adalah sosok utama di balik Blogger, layanan nge-blog yang kemudian dibeli Google.

Nah, di akhir Maret 2011, Dorsey membuat keputusan untuk kembali ke Twitter. Keputusan pulang kandang ini menempatkan Dorsey sebagai Executive Chairman.

Tugas utama Dorsey adalah seputar pengembangan produk. Tugas serupa pernah diemban Dorsey pada masa awal Twitter, setelah ia sempat menjabat CEO.

CEO pengganti Dorsey adalah Evan Williams –yang kemudian akan diganti oleh CEO saat ini Dick Costolo. Namun kini, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (29/3/2011), Williams justru ingin lebih ‘lepas tangan’.

Williams kini memiliki posisi sebagai ‘penasehat’ dan tak akan banyak berkecimpung dalam kegiatan sehari-hari Twitter. Tentunya, ia masih duduk di Dewan Direksi.

Bagaimana dengan Biz Stone? Saat ini pria dengan nama asli Isaac Stone itu duduk di AOL.

Perusahaan ‘lawas’ AOL memang sedang agresif di 2011 ini. Setelah membeli TechCrunch di 2010, mereka juga sudah mengakuisisi Huffington Post dan menempatkan Ariana Huffington untuk memimpin unit baru AOL.

Biz Stone duduk sebagai penasehat di unit bernama Huffington Post Media Group itu. Terutama, Stone akan sumbang pikiran soal ‘dampak sosial’ dalam strategi AOL. Stone mengaku ingin ‘menggalang perusahaan-perusahaan agar melakukan cara baru dalam berbisnis’.

sumber: http://elqorni.wordpress.com/2011/02/24/evan-williams-rancang-berjuta-cara-twitter-hasilkan-uang

http://www.wartatekno.com/memantau-gerak-gerik-para-pendiri-twitter

Henry Ford Bapak Otomotif Amerika

Henry Ford dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1863. Ia dimasukkan ke
sekolahnya pada usia 5 tahun oleh ibunya. Ketika akan berangkat ia harus
berlari-lari kecil menuju sekolahnya yang berjarak kurang lebih 2½ mil
itu. Dan dengan jarak yang sama pula kembali pulang pada saat gelap
telah turun, sampai di rumah. Dengan begitu ia harus membawa bekal
dari rumah untuk makan siang di sekolahnya. Tiga tahun kemudian ia
dipindahkan ke sekolah lain oleh orangtuanya tapi masih dalam jarak
yang sama.

Sejak masih kecil Henry telah menaruh perhatian yang besar
terhadap berbagai mesin-mesin. Hal tersebut amat mencemaskan
ayahnya. Ayahnya, William Ford menginginkan anaknya kelak menjadi
seorang petani atau pedagang besar dan sukses karena ia sendiri adalah
juga keturunan seorang petani. Akan tetapi Henry tidak berminat
terhadap pertanian. Kesukaannya kepada mesin-mesin itu kadang-kadang
sering menyulitkannya, karena ia harus melawan kemauan ayahnya.
Suatu hari seorang petani datang ke sekolah Henry sambil marahmarah.
Ia mengadu kepada guru di sekolah itu, dan menceritakan perihal
tingkah laku beberapa orang murid sekolah itu. Mereka dipimpin oleh
Henry untuk membendung sebuah sungai kecil yang mengaliri ladangladang
pertanian miliki petani tadi.

Bendungan tersebut mengakibatkan aliran sungai menjadi terhenti
dan mengakibatkan banjir yang tidak karuan. Sang guru langsung
berpaling dan berkata kepada Henry, “Pekerjaan apa ini, Henry?” tanya
gurunya dengan geram. “Kami tidak melakukan apa pun dan membanjiri
ladang itu, kami hanya membangun sebuah bendungan untuk
membendung air guna mengadakan percobaan kincir air untuk
penggilingan kopi. Bapak dapat melihatnya bagaimana hebatnya alat itu
bekerja,” elak Henry.

Serta-merta gurunya itu marah dan mengukum Henry. Kemudian
berkata kepada murid-murid yang lain, “Kalian harus belajar menghormati
masyarakat, dan menolongnya. Bukankah saya selalu berpesan begitu
setiap kali kalian akan pulang?” (Kejengkelan tersebut diucapkan sang
guru untuk menghibur si petani yang marah-marah tadi. Tapi ia tertarik
dengan pekerjaan yang telah dilakukan oleh murid-muridnya).
Setelah eksperimen di atas dianggap cukup berhasil, Henry menjadi
lebih tekun mempelajari cara-cara mesin bekerja. Di sekolahnya suatu
ketika, sewaktu pelajaran, sedang berlangsung, dengan bangga ia
bercerita kepada teman-temannya mengenai mesin-mesin yang
diketahuinya. Teman-temannya itu menjadi tertarik dan berkerumun di
sekelilingnya mengakibatkan pelajaran terganggu. Tiba-tiba gurunya
datang ke tengah-tengah kerumunan itu. “Henry!”, bentak gurunya
dengan geram dan menatap para murid-muridnya, “Apakah kalian tidak
pernah mencoba bagaimana untuk belajar yang baik? Apa gunanya kalian
datang ke sekolah ini. Ha? Sekarang kalian bersama Henry harus tinggal
di kelas sehabis pelajaran nanti.”

Gurunya itu memberikan kepada mereka sebuah mesin yang telah
dirusakkan lebih dulu. “Kalian harus membetulkan mesin ini!” gertak
gurunya itu. “Bilamana kalian tidak dapat memperbaikinya, kalian akan
mendapat hukuman lagi”. Akan tetapi Henry dengan tangkas
mengerjakan mesin tersebut hanya dalam jangka waktu kurang dari 10
menit segera selesai. Gurunya jadi kagum melihat bakat muridnya
tersebut.

Keterampilannya dalam bidang permesinan itu membuat ia mulai
dikenal orang. Ia sering memperbaiki mesin-mesin para tetangganya.
Banyak orang yang kagum akan bakat Henry itu, tetapi ayahnya
membenci pekerjaan itu. William Ford menginginkan anaknya menjadi
seorang petani yang baik. Tetapi hal tersebut tidak dapat dicegahnya
karena Henry mempunyai kemauan yang besar dalam bidang ini.

Setelah meningkat dewasa, dan merasa mampu untuk hidup mandiri.
Henry meminta restu kepada orangtuanya untuk mencoba hidup
merantau. Ia berjalan menuju kota Detroit. Di kota ini ia mendapatkan
pekerjaan pada sebuah pabrik. Ia mendapat gaji 2,50 dolar seminggu.
Tapi ia harus mengeluarkan biaya 3,50 dolar untuk biaya hidup dalam
waktu yang sama. Maka untuk menutupi kekurangan itu, ia menambah
pekerjaan ekstra sebagai pelayan pada sebuah toko permata. Dari toko ini
ia menerima 2,00 dolar. Sembilan bulan lamanya ia bekerja di pabrik itu,
sementara menjadi pelayan pada toko permata ketika pulang dari bekerja
di pabrik.

Suatu hari, tiba-tiba ia mendapat kabar perihal ayahnya yang sakit
keras. Ayahnya meminta Henry agar lekas pulang. Henry tidak dapat
berbuat apa-apa kecuali memenuhi permintaan ayahnya itu. Ia harus
kembali ke ladang!

Selama bekerja sebagai petani, Henry mempunyai ide untuk membuat
sejenis mesin yang dapat bekerja sebagai bajak di ladang-ladang. Ia tidak
menyetujui binatang-binatang dipekerjakan di ladang-ladang dan kebun.
Mereka menjadi banyak makan. Selama musim dingin mereka tidak
bekerja, tetapi makan terus. Henry menciptakan sebuah mesin yang
dapat bekerja di ladang-ladang untuk menggantikan hewan tanpa harus
terus-menerus memberinya makan. Hasil temuannya itu merupakan
sumbangan yang amat berarti bagi penciptaan mesin-mesin pertanian
kelak. Banyak orang yang tertarik kepada idenya. Di samping itu ia
banyak pula membantu para tetangganya telah sedikit demi sedikit
memakai mesin di ladang-ladang mereka. Henry begitu cakap dalam
bidang permesinan ini, sehingga ia dikenal sebagai ahli mesin satusatunya
di daerah itu, ini berlangsung selama beberapa tahun.

Karena tidak dapat meninggalkan tanah pertanian selama ayahnya
sakit. Maka ia banyak memperhatikan masalah dan kekurangan-kekurangan
yang diderita oleh para petani. Ia menyimpulkan bahwa para
petani tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak yang 24 hari dalam
setahun bekerja memproduksi bahan makanan. Henry berkata kepada
para tetangganya, “Bila waktunya membajak, mengolah tanah dan
menuai lebih baik, para petani harus menggunakan mesin-mesin atau
mekanisasi. Di samping pekerjaan lebih cepat selesai, dapat pula
memberikan upah yang layak. Ladang yang diolah dengan cara
mekanisasi dapat dan akan menekan biaya operasionalnya, selain
pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat, para petani dapat pula
menikmati hasil ladangnya dengan pendapatan yang pantas.”

Henry Ford menciptakan mesin pertaniannya yang pertama ketika ia
berumur 20 tahun. Percobaan yang pertama dari mesin yang kelihatan
aneh. Ini hanya mampu bergerak 40 kaki kemudian tiba-tiba berhenti.
“Saya mengharapkan mesin ini mampu membajak seluruh ladang-ladang
dalam waktu yang singkat,” kata Henry, “Tapi penemuan ini belum
mempunyai kekuatan yang berarti.” Traktor yang pertama ini masih
menunggu penemuan lain di negara itu, yakni penggunaan bahan bakar.

Sementara itu Henry Ford menyenangi seorang gadis manis di sebuah
kota lain. Tetapi gadis manis tersebut tidak menyukainya. Henry
memikirkan cara memecahkan problem itu. Ia membeli satu set
permainan sulap dan meminjam seekor kuda manis kepunyaan bapaknya.
Kemudian ia membuat sebuah jubah dari kain satin. Selanjutnya
mendirikan sebuah grup sulap di dekat rumah Clara Bryant, anak gadis
yang memikat hatinya itu. Dengan memakai baju rompi yang banyak
sakunya, juga sebuah jam yang dibuatnya sendiri dan dua buah sapu
tangan, Henry menunjukkan kebolehannya dalam bermain sulap. Henry
mengadakan dua kali pertunjukan yang selalu menarik di kala itu. Hal
tersebut sekaligus mencapai yang diinginkannya, menaklukkan hati Clara
Bryant yang semula tidak suka kepadanya.

“Ibu,” kata Clara Bryant kepada ibunya suatu pagi, “Saya kira laki-laki
yang bernama Ford yang mengadakan pertunjukan bersama kawannya di
samping rumah itu, saya yakin ia akan dapat terkenal di dunia.”
Henry tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Beberapa minggu
kemudian ia menghampiri ayahnya dan berkata, “Ayah, sekiranya saya
memutuskan untuk menikah, apa yang akan ayah berikan kepada saya?”
William Ford berpikir sejenak lalu katanya, “Engkau akan mendapatkan
delapan puluh acre (1 acre sama dengan 4072 m2) tanah, semua kayu
yang engkau inginkan dapat engkau potong sendiri untuk sebuah rumah.

“Baiklah,” sorak Henry. Kemudian ia mulai menebangi pepohonan di
tanah yang diberikan oleh ayahnya itu. Sebagian untuk dipersiapkan
untuk mendirikan sebuah rumah untuk keluarga kelak. Akhirnya apa yang
ia inginkan untuk menikahi Clara tercapai. Henry dan Clara menikah pada
bulan April 1888. Mereka hidup dengan menggarap ladang selama tiga
tahun di pemberian ayahnya. Pada suatu malam Henry berkata kepada
istrinya, “Clara, saya yakin kita akan lebih sukses, bila kita bisa pindah ke
Detroit. Saya akan membuat sebuah kereta kuda di sana. Di sini saya
terlalu sibuk!” Henry kemudian menerangkan kepada istrinya tentang
gagasan-gagasannya untuk membuat kendaraan yang digerakkan dengan
mesin.

Di Detroit ia mendapatkan pekerjaan di perusahaan lampu “Edison”
pada malam hari, sedangkan pada siang hari ia membuat kereta kudanya
untuk berlari. Selama dua tahun ia belum dapat menciptakan kereta
kudanya untuk berlari. Ia telah banyak menghabiskan waktu di
bengkelnya yang terbuat dari batu bata sederhana itu, sementara di
sekeliling para tetangganya melihat tingkahnya, menganggap Henry telah
gila.

“Sebuah kereta kuda!?” kata mereka, “kapan akan bergerak kalau
Henry tidak mendorongnya.” Tapi Henry Ford tetap pada pendiriannya.
Henry tidak berhenti bekerja di bengkelnya. Ia menumpahkan segala
perhatiannya dengan penuh konsentrasi terhadap idenya. “Barang apa
yang dikerjakan si dungu itu?” kata orang-orang yang melihat kelakuan
Henry itu. Kemudian mereka menyiramnya dengan air. Henry Ford tidak
dapat berbuat apa-apa, ia dalam keadaan miskin sekali.

Pada suatu pagi tahun 1893, sebuah kereta kuda siap untuk diuji
coba. Dengan kegigihan yang kuat dan cekatan yang membaja Henry Ford
mulai mengoperasikan keretanya, yang sangat membisingkan dan
mengeluarkan asap yang mengepul-ngepul di udara. Kereta itu meluncur
dari pabriknya menuju jalan raya. Tapi tidak jauh berlari. Baru beberapa
kaki saja beranjak dari bengkel tiba-tiba mati, dan tak dapat berkelok
karena tidak mempunyai kemudi. Akan tetapi mesin kereta itu kembali
hidup. Kini Henry telah membuktikan kepada orang-orang di sekelilingnya
yang selama ini menganggap lucu, dungu, dan tolol, sekarang tidaklah
demikian halnya.

Malam itu, Henry si perancang kereta itu merasa sangat puas dan
bahagia dengan hasil temuannya. Karya tersebut dirayakannya dengan
segelas susu panas, kemudian membantingkan bajunya yang basah oleh
keringat itu ke samping perapian, lantas meloncat ke tempat tidur. Untuk
menikmati mimpi yang indah yang untuk pertama kalinya setelah
meninggalkan tanah pertaniannya.

Ketika kereta ciptaannya diuji coba untuk kedua kalinya, istrinya ikut
ambil bagian, yaitu sebagai penumpang. Kreativitas mereka itu
menimbulkan sensasi, beberapa ekor kuda sekonyong-konyong terkejut,
lantas lari sekencang-kencangnya tidak tentu arah ketika kereta Henry itu
lewat di dekatnya. Suara kereta itu menimbulkan pekik yang
memekakkan telinga, lantaran kerasnya. Mendadak kereta itu terhenti
karena mesinnya mati.

Orang-orang menyaksikan keanehan itu serentak menyerbu,
mengelilingi benda yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Sertamerta
mereka bersorak, sebagian merasa kagum, tapi sebagian besar
menunjukkan rasa cemas. Sejumlah besar dari mereka mengeluhkan
suara yang ditimbulkan oleh kereta aneh itu sehingga mengakibatkan
kebisingan dan kegaduhan. Mereka berkata bahwa hal tersebut pasti akan
menimbulkan bencana, sehubungan dengan ia tidak dapat dikendalikan.
Ia hanya bisa lari lurus memanjat bukit dan meloncati tebing-tebing.

Mereka menasihati Henry Ford agar pekerjaan itu diberhentikan saja. Tapi
sang “penemu” itu menjawab, “Kereta ini harus lari, dan lari”, tapi itu
harus diperbaiki, kata mereka. Ford menjawab spontan “Saya sekarang
belum mempunyai dana dan tidak mempunyai koneksi yang dapat
membantu saya. Yang saya pikirkan sekarang adalah bagaimana dapat
menciptakan sebuah ’otomobil’.” Bertahun-tahun lamanya Henry
memikirkan bagaimana ia dapat menyempurnakan hasil karyanya itu.
Demikianlah sampai ia mampu menunjukkan kepada dunia bahwa ia telah
mendapatkan modal yang besar dan kuat, hasil dari gagasan-gagasannya
yang semula dianggap gila itu.

Ketika Henry Ford meninggal dunia pada tahun 1947, ia mencapai
usia 83 tahun. Sedikit sekali orang yang dapat memahaminya, tetapi
berjuta-juta orang tahu bahwa kereta kudanya telah mengelilingi dunia.

sumber: http://www.theprofessional.biz/article/101

Soichiro Honda Sang Pendiri Honda Motor Corp

Oleh: Dipankara Jayaputra

Soichiro Honda  Lahir di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang pada 17 November 1906, Honda dibesarkan dalam keluarga miskin.  Namun dengan Penuh Motivasi yang tinggi dari didikan Sang ayahn yang bernama Gihei Honda, seorang pandai besi yang mengelola bengkel reparasi sepeda, dan sang ibu bernama Mika  yang merupakan seorang penenun HONDA tumbuh menjadi seorang pribadi yang luar biasa. Sang ayah bisa mengerjakan bermacam-macam pekerjaan, bahkan menjadi ahli gigi jika diperlukan. Kepada anak-anaknya selalu ditekankan pentingnya SEMANGAT UNTUK BEKERJA KERAS dan cinta pada hal-hal yang berbau mekanis.

Honda kecil belajar bagaimana menajamkan mata pisau mesin pertanian, selain tentu saja bagaimana membuat mainan sendiri. Kepada kakeknya, Honda selalu meminta diajak melihat bagaimana mesin penggilingan padi bekerja. Honda benar-benar menyukai dunia permesinan. Sampai-sampai di sekolah dia mendapat julukan ’si musang berhidung hitam‘. Julukan ini kedengaran merendahkan, tapi sesungguhnya tidak. Malah cenderung bermuatan kekaguman. Julukan itu muncul karena wajah Honda selalu kotor gara-gara pekerjaan yang dilakukannya membantu sang ayah di bengkel pandai besi.

Berkat ketekunannya membantu sang ayah, pada usia 12 tahun, dia bisa menciptakan sepeda dengan model rem kaki. Pada usia 15 tahun, tanpa pendidikan formal yang memadai, Honda tiba di Tokyo untuk mencari pekerjaan. Dia mendapat pekerjaan memang, di sebuah bengkel bernama Art Shokai. Namun, bukan untuk mengurusi mesin, melainkan menjadi petugas kebersihan merangkap pengasuh bayi anak pemilik bengkel, Kashiwabara.

Namun, dengan semangatnya untuk belajar mesin terus menyala. Dia memanfaatkan waktu saat bengkel tutup untuk sekadar mengamati mesin mobil. Dia sangat bersemangat belajar mesin setelah menemukan buku tentang pengapian mesin di perpustakaan. Dia kumpulkan gajinya untuk meminjam buku itu. Sedikit demi sedikit, pengetahuannya tentang mesin bertambah dan suatu hari kesempatan itu datang, unjuk gigi mengurusi mesin mobil.

Majikannya terkagum-kagum ketika dia berhasil memperbaiki mesin mobil Ford model T keluaran 1908. Pada usia 22 tahun, dia dipercaya menjadi kepala bengkel Art di kota Hamamatsu. Di sana dia selalu menerima pengerjaan reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Setelah enam tahun bekerja, dia memutuskan pulang ke kampung halaman dan mendirikan bengkel sendiri pada 1928.

Honda mulai menapaki pijakan industrialnya pada 1935 dengan mula-mula memproduksi ring piston untuk mesin-mesin kecil. NAMUN ketika dia menawarkan ke sejumlah pabrikan otomotif, hasil karyanya tak dilirik, termasuk oleh Toyota. Ring piston buatannya dianggap tidak lentur sehingga tidak memenuhi standart pabrik. Kegagalan itu membuatnya jatuh sakit cukup serius.

Namun, dia segera bangkit. Dia berusaha mendapatkan ilmu tentang ring piston itu dengan kuliah di Sekolah Tinggi Hamamatsu, Jurusan Mesin. Siang hari, sepulang sekolah, dia langsung ke bengkel mempraktikkan pengetahuan yang didapatnya. Hanya saja, karena jarang masuk, dia dikeluarkan dari sekolah setelah dua tahun kuliah.

Berhenti kuliah tak membuatnya putus asa. Kerja kerasnya mulai membawa hasil pada 20 November 1937, ketika Toyota akhirnya menerima ring piston buatan Honda dan memberinya kontrak. Namun, batu ujian terus menghampirinya. Dua kali pabrik ring piston yang didirikannya hangus terbakar.

Bukan Honda namanya bila menyerah. Dia kumpulkan seluruh karyawannya dan memerintahkan mereka mengambil kaleng bekas bensol yang dibuang kapal Amerika Serikat (AS) untuk membangun pabrik. Pabrik dibangun, gempa bumi melanda. Tak ada pilihan dia jual pabriknya ke Toyota pada 1947. Honda kembali ke sepeda dengan kreativitas baru, menempelinya dengan motor kecil. Hasil kreasinya itu mendapat sambutan bagus.

Di bawah bendera Honda Motor Company yang didirikannya pada September 1948, berhasil memproduksi mesin-mesin kecil untuk digunakan di sepeda motor, lalu memproduksi sepeda motor utuh.

Berkat keandalan tekniknya yang luar biasa, dan dibantu pemasar cerdik Fujisawa, sepeda motor Honda akhirnya mampu mengungguli Triumph dan Harley-Davidson di masing-masing pasar lokalnya, yakni Inggris dan AS. Pada 1959, Honda Motorcycles membuka diler pertamanya di AS. Dan selanjutnya adalah sejarah ‘Sukses 1%’. Tahun lalu, pendapatan imperium raksasa otomotif Jepang yang kini diperkuat 167.231 pegawai itu mencapai US$94,24 miliar (Rp866 triliun), dengan laba bersih US$5 miliar. Kemegahan bisnis itu dibangun Honda dengan merangkak dari bawah, melewati badai demi badai kegagalan.

Kekuatan Honda berasal dari filosofi yang dibangun Soichiro Honda, yaitu menghormati individu dan tiga kebahagiaan. Menghormati individu, seperti dijelaskan dalam misi dan visi korporat Honda Motor Company, mencerminkan keyakinan Honda akan kemampuan unik manusia. Penghormatan fundamental ini menentukan hubungan perusahaan dengan rekanan, pelanggan, penyalur, mitra bisnis dan masyarakat. Honda meyakini bahwa setiap orang yang terlibat dalam proses pembelian, penjualan atau penciptaan produk harus menerima perasaan bahagia dari pengalaman.

Bersama-sama ketiga kebahagiaan itu menghasilkan kebahagiaan afiliasi-perasaan positif yang muncul dari hubungan dengan Honda. Dengan begitu, diharapkan masyarakat menginginkan keberadaan Honda. Tiga kebahagiaan yang dimaksud itu adalah, kebahagiaan memproduksi, kebahagiaan menjual dan kebahagiaan membeli.

Itu artinya, kebahagiaan yang diharapkan ada pada diri setiap orang bukan semata-mata kebahagiaan mendapatkan sesuatu, tapi yang terpenting adalah  kebahagiaan memberikan sesuatu yang terbaik.

Salah satu ungkapan yang sangat bagus dari Soichiro Honda  yang membuat saya bersemangat adalah “Banyak orang mengimpikan sukses. Bagi saya, sukses hanya bisa dicapai melalui kegagalan dan introspeksi berulang-ulang. Sesungguhnya, sukses merepresentasikan 1% dari pekerjaan Anda yang hanya bisa dihasilkan dari 99% yang dinamakan kegagalan.”

sumber: http://topmotivasi.com/kisah-sukses-soichiro-honda.html

Steve Jobs dan Visi Jauh Ke Depan Sang Bos Apple

Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar – selain visinya ke depan – yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user  friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah “John” Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett – presiden Hewlett Packard – untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal – meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin.  “Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,” sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan “diusir” dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.
sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/828/Steve_Jobs_-_Kekuatan_Kesederhanaan_Dan_Visi_Jauh_Ke_Depan/

Sang Pendiri Yamaha: Torakusu Yamaha

Yamaha Corporation didirikan oleh Torakusu Yamaha adalah salah satu perusahaan yang paling terdiversifikasi di Jepang, menawarkan berbagai produk dan jasa, terutama alat musik dan elektronik. Awalnya didirikan untuk memproduksi organ buluh pada tahun 1887, sebagai Organ Yamaha Manufacturing Company, perusahaan ini berdiri pada tahun 1897, dengan nama Nippon Gakki Company, dengan cepat memproduksi piano tegak. Mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk menggunakan teknologi yang sudah ada dan keahlian untuk memperluas ke pasar baru, Yamaha mulai memproduksi harmonicas selama Perang Dunia I dan tangan buatan phonographs pada 1920-an. Selama tahun 1950-an dan 1960-an, dengan pengalaman yang diperoleh selama Perang Dunia II, Yamaha mulai pembuatan perahu, busur untuk memanah, dan produk lainnya yang terbuat dari fiberglass yang diperkuat plastik (FRP). Pada tahun 1955, Yamaha Motor Corporation mulai produksi sepeda motor, dan pada tahun 1968, merilis sebuah sepeda off-road, Yamaha DT-1, menciptakan sebuah genre.

Dimulai pada 1970-an, Yamaha mengembangkan berbagai alat musik elektronik dan teknologi. Saat ini Yamaha adalah produsen terbesar alat musik di dunia, dan Yamaha Motor Corporation adalah produsen terbesar kedua sepeda motor. Yamaha berusaha untuk memberikan sebuah pengalaman kegembiraan dan kesenangan pelanggan. Ia memberi perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan selama pengembangan produk dan menyediakan layanan purna jual yang baik. Yamaha menjadi sponsor grup musik, acara kontes, kompetisi olahraga motor, dan program-program seperti sekolah musik Yamaha yang membantu mengembangkan pasar masa depan untuk instrumen musik; dan memberikan kesempatan seperti olahragawan dan musisi untuk menikmati produk-produknya.

Awal Tahun Pendirian

Yamaha Corporation nama perusahaan yang diberikan pendirinya, Torakusu Yamaha 20 April 1851-8 Agustus 1916). Ayahnya, seorang samurai dari Prefektur Wakayama, tertarik pada astronomi dan mekanika dan memberikan anaknya pendidikan modern. Yamaha belajar mekanik kepada insinyur Inggris, kemudian menyelesaikan magang di sekolah kedokteran Barat pertama di Jepang tepatnya di Nagasaki dan mengambil pekerjaan memperbaiki peralatan medis di kota terpencil Hamamatsu. Ketika sekolah Ia meminta agar dia dibiayai untuk memperbaiki dan membuat Mason & Hamlin buluh organ, ia menyadari potensi bisnis manufaktur organ di Jepang, dan pada tahun 1887, ia mendirikan Organ Yamaha Manufacturing Company, produsen pertama dari alat-alat musik Barat di Jepang , dan membangun organ buluh portabel pertama. Pada 1889, perusahaan itu mempekerjakan 100 orang dan menghasilkan 250 organ setiap tahun.

Yamaha mengamati bahwa piano tegak buatan AS menjadi lebih populer dan lebih murah daripada organ buatanya, sehungga Ia memutuskan untuk membuat piano tegak di Jepang. Pada tanggal 12 Oktober 1897. Tahun 1899, Kementerian Pendidikan Jepang mengirim Yamaha ke Amerika Serikat untuk belajar piano membuat dan menetapkan pemasok bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi piano di Jepang. Nippon Gakki mulai membuat piano tegak pada 1900 dan menghasilkan piano pertama pada tahun 1902, menerapkan keahlian dalam pertukangan sehingga menghasilkan pembuatan mebel yang lebih baik. Di St Louis World’s Fair di tahun 1904, piano dan organ Yamaha menerima Kehormatan Grand Prize. Pada tahun 1914, ketika Perang Dunia I penjualan harmonicas Jerman dibatasi di Jepang, Yamaha memperkenalkan harmonika pertama dan mulai mengekspor harmonicas di seluruh dunia. Yamaha terus memperluas ke bidang musik, meluncurkan produk berkualitas tinggi tangan buatan phonographs untuk penderita tangan yang luka pada tahun 1922.

Menghadapi persaingan dari instrumen buatan Barat, Nippon Gakki membuka program penelitian laboratorium akustik pertama di dunia pada tahun 1930. Pada tahun 1931, ia merancang alat musik akustik sederhanaa baru di Jepang. Pada 1932, ia mulai produksi pipa organ. Selama tahun 1930-an, perluasan sistem sekolah umum di Jepang menciptakan permintaan alat-alat musik Barat, dan Nippon Gakki mulai menghasilkan akordion dan gitar dengan harga yang kompetitif. Ini menghasilkan gitar akustik pertama pada tahun 1942.

Setelah Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, Nippon Gakki menurunkan produksi alat musiknya, dan mereka memproduksi baling-baling untuk pesawat-pesawat tempur, tangki bahan bakar, dan bagian sayap, dan akhirnya berhenti memproduksi alat-alat musik sama sekali. Teknologi baru yang dipelajari selama perang, manufaktur Nippon Gakki diaktifkan lagi untuk memproduksi cor logam sendiri yang digunakan sebagai frame piano. Pada tahun 1948, bisnis musik tiba-tiba meningkat ketika Departemen Pendidikan Jepang mewajibkan pendidikan musik di sekolah-sekolah umum. Pada tahun 1950-an, Yamaha adalah produsen piano terbesar di dunia. Pada tahun yang sama mulai memproduksi komponen audio, dan pada tahun 1955, ia menghasilkan produk pertama Hi-Fi record player.

Setelah Perang Dunia II, presiden keempat Yamaha, Gen-ichi Kawakami (Kawakami Gen’ichi, 30 Januari 1912 – 25 Mei 2002), mencari cara baru untuk memanfaatkan fasilitas manufaktur perusahaan, mulai serius menyelidiki pasar luar negeri. Ia mengunjungi Amerika Serikat beberapa kali, dan memproduksi mesin jahit, suku cadang mobil, skuter, utilitas roda tiga kendaraan, atau sepeda motor. Sejak pembiayaan untuk produk baru, Nippon Gakki mulai menggunakan bahan-bahan yang baru seperti serat gelas plastik (FRP). Pada tahun 1960, perusahaan memproduksi FRP pertama yang digunakan unutuk membuat perahu layar, kemudian memproduksi yacht, kapal patroli untuk Jepang’s Maritime Safety Agency, dan kapal-kapal nelayan oceangoing. Produk FRP lain, seperti busur panah, ski, dan bak mandi.

Yamaha Motor Company Limited

Perusahaan melakukan riset secara intensif dalam perpaduan logam untuk digunakan dalam piano akustik Yamaha telah memiliki pengetahuan luas mengenai pembuatan bahan yang ringan, namun kokoh dan dapat diandalkan dalam konstruksi yang membutuhkan bahan dari logam. Pengetahuan ini dengan mudah diterapkan pada pembuatan frame logam dan suku cadang untuk sepeda motor. Kawakami dan insinyur mengunjungi pabrik-pabrik Jerman untuk belajar bagaimana membuat sepeda motor. Prototipe pertama, dengan nama Yamaha YA-1, untuk menghormati pendiri Yamaha, selesai pada bulan Agustus 1954. Sepeda ini didukung oleh udara-pendingin, 2-stroke, 125 cc mesin single silinder. Prototipe diuji dengan dikendari sejauh 10.000 km yang belum pernah dilakukan sebelumnya, tes dilakukan untuk memastikan bahwa kualitasnya adalah kelas atas.

Keberhasilan YA-1 mendorong untuk mendirikan Yamaha Motor Co, Ltd pada tanggal 1 Juli 1955. Produsen sepeda motor baru diproduksi sekitar 200 unit per bulan. Pada tahun yang sama, YA-1 memenangkan kelas 125cc di dua acara balapan terbesar di Jepang. Tahun berikutnya, YA-1 menang lagi di Highlands Asama Race.

Pada tahun 1966, Toyota dan Yamaha bekerja sama untuk memproduksi edisi terbatas Toyota 2000 GT mobil sport, hingga sekarang masih dikagumi karena kinerjanya yang memuaskan. Pada tahun 1968, Yamaha meluncurkan Yamaha DT-1, sepeda motor off-road pertama di dunia, menciptakan sebuah genre baru. Yamaha XS 650, diperkenalkan pada tahun 1970, kesuksesan yang luar biasa itu mengakhiri monopoli sepeda motor Inggris. Hari ini, Yamaha Motor Company adalah produsen sepeda motor terbesar kedua di dunia (setelah Honda). Yamaha juga memproduksi kendaraan semua medan (ATV), perahu, snowmobiles, motor tempel, dan perahu pribadi. Pada tahun 2000, Toyota dan Yamaha membentuk aliansi.

Setelah periode krisis keuangan selama tahun 1980-an, presiden kedelapan, Seisuke Ueshima, mulai reorganisasi perusahaan pada tahun 1992. Untuk pasar yang sudah hampir jenuh, Yamaha difokuskan pada produk high-end, seperti seri piano Disklavier, dengan built-in komputer untuk merekam dan memutar ulang pertunjukan, yang bisa ritel lebih dari $ 30.000 dan membawa keuntungan yang lebih tinggi. Ueshima mendorong perusahaan untuk mengembangkan produk-produk baru. Pada tahun 1993, Yamaha berhasil meluncurkan seri Silent Piano, piano yang baik dapat dimainkan seperti piano akustik biasa, atau dengan suara mereka terdengar dan hanya terdengar ke pianis melalui headphone. Hal ini diikuti oleh Trumpet Diam pada tahun 1995, Diam Drum pada tahun 1996, Biola Diam pada tahun 1997, dan Cello Diam pada tahun 1998. The VP1 virtual VL1 akustik dan synthesizer.

sumber: http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-torakusu-yamaha-pendiri-yamaha.html